Rasa takut hubungannya tidak disetujui: seseorang bisa 'menyembunyikan' pasangannya lantaran mempunyai rasa takut jika hubungannya tidak disetujui. Pelaku merasa khawatir apabila keluarga, atau teman terdekat merasa kurang sreg dengan pasangan pilihannya.
Merasa kurang yakin atas masa depan hubungan: ketika seseorang melakukan pocketing, bisa jadi karena ia sebenarnya nggak yakin dengan keberlangsungan hubungan tersebut. Yang pada akhirnya membuat si pelaku ragu untuk mengenalkannya pada orang-orang terdekat.
Punya masalah terkait komitmen: seseorang yang sulit berkomitmen juga rentan melakukan pocketing di dalam hubungannya. Sebab, dengan cara ini pelaku bisa tetap membuka opsi untuk mendekati sosok lainnya yang dianggap lebih baik baginya.
Takut salah memilih pasangan: perasaan takut salah jika pasangan bukanlah yang terbaik pun bisa jadi alasan lainnya. Yup, pelaku mungkin berpikir apakah pasangannya benar-benar cocok untuk berada di dalam kehidupan, maupun lingkungan sosialnya, atau tidak.
Trauma hubungan sebelumnya: ketika seseorang punya kisah cinta yang menyakitkan di masa lalu, seseorang bisa lebih berhati-hati untuk nggak mengenalkan pasangannya saat ini ke lingkungan terdekat. Apalagi kalau mantan pasangan di masa lalu sudah sangat familier di dalam keluarga dan pertemanannya.
Apa Itu Pocketing dalam Hubungan? Istilah Tren Kencan yang Toxic!

- Pocketing adalah perilaku dalam hubungan ketika seseorang sengaja menyembunyikan pasangannya dari keluarga atau teman dekat, sehingga hubungan tampak dirahasiakan.
- Tindakan ini bisa muncul karena rasa takut tidak disetujui, kurang yakin terhadap masa depan hubungan, trauma masa lalu, atau masalah komitmen pribadi.
- Cara menghadapinya meliputi komunikasi terbuka, membahas keterbukaan hubungan secara jujur, serta mengevaluasi kembali jika pasangan menolak untuk mengakui keberadaanmu.
Dalam dunia kencan modern, kamu mungkin sudah cukup familier dengan berbagai istilah tren percintaan. Misalnya ghosting, situationship, atau breadcrumbing. Tapi, bagaimana dengan pocketing, apakah kamu sudah tahu arti dari istilah ini dalam hubungan, Bela?
Meski tidak sepopuler istilah lain yang disebutkan sebelumnya, pocketing nyatanya cukup umum terjadi di era dating saat ini, lho. Istilah ini bahkan disebut sebagai salah satu tren kencan yang toxic.
Lantas, apa itu pocketing dalam hubungan?
Arti pocketing dalam hubungan

Melansir laman Psychology Today, pocketing merupakan salah satu istilah kencan modern yang diartikan ketika seseorang enggan memperkenalkan pasangannya kepada lingkaran terdekat, seperti keluarga, ataupun sahabatnya. Dengan kata lain, pelaku pocketing menjaga agar hubungan asmaranya tetap dirahasiakan.
Seringkali korban dari tindakan ini merasakan isu kepercayaan, kebingungan, dan ketidakpastian mengenai hubungannya. Alhasil, hal ini bisa berdampak buruk tak hanya bagi kestabilan hubungan, melainkan juga kesejahteraan emosional.
Mengapa seseorang melakukan pocketing?

Nyatanya, ada berbagai alasan yang mendasari seseorang melakukan pocketing. Mengutip laman Marriage, berikut poin-poinnya:
Tanda seseorang melakukan pocketing

Untuk memahami tanda pocketing di dalam hubungan, di bawah ini Popbela bagikan beberapa poin selengkapnya untukmu. Harapannya semoga kamu bisa mengantisipasi perilaku ini dengan lebih baik. Scroll terus!
1. Nggak mengenalkanmu pada keluarga atau teman terdekat

Tanda pertama yang paling jelas saat seseorang melakukan pocketing ialah nggak kunjung mengenalkanmu pada lingkaran terdekatnya. Yes, bahkan ketika kalian sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu yang lama, dia tetap terlihat nggak memiliki rencana untuk membawamu bertemu keluarga, ataupun sahabat dekatnya.
2. Punya banyak alasan untuk nggak mengenalkanmu

Saat kamu bertanya alasan mengapa dia nggak kunjung mengenalkanmu pada orang-orang terdekatnya, dia mungkin memberikan banyak alasan. Seperti kesibukan yang dimiliki keluarga, atau belum saatnya. Tapi kalau hubungan yang kalian rajut telah berjalan cukup lama, tentu sudah semestinya ia mengenalkanmu kepada keluarga, atau sahabat dekatnya, bukan?
3. Enggan mengunggah kebersamaan di sosial media

Selanjutnya, dia nggak pernah mengunggah foto bersamamu di akun sosial medianya. Walaupun nggak semua orang mesti memamerkan foto pasangan lewat sosial media, tapi seseorang yang melakukan pocketing terasa begitu merahasiakan hubungannya denganmu. Sikapnya ini mungkin jadi membuatmu bertanya-tanya dan menimbulkan krisis kepercayaan dengannya.
4. Tidak pernah menegaskan status hubungannya

Baik itu secara langsung atau melalui sosial media, pelaku pocketing nggak pernah menegaskan status hubungannya kepada siapa pun, Bela. Alih-alih mengaku sudah mempunyai pasangan, dia mungkin mengelak untuk membahasnya, atau mengatakan kalau dia masih berstatus single saat ini.
5. Selektif dalam menentukan waktu dan tempat kencan

Jika pasanganmu tampak menyembunyikanmu dari orang-orang terdekatnya, dia mungkin bersikap selektif saat hendak menentukan waktu dan lokasi untuk kalian berkencan. Misalnya, mengajakmu di luar hari libur, atau pergi ke tempat-tempat yang kurang umum. Ini menandakan kalau dia kemungkinan nggak mau tiba-tiba berpapasan dengan orang-orang yang ia kenal.
Cara menghadapi seseorang yang melakukan pocketing

Untuk menghadapi seseorang yang melakukan pocketing kepadamu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Melansir laman Pure Wow, ini dia poin-poinnya:
Komunikasikan secara jelas: kalau kamu merasa tengah disembunyikan oleh pacarmu, hal pertama yang mesti kamu lakukan ialah dengan mengkomunikasikannya. Pakar kencan dari aplikasi Plenty Of Fish, Rachel DeAlto pun menegaskan bahwa komunikasi secara jujur dan terbuka adalah kuncinya. Rachel menyarankan untuk turut membahas mengenai harapan dalam keberlangsungan hubungan.
Bicarakan tentang keterbukaan hubungan: berikutnya, kamu bisa bicarakan jangka waktu yang tepat untuk terbuka dan saling mengenalkan satu sama lain kepada lingkungan terdekat. Selain itu, pastikan jika waktu yang kalian sepakati membuat kalian nyaman, alih-alih tertekan. Apabila dibutuhkan, kalian juga bisa tentukan jangka waktu yang berbeda.
Evaluasi hubungan: apabila dia memberikan respon yang kurang menyenangkan ketika kamu berusaha mengkomunikasikan kekhawatiranmu, inilah saatnya untuk menilai kembali hubunganmu. Apalagi kalau dia sampai mengecilkan perasaan dan kebutuhanmu untuk diakui dalam hubungan, sudah jelas bahwa ini adalah salah satu tanda bahaya, dan menunjukkan jika dia bukanlah sosok yang tepat untukmu.
So, dari penjelasan di atas, semoga kamu sudah bisa lebih memahami apa itu pocketing dalam hubungan ya, Bela.


















