Kehidupan keluarga Kim Moo Yeol semakin memprihatinkan ketika ia berusia sekitar 20 tahun. Ayahnya mengalami pendarahan otak dan didiagnosa kanker serta harus menjalani perawatan. Sejak saat itu, dirinya sebagai anak sulung di keluarga merasa harus menggantikan peran sang ayah sebagai tulang punggung.
“Ayah saya pingsan ketika saya berusia sekitar 20 tahun. Dia tinggal sendirian di rumah saat itu, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dia ditemukan terluka dan dibawa ke rumah sakit dengan mobil polisi. Ayah saya terbaring di sana dengan kepala yang dicukur. Dia koma cukup lama, lalu didiagnosis menderita kanker dan harus menjalani perawatan berulang kali,” kenangnya.
“Saya banyak berpikir untuk menjadi kuat sebagai anak sulung dalam keluarga,” tambahnya.
Kesulitan finansial itu juga yang membawa Moo Yeol mulai berakting di sinetron. Meski sempat menolak, akhirnya sang ayah mendukung mimpi Moo Yeol untuk berakting. Ketika Moo Yeol tampil di TV, ayahnya akan memberi tahu tetangganya dengan bangganya.
“Kami mengalami kesulitan finansial dan saat itulah saya mulai berakting di sinetron. Saya dengar ayah saya sering berkeliling dan memberi tahu orang-orang di lingkungan sekitar, ‘Anak saya tampil di TV,’” kenangnya.
Ayah Moo Yeol akhirnya meninggal dunia ketika dirinya berusia awal tiga puluhan. Dalam acara yang sama, Moo Yeol mengaku kalau itu adalah masa paling kelam dalam hidupnya.
“Ayah saya meninggal dunia saat saya berusia sekitar 30 tahun. Saya hampir kehilangan akal sehat saat pemakaman. Itu adalah masa ketika saya menghadapi situasi yang paling berat,” katanya.
Kini, ia telah sukses sebagai seorang aktor dengan film dan drama yang ditonton oleh jutaan orang. Ia juga memiliki seorang putra. Ketika ia melihat keberhasilannya dan putranya, ia selalu ingat pada ayahnya. Ia berharap ayahnya ada di samping mereka untuk merayakan hal tersebut bersama-sama.
“Kali ini saya berhasil dengan sebuah film yang ditonton oleh 10 juta penonton dan tahun lalu saya dikaruniai seorang putra. Kadang-kadang saya merasa ayah saya sekarang bisa pergi ke suatu tempat untuk membanggakan saya; saya berharap dia bisa menyaksikan ini,” ucapnya penuh haru dalam episode You Quiz on The Block itu.
“Dia sudah tidak ada lagi, tapi saya selalu teringat padanya setiap kali ada hal baik yang terjadi. Melihat putra saya, saya tidak bisa menahan diri untuk berkata, ‘Seandainya kakekmu ada di sini’,” lanjutnya lagi yang membuat studio semakin terasa sendu.