Tahukah kamu bahwa 45% perempuan di Eropa pernah mengalami pelecehan seksual? Tinggal di negara maju nyatanya nggak menjamin kita aman untuk menetap disana. Mengejutkannya lagi, hasil survei yang dilansir dari Newsweek, melihat area dada saat berbicara nggak dianggap sebagai bentuk pelecehan seksual.

Survei pendapat yang dilakukan oleh The YouGov Poll muncul setelah terungkapnya pelecehan seksual yang dilakukan oleh produser film, Harvey Weinstein. Meski penelitian ini hanya dilakukan di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, Finlandia dan Norwegia, nyatanya hasil penelitian menunjukan hal yang menyebalkan.

Miris, Ini Hasil Survei tentang Pelecehan Seksual di Eropathevideosuite.com

Berdasarkan hasil survei tersebut, hanya 26% orang Denmark dan 29% orang Jerman yang menganggap bahwa melihat area dada perempuan saat berbicara merupakan pelecehan seksual. Hal ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan orang Inggris sebesar 50%, Prancis sebesar 51% dan Finlandia sebesar 41% yang menganggap hal tersebut nggak patut dilakukan. Anehnya, hanya 36% perempuan Jerman dan 22% pria yang menganggap bahwa lawan bicara yang melihat area dada saat berbicara merupakan pelecehan seksual.     

Bukan hanya dari sikap bicara, ternyata hanya 17% orang Denmark yang menganggap bahwa melontarkan lelucon yang mengandung unsur seksual pada perempuan merupakan pelecehan seksual di saat lebih dari 75% orang Jerman yang menganggap bahwa humor kekerasan sangat dilarang. Meski begitu, 70% orang Inggris dan Finlandia mengatakan bahwa lelucon vulgar merupakan ide yang buruk dan 57% orang Perancis menganggap bahwa humor tersebut melanggar norma sosial. 

Miris, Ini Hasil Survei tentang Pelecehan Seksual di Eropamoney.cnn.com/Max Pepper

Meski orang Eropa dikenal dengan gaya hidup liberal terhadap seks, nyatanya 97% dari mereka menganggap bahwa memotret rok perempuan atau memaksanya untuk berhubungan seksual merupakan pelanggaran dan pelecehan bagi perempuan. Di sisi lain, kebanyakan negara mengganggap bahwa mengajak berkencan atau mengedipkan mata bukanlah sebuah bentuk pelecehan seksual. 

Perlu diingat, polling ini nggak berarti mencerminkan hal yang sama di Indonesia. Apalagi negara kita masih menjunjung tinggi nilai ketimuran. Saat berbicara, kita tentu ingin lawan bicara menatap ke arah mata dan fokus mendengar apa yang kita bicarakan. Kamu juga berhak menegur secara halus bila merasa nggak nyaman dengan tatapan lawan bicara yang menuju ke bagian tubuh tertentu lho, Bela!

Baca Juga: Sebut Korban Pelecehan Seksual Itu 'Lemah', Lindsay Lohan Minta Maaf