Pernikahan Arden dan Chris nggak lancar-lancar saja, Bela. Mereka juga sempat menghadapi cobaan pernikahan. Empat koper yang berisi busana pernikahan mereka sempat hilang dalam perjalanan ke Florence. Arden pun menangis karena berpikir pernikahan mereka akan berantakan, tapi berkat bantuan dari villa tempat pernikahan keduanya, semuanya kembali tepat pada waktunya.
“Kalau dipikir-pikir lagi, sungguh luar biasa betapa banyak rintangan yang muncul bahkan sebelum perayaan dimulai. Maskapai penerbangan kami kehilangan keempat koper yang kami titipkan dalam perjalanan ke Florence—termasuk tuksedo pesanan khusus milik suami saya, hanbok kami, dan pakaian tradisional untuk upacara pyebaek Korea kami.
Saya ingat saat itu duduk sambil menangis, berpikir bahwa akhir pekan pernikahan kami sudah hancur berantakan. Untungnya, berkat bantuan luar biasa dari Villa Cora, kami berhasil mendapatkan kembali semuanya tepat pada waktunya,” cerita bintang berzodiak Leo itu.
Lega dari koper, muncul lagi tantangan lain di mana penerbangan keluarga Christopher tertunda dan akhirnya dibatalkan. Arden kembali cemas karena keluarga Christopher adalah inti dari upacara pyebaek. Untungnya, mereka berhasil sampai dengan selamat di venue. Upacara tersebut pun berpindah jadwal di malam hari, namun berlangsung dengan lebih intim dan istimewa.
“Untuk sementara, kami benar-benar khawatir mereka mungkin tidak bisa hadir di pernikahan. Kami sangat cemas karena upacara pyebaek tradisional Korea kami berpusat pada penghormatan kepada orang tua pengantin laki-laki. Untungnya, mereka tiba dengan selamat, dan kami hanya memindahkan upacara tersebut menjadi perayaan tengah malam yang indah, yang pada akhirnya terasa lebih intim dan istimewa,” tuturnya.
Tak cukup sampai di situ, di hari pernikahan mereka, Florence dilanda gelombang panas yang memecahkan rekor dan muncul peringatan panas level tiga “merah”. Upacara pernikahan mereka pun kembali berganti jadwal ke malam hari dan menggandakan jumlah unit AC di resepsi untuk memastikan perayaan tetap nyaman.
“Kalau dipikir-pikir lagi, inilah yang membuat akhir pekan itu begitu istimewa. Hidup memang tidak sempurna, tapi orang-orang di sekitar kami bersatu untuk membuatnya terasa seolah-olah sempurna,” kata Arden.
“Dalam bahasa Korea, ada pepatah, ‘액땜했다,’ yang kira-kira berarti bahwa kesulitan kecil dapat menyelamatkanmu dari kesulitan yang jauh lebih besar. Itulah tepatnya cara kami memilih untuk mengenang akhir pekan pernikahan kami,” lanjutnya tetap positif setelah semua tantangan yang mereka alami.
“Dalam banyak hal, rasanya seperti awal yang sempurna bagi pernikahan kami,” tambah Christopher.
“Kami belajar bahwa meskipun segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, kami bisa menghadapinya bersama dengan cinta dan dukungan orang-orang di sekitar kami dan pada akhirnya mendapatkan sesuatu yang bahkan lebih indah daripada yang kami bayangkan,” katanya.