Perjodohan, sebuah tradisi lama yang mungkin dilakukan ketika orangtuamu masih muda, atau saat cerita tentang Siti Nurbaya populer pada masa itu. Namun tradisi yang sudah sangat tua itu seakan masih hidup di masa kini. Karena, masih ada orangtua yang berusaha menjodohkan anak-anaknya dengan jodoh terbaik pilihan mereka.

Mungkin kamu nggak tertarik untuk dijodohkan oleh ayah dan ibumu, namun mereka berdua selalu punya cara untuk mempertemukanmu dengan calon menantu idamannya, calon pasangan sehidup-sematimu. Kamu ingin sekali menghindar, namun terlalu takut untuk melakukannya karena nggak ingin dianggap sebagai anak durhaka. Apa ada cara lain untuk menolak perjodohan ini? Melansir dari Elite Daily, mungkin kamu ingin mencoba beberapa cara berikut.

Dijodohkan oleh Orangtua? 5 Cara untuk Menolaknya dengan Sopan

Memberontak bukan cara terbaik untuk menolak perjodohan orangtua, Bela. Sebab mereka akan semakin bersikeras untuk mempertemukanmu dengan sosok baru setiap saat, dengan label sebagai "calon pasangan terbaik". Karena itu, coba bersikap menurut di hadapan keduanya. Ketika kamu dan keluargamu akan menemui calon pasangan dan keluarganya, bersikap sopan dan turuti kemauan orangtua.

Tunjukkan senyum ramah pada semua orang, terutama pada sosok calon teman hidupmu. Sambut ajakan percakapannya jika ia memulainya. Hormati calon mertuamu. Namun setelah acara berakhir, kamu bisa mendekati calon pasanganmu dan mengatakan dengan jujur kalau dirimu kurang tertarik dengan perjodohan ini.

Dijodohkan oleh Orangtua? 5 Cara untuk Menolaknya dengan Sopan

Masing-masing orang memiliki hal yang ia sukai dan nggak ia sukai dari seseorang lainnya. Itu pun berlaku pada calon pasanganmu. Boleh jadi, ada hal dalam dirimu yang nggak ia sukai atau membuatnya ilfeel. Jadi, hal yang perlu kamu lakukan adalah mengungkapkan detail kecil pada dirimu yang membuat calon pasangan menjauh.

Namun untuk melakukan ini, kamu perlu mengamati dirinya dengan saksama agar bisa menebak kepribadiannya. Misalnya, dia adalah seseorang yang sangat menjaga kebersihan, mungkin kamu bisa mengatakan padanya jika dirimu memiliki kebiasaan jarang mandi di akhir pekan.

Dijodohkan oleh Orangtua? 5 Cara untuk Menolaknya dengan Sopan

Orangtuamu membuat jadwal pertemuan dengan keluarga calon pasangan di akhir pekan? Jadwalkan pekerjaan atau acara penting lainnya di hari yang sama. Calon pasangan yang dijodohkan denganmu hadir dalam pesta keluargamu? Cari anggota keluarga yang lain dan habiskan waktu bersama mereka.

Apa pun kondisinya, coba sibukkan dirimu sehingga nggak memiliki kesempatan untuk bertemu atau berbicara dengannya. Melihatmu yang nggak mempunyai waktu untuknya, calon pasanganmu perlahan akan mengundurkan diri dari perjodohan.

Dijodohkan oleh Orangtua? 5 Cara untuk Menolaknya dengan Sopan

Sering berada di dalam rumah atau masih berada dalam jangkauan orangtua, menandakan masih besarnya kesempatan dijodohkan terjadi dalam kehidupanmu, Bela. Lalu, mengapa nggak mencoba pergi sejenak dari lingkungan keluarga? Jika masih mengejar pendidikan, ambil beasiswa kuliah di luar negeri. Kalau dalam fase mencari kerja, kirimkan lamaran pada perusahaan di luar negeri atau di luar kota yang cukup jauh dari rumahmu.

Kamu pun bisa memberikan alasan pada orangtuamu jika dirimu ingin fokus menggapai mimpi dan mengejar karier impian sehingga memutuskan untuk kuliah atau bekerja di luar kota. Dengan cara ini, kamu bisa 'kabur' dan mengulur waktu sejenak dari perjodohanmu.

Dijodohkan oleh Orangtua? 5 Cara untuk Menolaknya dengan Sopan

Boleh jadi, ayah dan ibumu ingin menjodohkanmu karena keduanya melihat kamu nggak memiliki waktu untuk kehidupan asmaramu. Sedangkan di sisi lain, kamu memang ingin fokus pada hal lain di luar dari cinta. Apa pun kondisi dan alasan yang melatarbelakangi perjodohan, luangkan waktu spesial untuk berbicara dengan mereka, Bela.

Jelaskan keadaanmu, keinginanmu, dan keputusanmu dalam hidup pada mereka. Juga, tenangkan hati mereka dengan mengatakan kalau kamu pun akan merencanakan pernikahan, namun nggak dalam waktu dekat. Buat kedua orangtuamu mengerti dengan keadaan dirimu. Sebab terkadang, yang mereka butuhkan adalah penjelasan darimu untuk membuatnya memahami situasimu.

Mungkin sekarang bukan zaman Siti Nurbaya, namun orangtuamu hidup saat cerita itu ada dan terjadi nyata. Ingat jika orangtua hanya menginginkan yang terbaik untuk buah hati mereka, dan ayah dan ibumu berpikir menjodohkanmu adalah salah satu cara untuk membantumu merasa bahagia dalam hidupmu. Namun jika perjodohan ini bukan yang kamu inginkan, buat mereka mengerti dengan keputusanmu, Bela.

Baca Juga: Dilema Pernikahan: Jodoh di Tangan Tuhan atau di Tangan Orang Tua?