Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Slow Fading dalam Hubungan? Ini Penjelasannya

Apa Itu Slow Fading dalam Hubungan? Ini Penjelasannya
ilustrasi slow fading (freepik.com/benzoix)
Intinya Sih
5W1H
  • Slow fading adalah cara mengakhiri hubungan dengan menarik diri secara perlahan, ditandai komunikasi berkurang dan respons yang makin datar tanpa penjelasan langsung.
  • Berbeda dari ghosting, slow fading berlangsung bertahap dan menimbulkan kelelahan emosional karena ketidakpastian serta perubahan sikap yang terasa dingin.
  • Cara menghadapi slow fading meliputi komunikasi terbuka, berhenti mengejar jawaban jika tak ada komitmen jelas, mencari dukungan sosial, dan fokus untuk move on.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat memilih untuk mengakhiri sebuah hubungan asmara, faktanya nggak semua orang mampu untuk melakukannya secara dewasa. Beberapa orang justru bersikap kurang bijak, salah satunya yakni dengan tindakan slow fading. Meski bukan cara yang tepat untuk mengakhiri hubungan, di era kencan modern saat ini, sayangnya slow fading dianggap sebagai sebuah perilaku yang ‘lumrah’.

Tapi sebenarnya, apa itu slow fading dalam hubungan?

Arti slow fading dalam hubungan

ilustrasi perempuan sedih pegang hp (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi perempuan sedih pegang hp (pexels.com/cottonbro studio)

Mengutip laman Women’s Health, pakar hubungan di Dating News, Natassia Miller, menjelaskan bahwa slow fading adalah penarikan komunikasi dan usaha secara bertahap di dalam hubungan romantis. Seseorang bisa sedikit demi sedikit bersikap kurang responsif, sampai akhirnya hubungan berakhir.

“Orang tersebut tidak menghilang sepenuhnya; sebaliknya, pesan teks mereka menjadi lebih pendek dan lebih jarang, kencan menjadi lebih jarang, dan antusiasme mereka terlihat berkurang,” ungkap Natassia.

Ia kemudian melanjutkan, “Mereka secara teknis masih 'ada,' tetapi kehadiran mereka terasa semakin hampa.”

Natassia lalu menyebut bahwa alasan seseorang menghilang secara perlahan bisa disebabkan oleh rasa takut untuk melakukan percakapan sulit, maupun penghindaran konflik. Dengan kata lain, pelaku slow fading menganggap sikap ini sebagai sebuah tanda penolakan yang ‘lebih baik,’ ketimbang penolakan secara eksplisit. Padahal, sikap ini justru jauh lebih menyakitkan, daripada komunikasi secara langsung.

Perbedaan slow fading dengan ghosting

ilustrasi perempuan dighosting (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi perempuan dighosting (pexels.com/MART PRODUCTION)

Meski tampak serupa, nyatanya slow fading tidak sama dengan ghosting. Jika ghosting diartikan ketika seseorang menghilang tanpa kabar begitu saja, tapi dalam slow fading seseorang menghilang dengan perlahan. Namun, karena prosesnya terkesan lambat dan penuh dengan ketidakpastian, slow fading justru dinilai lebih melelahkan secara emosional bagi para korban, daripada ghosting.

Tanda slow fading

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/MART PRODUCTION)

Setelah memahami apa arti slow fading dalam hubungan, kamu mungkin ingin tahu tanda-tanda dari sikap menghilang secara perlahan ini. Oleh karenanya, berikut Popbela bagikan poin-poin selengkapnya untukmu.

1. Kamu mendapat pesan lebih lama dari biasanya

ilustrasi perempuan sedih saat chatting (freepik.com/wayhomestudio)
ilustrasi perempuan sedih saat chatting (freepik.com/wayhomestudio)

Psikoterapis dan pakar hubungan, Tesa Saulmon, menyebut bahwa tanda paling utama ketika seseorang ingin menghilang perlahan dari hubungannya adalah dengan merespons pesan dengan sangat lambat. Yup, kamu mungkin melihat frekuensi berbalas chat dari pasangan yang lebih rendah daripada biasanya, kendati kalian tidak sedang bertengkar, atau punya masalah tertentu.

2. Responsnya terasa datar

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/cookie_studio)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/cookie_studio)

Nggak cuma merasakan penurunan frekuensi dalam membalas pesan, kamu juga merasa bahwa responsnya terasa datar dan minim emosi. Sebelumnya, dia mungkin terlihat antusias untuk bertanya banyak hal padamu. Tapi sekarang, dia hanya menjawab seadanya dan tampak nggak mau melanjutkan percakapan denganmu.

3. Penghindaran percakapan mendalam

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/teksomolika)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/teksomolika)

Nyatanya, pelaku slow fading dalam hubungan bakal berusaha menghindari percakapan mendalam dengan pasangannya. Yes, misalnya saat kamu ingin menyampaikan perasaan, atau membahas perihal masa depan hubungan, dia terlihat mengalihkan ke topik lain yang lebih ringan. Atau dia beralasan untuk membicarakan hal ini di lain waktu, tapi percakapan itu nggak pernah terjadi.

4. Sering membatalkan rencana

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/benzoix)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (freepik.com/benzoix)

Kalau pasanganmu seringkali membatalkan rencana, ini bisa jadi tanda lain kalau dia ingin menghilang secara perlahan. Dia mungkin berkata kalau dia sibuk dan nggak bisa menemuimu secara langsung. Hal ini umumnya dilakukan pelaku slow fading untuk mulai menciptakan jarak fisik dan emosional.

5. Kurang antusias terhadap hubungan

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/Ivan S)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/Ivan S)

Kalau sebelumnya pasangan suka menggenggam tanganmu, atau mengelus kepala, tapi sekarang nggak melakukannya lagi, dapat menjadi pertanda kalau dia ingin menurunkan kedekatan fisik denganmu. Selain itu, alih-alih antusias untuk menghabiskan waktu denganmu, dia mungkin terus memainkan ponselnya, ataupun terlihat nggak tertarik untuk menggubris obrolan.

6. Kamu merasakan perubahan prioritas 

ilustrasi perempuan sedih saat chatting (freepik.com/freepik)
ilustrasi perempuan sedih saat chatting (freepik.com/freepik)

Tanda lainnya dari slow fading yakni kamu sudah tidak lagi diprioritaskannya, Bela. Contoh, saat kamu mengajak bertemu, dia sering kali beralasan sudah punya janji dengan teman, atau rekan kantor. Padahal, dulu dia berusaha untuk menyempatkan waktu bertemu denganmu, dan kamu pun merasa menjadi prioritas untuknya.

Apa yang mesti dilakukan saat seseorang melakukan slow fading?

ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi perempuan sedih sambil pegang hp (pexels.com/RDNE Stock project)

Apabila pasanganmu tampak melakukan slow fading, tentunya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Mengutip berbagai sumber, berikut poin-poinnya:

  1. Komunikasikan kekhawatiranmu: sebelum berasumsi lebih lanjut, ada baiknya untuk membicarakan terkait perubahan sikapnya. Kamu bisa katakan padanya bahwa kamu ingin memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jika dia bersikap defensif, sampaikan kalau kamu ingin mendapatkan kejelasan.

  1. Berhenti meminta jawaban: jika konteks hubunganmu dengan pelaku slow fading belum resmi menjadi pasangan kekasih, cobalah berhenti untuk terus mengejar dan mencari jawaban atas sikapnya. Sebaiknya, lakukan hal yang sama dengannya, yakni dengan menjauh secara perlahan, dan fokuslah kepada dirimu sendiri.

  1. Kelilingi diri dengan orang-orang suportif: saat seseorang melakukan slow fading, penting untuk mengelilingi diri dengan sistem pendukung yang baik. Ini akan membantumu untuk merasa aman dan terlindungi dalam situasi yang tidak pasti.

  1. Move on: jalan terakhir ketika menghadapi seseorang yang menghilang secara perlahan adalah move on. Karena, kamu nggak perlu bertanya-tanya terlalu lama mengenai sikapnya yang membingungkan dan membuatmu terluka.

So, setelah memahami apa itu slow fading dalam hubungan, semoga kamu bisa mengantisipasi perilaku ini dengan lebih baik ya, Bela.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More