Malam pertama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh pengantin baru. Pada malam inilah, pengantin baru bisa menghabiskan waktu berdua dalam kamar untuk pertama kalinya dan sudah sah untuk melakukan banyak hal, termasuk berhubungan intim. Namun ternyata ada banyak mitos di luar sana yang menyebabkan perasaan pengantin baru berkecamuk karena nggak sesuai dengan ekspektasi, salah satunya adalah rasa nyeri yang dirasakan wanita saat berhubungan intim.

Rasa nyeri yang timbul saat berhubungan intim pada malam pertama memang bisa dilihat dari dua sisi, yaitu dari sudut pandang medis dan psikologis. Adanya infeksi pada bagian organ intim atau penyakit lain bisa membuat sesi bercinta menjadi nggak nyaman, tapi ada hal lain yang bisa menyebabkan malam pertama terasa begitu sakit sehingga membuat wanita sedikit trauma. Apa saja?

Sakit, Ini 5 Kesalahan Pengantin Baru pada Malam Pertama

Seks merupakan interaksi paling intim antara dua manusia. Seks menggabungkan antara kenikmatan fisik dan hubungan emosional dengan pasangan. Namun bagi pengantin baru, seks merupakan hal yang baru. Wajar jika kedua mempelai merasakan gugup bahkan khawatir.

Padahal, hubungan intim perlu dilakukan dengan pikiran yang rileks. Jika pikiran sudah stres karena memikirkan reaksi pasangan atau rasa takut nggak bisa memuaskan pasangan, maka hubungan seksual pun jadi nggak nyaman.

Sakit, Ini 5 Kesalahan Pengantin Baru pada Malam Pertama

Istilah ‘malam pertama’ memang lekat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada malam pertama setelah sah menjadi suami istri. Maka banyak pengantin baru yang berpikir bahwa hubungan seksual harus dilakukan pada malam setelah menikah. Padahal, bisa saja kamu dan pasangan merasa kelelahan setelah menggelar resepsi sehingga nggak sanggup untuk melakukan aktivitas ranjang ini. Jika disuruh memilih, mungkin kamu lebih memilih untuk tidur.

Ketika kondisi tubuh dan psikis lelah, maka aktivitas bercinta terasa nggak maksimal. Kalau tubuh belum siap, maka nggak ada salahnya untuk menunda ‘malam pertama’ kalian di hari berikutnya. Karena jika dipaksakan, nggak menutup kemungkinan kamu dan pasangan akan melakukannya dengan persiapan yang kurang sehingga berakhir dengan rasa sakit.

Sakit, Ini 5 Kesalahan Pengantin Baru pada Malam Pertama

Pengetahuan tentang seks memang sudah banyak ditemui, tapi bagi beberapa orang, mereka masih enggan untuk mencari tahu secara mandiri bagaimana cara memulai hubungan intim. Ketika malam pertama tiba, yang ada hanya saling berdiam diri dan merasa kikuk karena bingung harus berbuat apa.

Di negara-negara di mana pendidikan seksnya tergolong rendah, masih ada orang yang kurang memahami bagaimana memulainya, bahkan nggak tahu bagaimana ‘membuat anak’. Menjelang menikah, nggak ada salahnya untuk mencari tahu tentang foreplay, intercourse dan after play sehingga hubungan seks menjadi rileks, menyenangkan dan meminimalisir rasa sakit.

Sakit, Ini 5 Kesalahan Pengantin Baru pada Malam Pertama

Banyak orang yang meyakini bahwa inti dari sebuah hubungan intim adalah intercourse atau penetrasi. Meski nggak sepenuhnya salah, namun sebagian besar waktu yang dihabiskan untuk bercinta sebenarnya terletak pada foreplay atau permulaan. Saat foreplay, satu sama lain saling menggoda, memberikan sentuhan, bisikan dan ciuman yang merangsang sehingga organ intim siap untuk melakukan penetrasi. Tanda bahwa wanita sudah siap adalah organ intim sudah menghasilkan pelumas alami sehingga meminimalisir rasa sakit saat penetrasi.

Sayangnya, masih banyak pengantin baru yang melihat foreplay sebagai ‘basa-basi’ yang nggak terlalu dibutuhkan dan nggak perlu dilakukan dengan waktu yang lama. Padahal, foreplay yang memuaskan dan dilakukan dengan durasi yang cukup merupakan kunci dari hubungan seksual yang menyenangkan. Faktanya, wanita membutuhkan foreplay lebih lama dari pria untuk membuat dirinya benar-benar siap. Jika belum siap, maka rasa sakit saat penetrasi nggak bisa dihindari.

Sakit, Ini 5 Kesalahan Pengantin Baru pada Malam Pertama

Ketika sudah menjadi suami istri, maka seharusnya nggak ada hal yang ragu untuk dibicarakan, termasuk hubungan intim yang bisa meningkatkan keharmonisan. Tapi, jika belum terbiasa berbicara tentang seks atau masih bingung menghadapi pasangan di ranjang, maka keinginan memberikan inisiatif pun juga harus dipendam dalam-dalam.

Padahal, memberikan inisiatif tentang bagaimana kamu suka diperlakukan atau bagian tubuh mana yang paling suka disentuh bisa memudahkan pasangan saat foreplay. Artinya, berinisiatif juga memudahkan kamu untuk merasa siap sehingga rasa sakit bisa dikurangi. Inisiatif ini bisa dilakukan oleh suami kepada istri atau sebaliknya.

Satu lagi, kamu bisa membangun mood yang tepat dengan menyulap kamar menjadi romantis seperti lampu temaram, lagu yang seksi dan wewangian yang bisa membangkitkan gairah supaya malam pertama berjalan lancar. Selamat mencoba ya, Bela.

BACA JUGA: Kamu Percaya Tidak? Ini Nih 9 Mitos Soal Malam Pertama yang Ternyata Salah Besar​