Untuk memutus pola mankeeping dalam pernikahan, tentunya diperlukan usaha dan komitmen yang nyata. Pertama, kamu bisa coba ajak pasangan untuk berdialog dan menjelaskan bahwa kamu membutuhkan keseimbangan, terutama dari sisi emosional.
Menurut terapis yang berbasis di San Diego, Ross Kellogg, LMFT, penting untuk menggunakan pernyataan “Aku…” untuk menegaskan permasalahan, alih-alih menggunakan pernyataan “Kamu…” yang cenderung membuat pasangan bersikap defensif.
Contoh pernyataan yang bisa disampaikan seperti, “Aku merasa lelah karena harus terus-menerus mengelola seluruh jadwal dan membantumu untuk meregulasi emosi.”
Berikutnya, psikoterapis, Dr. Suzanne Wallach, menekankan pentingnya untuk mulai percaya dalam pembagian ‘beban’ dengan pasangan, baik itu dalam merencanakan sesuatu, maupun berperan aktif untuk mendukung satu sama lain.
“Bisakah Anda berbagi beban dalam hal siapa yang memulai rencana sosial, siapa yang memeriksa keadaan orang lain, dan siapa yang saling mendukung ketika ada masalah? Pria dapat menerapkan perubahan dengan mencari lebih banyak dukungan sosial dan terkadang dukungan terapeutik.” Terang Suzanne.
Selain itu, sadari bahwa sikap yang kamu lakukan ini bukanlah untuk mengubah atau memperbaiki pasangan, tetapi lebih kepada pemulihan peran di dalam hubungan yang selama ini timpang.
So, itulah penjelasan mengenai mankeeping di dalam hubungan pernikahan. Semoga bermanfaat, Bela!