Kenali Jenis Kekerasan Seksual dan Cara Menghadapinya

Dengan mengetahuinya, kita bisa melindungi diri!

Kenali Jenis Kekerasan Seksual dan Cara Menghadapinya

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Kekerasan seksual masih menjadi ketakutan terbesar bagi semua orang, terutama kaum perempuan. Berbagai dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental pun selalu menghantui korban kekerasan seksual.

Menurut World Health Organization (WHO), kekerasan seksual meliputi segala perilaku yang menyasar seksualitas atau organ seksual seseorang dengan unsur paksaan bahkan ancaman.

Sayangnya, pelaku kekerasan seksual tidak terbatas oleh gender dan hubungan dengan korban. Artinya, tindakan berbahaya ini bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan, serta dilakukan pada siapapun termasuk orangtua, saudara, teman, hingga pasangan sendiri.

Sebagai seorang perempuan, kita harus bisa melindungi diri serta mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual, termasuk dari pasangan. Untuk itu, yuk kenali jenis kekerasan seksual dalam hubungan serta cara menghindarinya!

1. Jenis dan bentuk kekerasan seksual, bisa terjadi di sekitar kita

Kekerasan seksual merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan segala tindakan seksualitas yang mengandung unsur pemaksaan. Cakupan kekerasan seksual pun luas serta tidak terbatas oleh gender.

Menurut Komnas Perempuan, setidaknya ada 15 perilaku yang bisa dikelompokkan sebagai bentuk kekerasan seksual, antara lain:

  • Perkosaan
  • Intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan
  • Pelecehan seksual
  • Eksploitasi seksual
  • Perdagangan perempuan untuk tujuan seksual
  • Prostitusi paksa
  • Perbudakan seksual
  • Pemaksaan perkawinan, termasuk cerai gantung
  • Pemaksaan kehamilan
  • Pemaksaan aborsi
  • Pemaksaan kontrasepsi seperti memaksa tidak mau menggunakan kondom saat berhubungan dan sterilisasi
  • Penyiksaan seksual
  • Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual
  • Praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan (misalnya sunat perempuan)
  • Kontrol seksual, termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama.

2. Kekerasan seksual dalam hubungan sebagai salah satu bentuk dating violence

Kekerasan seksual dapat dilakukan oleh siapapun, kapan pun, dan di mana pun, maka hal ini tidak menutup kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual dalam hubungan. Bahkan, hal ini cenderung berbahaya karena korban seringkali merasa takut atau segan untuk melaporkan pasangannya sendiri.

Kekerasan seksual dalam hubungan termasuk sebagai salah satu bentuk dari dating violence (kekerasan dalam hubungan pacaran). Adapun bentuk lain dari dating violence meliputi kekerasan fisik, verbal, emosional hingga ekonomi.

Salah satu tindakan kekerasan seksual dalam hubungan ialah pasangan sering memaksa berciuman, berhubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya tanpa persetujuanmu. Bahkan, paksaan untuk melakukan aborsi juga termasuk ke dalamnya.

Tak hanya itu, bila pasangan sering kali mengancam akan menyebar foto telanjang saat kamu tidak menuruti permintaannya untuk berhubungan seks, maka hal tersebut juga dapat dikatakan sebagai tindakan kekerasan seksual dalam hubungan.

Dalam pernikahan, kekerasan seksual pun bisa terjadi. Contohnya adalah marital rape atau perkosaan dalam pernikahan, yaitu pemaksaan hubungan seks tanpa consent atau persetujuan dari salah satu pihak.

Meski terjadi, perkosaan dalam pernikahan kerap kali tidak dilaporkan, karena korban merasa malu, takut, atau bahkan tidak menyadari dirinya mengalami kekerasan seksual. Sama seperti kekerasan seksual lainnya dalam hubungan, perkosaan dalam pernikahan juga bisa memberikan dampak negatif, baik pada fisik maupun psikis korban.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here