Dalam setiap hubungan, konflik adalah hal yang tidak bisa dihindari. Entah itu dengan pasangan, sahabat, rekan kerja, atau anggota keluarga, perbedaan pendapat pasti akan muncul. Idealnya, konflik bisa menjadi ruang untuk saling memahami dan memperbaiki diri. Namun, tidak semua orang siap menghadapi kesalahan atau menerima kritik dengan dewasa. Di sinilah pola komunikasi yang tidak sehat mulai terlihat.
Salah satu pola yang cukup sering terjadi, tapi tidak selalu disadari, adalah blame-shifting. Sekilas, perilaku ini mungkin terdengar seperti pembelaan diri biasa. Bahkan kadang dikemas dengan nada bercanda, alasan logis, atau cerita yang menyentuh.
Namun, jika diperhatikan lebih dalam, sikap ini sama saja seperti lari dari tanggung jawab. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan tentang apa itu blame-shifting sebagai berikut.
