Tidak ada pasangan suami istri yang sempurna di dunia ini. Masing-masing orang tentu memiliki kekurangan dan aibnya sendiri. Karena itu, baik suami maupun istri harus saling menjaga satu sama lain dan tidak menceritakan aib pasangannya kepada orang lain.

Memang, tidak ada rumah tangga yang selalu berjalan tenang tanpa masalah. Pertengkaran antara pasangan suami istri pasti selalu ada di dalamnya. Ada yang mampu melewatinya dengan baik, tapi ada juga yang justru membuat rumah tangga hancur. Salah satu faktor retaknya rumah tangga adalah pasangan yang tak bisa menjaga mulutnya menutupi kekurangan satu sama lain. 

Lantas, apa hukum menceritakan aib pasangan ke orang lain dalam ajaran agama Islam? Yuk, simak selengkapnya supaya hal ini tak membahayakan kehidupan rumah tanggamu dengan pasangan.

1. Menceritakan aib pasangan sangat dilarang dalam Islam

Hati-Hati, Ini Hukum Menceritakan Aib Pasangan ke Orang LainPexels.com/Rodnae Production

Sejatinya, pasangan suami istri harus saling menjaga dan menutupi kekurangan satu sama lain. Hukum menceritakan aib pasangan ke orang lain sangat dilarang dalam Islam. Bahkan kepada orang terdekat sekalipun, seperti keluarga, kita harus menutup rapat-rapat aib pasangan dari mereka. Perlu diketahui, menceritakan aib pasangan adalah perbuatan maksiat dan kelak pelakunya akan dimasukkan di tempat paling buruk.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عن أَبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيّ قال : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ ، وَتُفْضِي إِلَيْهِ ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seorang suami yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.” (HR. Muslim)

2. Menceritakan aib pasangan termasuk pengkhianatan

Hati-Hati, Ini Hukum Menceritakan Aib Pasangan ke Orang LainPexels.com/Rodnae Production

Ketika sudah menjadi suami istri, kita harus menjaga satu sama lain dan mau sama-sama menjaga amanah untuk menutupi kekurangan satu sama lain. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa menceritakan aib pasangan termasuk pengkhianatan paling besar. Untuk itulah, kita perlu benar-benar menjaga diri agar tidak melanggarnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَمَانَةِ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ، وَتُفْضِي إِلَيْهِ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya termasuk (pelanggaran) amanah terbesar di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, lalu dia menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim)

3. Mendapat ancaman besar di hari kiamat

Hati-Hati, Ini Hukum Menceritakan Aib Pasangan ke Orang LainPexels.com/Cottonbro

Menjalani bahtera rumah tangga memang tak pernah mulus-mulus saja tanpa pertengkaran. Namun, bukan berarti saat bertengkar kita diperbolehkan untuk mengumbar aib pasangan ke orang lain. Tak main-main, orang yang tidak bisa menjaga mulutnya menutupi kekurangan pasangan bahkan mendapat ancaman yang cukup mengerikan di hari kiamat nanti. 

Diriwayatkan dari Abu Qatadah, Rasulullah bersabda,

مَنْ قَعَدَ عَلَى فِرَاشِ مَغِيبَةٍ قَيَّضَ الله لَهُ ثُعْبَاناً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Orang yang merumpi membuka aib pasangannya, Allah akan mengikatnya dengan ular besar di hari kiamat nanti.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan,

مثل الذي يجلس على فراش المغيبة مثل الذي ينهشه أسود من أساود يوم القيامة

“Perumpamaan orang yang merumpi membuka aib pasangannya itu seperti orang yang digigit beberapa ular hitam pada hari kiamat nanti.” (HR. Thabrani)

4. Suami istri diibaratkan pakaian yang saling menutupi

Hati-Hati, Ini Hukum Menceritakan Aib Pasangan ke Orang LainPexels.com/Yan Krukov

Allah menjodohkan sepasang laki-laki dan perempuan dalam pernikahan untuk saling menutupi satu sama lain. Bahkan, pasangan diibaratkan pakaian yang sepatutnya berfungsi untuk saling menutupi dan saling menjaga.

Oleh karena itu, menyimpan aib pasangan yang tidak seharusnya diumbar pada orang lain merupakan suatu hal yang sangat penting, demi menjaga rumah tangga tetap harmonis. Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 187 Allah Ta’ala berfirman,

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

“Mereka (istri-istrimu) adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187)

5. Sebaik-baiknya manusia ialah yang menutupi aib saudaranya

Hati-Hati, Ini Hukum Menceritakan Aib Pasangan ke Orang LainPexels.com/Yan Krukov

Suami istri yang membangun rumah tangga dalam ketaatan kepada Allah tentu tak akan berani membuka aib pasangannya pada orang lain. Aib orang lain saja Allah perintahkan untuk ditutupi, apalagi aib seseorang yang sudah menjadi pasangan hidupnya, tentu harus tetap dijaga kemuliaannya.

Ketika mendapati kekurangan pada pasangan, seharusnya itu semua dibicarakan dari hati ke hati hanya dengan pasangan, bukan diumbar pada orang lain. Sebab, Allah telah berjanji akan ada ganjaran baik bagi umat-Nya yang menutup aib saudaranya.

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang hukum menceritakan aib pasangan ke orang lain. Semoga kita dapat senantiasa menutupi kekurangan pasangan satu sama lain, ya.

Baca Juga: Ini Hukum Istri Mendiamkan Suami Saat Bertengkar

Baca Juga: Hukum Melakukan Seks Anal dalam Agama Islam

Baca Juga: Kenali Hukum Pelakor dalam Ajaran Islam, Ternyata Dilarang Keras!