Fingering adalah salah satu aktivitas foreplay saat berhubungan intim dengan cara memasukkan jari ke vagina. Metode fingering ini akan memberikan sensasi menyenangkan dan merangsang perempuan untuk lebih siap menerima penetrasi. Namun, bolehkah fingering dalam hubungan seksual? 

Sebenarnya, fingering dalam berhubungan seks aman-aman saja dilakukan, asalkan kedua pasangan sama-sama setuju dan nyaman melakukannya. Akan tetapi, kamu harus memastikan bahwa jari pasanganmu dalam keadaan bersih sebelum melakukan fingering. Untuk itu, yuk ketahui dulu 5 hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan fingering saat berhubungan seks. 

1. Kebersihan jari-jari tangan

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 KuncinyaUnsplash.com/Malvestida Magazine

Kebersihan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan fingering. Pastikan jari-jari tangan pasanganmu bersih dari segala kotoran sebelum memasukannya ke dalam vaginamu. Jari yang kotor bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri, kuman, dan sumber penyakit lainnya. 

Membersihkan tangan dengan hand sanitizer sebelum melakukan fingering juga bukan jaminan bahwa jari sudah cukup bersih. Meski mengandung bahan kimia yang diklaim dapat menghilangkan bakteri di tangan, tapi hand sanitizer nggak diperuntukkan bagi kegiatan seks. Untuk lebih amannya, sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan air terlebih dahulu, ya. 

2. Potong kuku

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 Kuncinyaunsplash.com/Sharon McCutcheon

Jangan melakukan fingering dengan kuku yang panjang dan belum dipotong. Kuku yang panjang biasanya akan lebih tajam dan bisa menyebabkan vagina terluka dan terjadi iritasi saat melakukan stimulasi seksual lewat fingering. Laki-laki sudah semestinya memotong kuku, jangan biarkan kuku panjang apalagi sampai hitam. Kuku panjang dan kotor menyimpan banyak kuman yang dapat berbahaya bagi vagina. 

3. Jangan mengenakan aksesori

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 KuncinyaUnsplash.com/Charles

Sebaiknya, jangan mengenakan aksesori seperti cincin saat melakukan fingering. Pasalnya, bisa saja di sekitar cincin yang melingkar di jari tangan itu, tersembunyi berbagai bakteri yang nggak hilang jika hanya dicuci dengan air dan sabun. Maka dari itu, lebih baik lepaskan segala aksesori saat melakukan fingering agar lebih aman, ya. 

4. Perhatikan ritmenya

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 KuncinyaUnsplash.com/Charles

Sama halnya dengan penetrasi, melakukan fingering juga perlu memperhatikan ritme dan kecepatan. Komunikasi antar pasangan adalah hal yang penting dalam aktivitas seksual ini. Nggak perlu malu, utarakan saja seperti apa ritme fingering yang membuatmu nyaman. Jangan sampai vaginamu jadi lecet karena ritme yang terlalu cepat. Untuk jumlah dan jari mana saja yang digunakan, lakukanlah senyaman kalian. 

5. Kuncinya ada di komunikasi

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 KuncinyaUnsplash.com/Timothy Meinberg

Pada akhirnya, kunci mencapai kepuasan maksimal saat melakukan hubungan intim maupun fingering ada pada naluri dan insting terhadap pasangan. Jangan terpaku pada teori saja, tapi perbanyak komunikasi dengan pasangan. Bicarakan setiap gerakan baru dalam foreplay kalian. Apakah kalian sama-sama menyukainya? Bagaimana dengan tekanan dan kecepatannya? Apakah menurutmu sudah sesuai atau belum? 

Risiko yang bisa terjadi saat fingering

Bolehkah Fingering dalam Hubungan Seksual? Ini 5 KuncinyaUnsplash.com/Velizar Ivanov

Fingering merupakan salah satu kegiatan seks yang berisiko rendah dengan penyakit menular seksual. Meski begitu, bukan berarti fingering itu bebas dari risiko dan penyakit lainnya, lho. Ini dia beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika melakukan fingering.  

  1. Iritasi vagina. Jari yang masuk dapat menyebabkan gesekan yang dapat membuat iritasi pada vagina. Jari yang kotor juga bisa menyalurkan bakteri pada vagina sehingga membuat organ intim perempuan ini terasa gatal, kemerahan, dan membengkak.
  2. Luka dan pendarahan. Vagina memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan kulit tangan. Saat jari masuk ke vagina, kuku jari bisa menggores kulit vagina sehingga dapat menyebabkan luka dan pendarahan.
  3. Ada kemungkinan untuk hamil. Fingering juga berisiko dapat menyebabkan kehamilan, meski kemungkinannya kecil. Hal ini bisa terjadi jika jari yang dimasukkan ke dalam vagina sebelumnya menyentuh sperma dan belum dibersihkan. 

Kalau kamu bertanya, "Bolehkah fingering dalam hubungan seksual?" maka jawabannya boleh. Namun, selalu perhatikan kebersihan dan kenyamanan supaya vaginamu nggak mengalami iritasi akibat bakteri yang masuk, ya.

Baca Juga: 7 Cara Merangsang Klitoris yang Membuat Perempuan Orgasme