Rambut atau bulu halus di sekitar kemaluan menjadi penanda dari pubertasnya seseorang. Pasalnya, salah satu alasan krusial rambut kemaluan hadir adalah sebagai pelindung vagina dari bakteri. Selain itu, rambut kemaluan juga bisa memberikan kehangatan pada Miss V kamu. Jadi, nggak salah kalau rambut kemaluan disebut-sebut memiliki sejumlah manfaat.

Akan tetapi, sejumlah desas-desus aneh beredar di masyarakat perihal rambut kemaluan. Padahal, semua itu hanyalah mitos belaka, malahan ada yang tidak masuk akal sama sekali. Untuk itu, simak beberapa mitos tentang rambut kemaluan yang mulai sekarang nggak boleh kamu percaya! Di antara mitos-mitos ini, apakah kamu pernah mendengarnya juga nggak, Bela?

1. Vagina tidak bersih kalau menumbuhkan rambut kemaluan

6 Mitos tentang Rambut Kemaluan Perempuan yang Sering DipercayaRefinery29.com

Banyak orang yang berpikiran bahwa vagina akan menjadi kotor jika kamu menumbuhkan rambut kemaluan. Padahal, mitos itu tidak benar, demikian dilansir dari Cosmopolitan. Semua perempuan berhak memilih mau mencukur rambut kemaluannya atau tidak.

Tapi, jika orang berpikir rambut kemaluan membuat vagina jadi tidak higienis, itu salah karena mereka berperan sebagai penghalang alami. 

2. Rajin memelihara rambut kemaluan akan membuat laki-laki membencimu

Melansir India Times, salah satu mitos tentang bulu kemaluan yang banyak orang percaya adalah perempuan akan dibenci pasangannya apabila menumbuhkan rambut kemaluan. Nyatanya, survei membuktikan kalau laki-laki sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Beberapa laki-laki justru senang ketika melihat rambut kemaluan perempuannya.

3. Rambut kemaluan sebabkan nafsu seks hilang

6 Mitos tentang Rambut Kemaluan Perempuan yang Sering DipercayaRefinery29.com

Ketika kamu sedang berhubungan seks dengan pasangan kamu, rambut kemaluan akan mengacaukannya. Sebab, sensasi bercinta yang kamu rasakan jadi berkurang apabila kamu menumbuhkan bulu kemaluan.

Tenang, ini juga hanyalah mitos, setidaknya untuk sebagian orang. Karena memang ada beberapa perempuan yang merasa lebih puas ketika berhubungan seks tanpa punya rambut kemaluan di sekitar vaginanya. Pun demikian dengan laki-laki. Jadi, hal ini tergantung pada pribadi masing-masing. 

4. Semakin lebat rambut kemaluan, maka semakin besar nafsu seks perempuan

Bela, apakah kamu pernah mendengar ungkapan ini sebelumnya? Mitos ini datang dari seorang penulis Belanda bernama Levinus Lemnius. Dia pernah menyuarakan bahwa perempuan yang memiliki rambut kemaluan panjang, maka perempuan tersebut akan semakin mudah tergugah berahinya. Mitos ini tentu tidak benar. Anehnya, banyak orang yang percaya dengan mitos ini.

5. Rambut kemaluan tidak akan pernah berhenti tumbuh

6 Mitos tentang Rambut Kemaluan Perempuan yang Sering Dipercayaglamour.co.uk

Kebayang nggak sih kalau bulu kemaluan kamu bakal memanjang terus seperti rambutmu? Wah, pasti akan sulit banget merawatnya, bukan? Nah, banyak orang yang percaya kalau hal tersebut memungkinkan sehingga rambut kemaluan tidak akan pernah berhenti tumbuh mau sepanjang apa pun juga.

Lagi-lagi, itu hanyalah mitos. Rambut kemaluan akan berhenti tumbuh ketika sudah mencapai batas maksimalnya. Memang sih, setiap orang memiliki batas tumbuhnya masing-masing, namun biasanya rambut kemaluan akan berhenti tumbuh ketika sudah mencapai panjang sekitar 1,27 sampai 5,08 sentimeter.

6. Warna rambut kemaluan tetap sama dengan warna rambut kepala

Mitos ini juga populer di kalangan masyarakat. Banyak yang mengatakan kalau rambut kemaluan seseorang memiliki warna yang sama dengan warna rambut kepalanya. Kendati begitu, Wendy Askew dari Insitute for Women's Health menepis rumor miring tersebut.

Menurutnya, itu sama sekali tidak benar. Akan lebih akurat kalau kamu melihat warna alis seorang perempuan. Nah, barulah kamu bisa memastikan warna rambut kemaluannya. Kalau kamu sendiri pernah mendengar mitos ini nggak sih, Bela?

Itulah mitos-mitos mengenai rambut kemaluan yang kerap dipercaya, padahal tidak demikian. Kamu pernah percaya salah satunya?

Disclaimer: Artikel ini sudah diterbitkan di laman IDN Times dengan judul "Tak Masuk Akal, Ini 6 Mitos Bulu Kemaluan Wanita yang Sering Dipercaya"

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Mencukur Bulu Kemaluan