Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Instagram.com/angelagilsha
  • Angela Gilsha memahami alasan Donna mencari kenyamanan dari orang lain, tetapi tetap tidak membenarkan perselingkuhan dalam hubungan.

  • Menurut Angela, masalah komunikasi, kebutuhan emosional, finansial, dan ketidakcocokan dapat memengaruhi hubungan.

  • Angela masih percaya pada cinta, lebih selektif soal pernikahan, serta menilai komunikasi dan kepercayaan penting bagi pasangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selama 10 tahun

Donna menjalani pernikahan bersama Evan dan memiliki seorang anak.

selama hampir satu tahun

Angela pernah memerankan karakter single mother yang membesarkan anak seorang diri dalam sebuah sinetron.

kini

Angela mengaku lebih selektif dalam urusan pernikahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Angela Gilsha membagikan pandangan tentang perselingkuhan, cinta, kepercayaan, dan kesempatan kedua melalui perannya sebagai Donna dalam Main Belakang.
  • Who?
    Angela Gilsha memerankan Donna, sementara Chicco diperankan Cakrawala Airawan. Donna memiliki suami bernama Evan dan seorang anak bernama Kafka.
  • Where?
    Pembahasan tersebut disampaikan Angela saat berbincang dengan Popbela.
  • When?
    Donna telah menjalani pernikahan selama 10 tahun. Angela kini mengaku lebih selektif soal pernikahan.
  • Why?
    Donna merasa hanya menjadi pajangan dalam rumah tangganya dan tidak mendapatkan kedekatan emosional serta keintiman yang dibutuhkan.
  • How?
    Angela memahami kondisi emosional Donna, tetapi menilai masalah hubungan sebaiknya dibicarakan dan diupayakan perbaikannya sebelum mencari kebahagiaan bersama orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Angela bermain sebagai Donna, seorang ibu yang sudah menikah 10 tahun. Donna merasa kurang dekat dengan suaminya lalu dekat dengan Chicco. Angela mengerti perasaan Donna, tetapi tidak setuju dengan perselingkuhan. Menurut Angela, pasangan sebaiknya bicara dan mencoba memperbaiki hubungan. Angela juga masih percaya pada cinta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandangan Angela menunjukkan bahwa hubungan tetap memiliki ruang untuk diperbaiki ketika kedua pihak mau berkomunikasi dan berusaha. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan, saling menghargai, serta memahami kebutuhan emosional pasangan. Di sisi lain, pemahaman terhadap alasan seseorang tidak menghapus penilaian bahwa perselingkuhan merupakan keputusan yang salah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernikahan yang sudah berjalan bertahun-tahun belum tentu selalu terasa hangat. Adakalanya pasangan mulai kehilangan kedekatan, komunikasi nggak lagi berjalan dengan baik, atau salah satu pihak merasa kebutuhannya nggak terpenuhi. Ketika kondisi tersebut dibiarkan, seseorang bisa saja mencari kenyamanan dari orang lain.

Situasi rumit inilah yang dihadapi Donna, karakter yang diperankan Angela Gilsha dalam Vidio Original Series Main Belakang. Sudah menjalani pernikahan selama 10 tahun dan memiliki seorang anak, Donna justru terlibat hubungan terlarang dengan Chicco, yang diperankan Cakrawala Airawan.

Saat berbincang dengan Popbela, Angela membagikan pandangannya tentang alasan Donna mengambil keputusan tersebut, tantangannya memerankan sosok istri sekaligus ibu, hingga pemikirannya mengenai cinta, perselingkuhan, dan kesempatan kedua dalam hubungan. Seperti apa ceritanya? Simak obrolan lengkapnya berikut ini!

1. Donna Merasa Hanya Menjadi Pajangan dalam Pernikahannya

Instagram.com/angelagilsha

Dalam Main Belakang, Donna digambarkan sebagai perempuan yang sudah cukup lama menjalani kehidupan rumah tangga bersama Evan (Kevin Ardilova). Dari luar, kehidupannya mungkin terlihat nyaman karena sang suami memberikan kebebasan finansial dan fasilitas yang diinginkan.

Namun, bagi Donna, hal tersebut ternyata nggak cukup. Ia merasa hanya ditempatkan sebagai trophy wife atau pajangan dalam rumah tangganya, tanpa mendapatkan kedekatan emosional dan keintiman yang sebenarnya ia butuhkan.

Angela melihat bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Donna akhirnya mencari kenyamanan dari orang lain.

"Menurut Donna, dia dianggap sebagai trophy wife, jadi cuma jadi pajangan di rumah tangganya. Suaminya bilang, 'Kamu boleh ngapain aja, kamu pegang kredit card aku, kamu boleh pilih mana pun'. Tapi menurut Donna, itu aja nggak cukup karena suaminya seharusnya bisa menjaga keintiman mereka," jelas Angela.

Selain masalah dalam pernikahannya, pertemuan kembali Donna dengan Chicco juga menjadi pemicu lain. Chicco ternyata merupakan adik kelas Donna saat SMA yang dulu mengaguminya. Ketika keduanya kembali bertemu dalam situasi rumah tangga yang sedang bermasalah, kedekatan tersebut berkembang menjadi hubungan terlarang.

2. Memahami Alasan Donna, tapi Tak Membenarkan Perselingkuhan

Popbela.com/Windari Subangkit

Meski bisa memahami kondisi emosional Donna, Angela secara pribadi mengaku nggak membenarkan keputusan untuk berselingkuh. Menurutnya, ketika hubungan sudah terasa melelahkan, masih ada pilihan lain yang bisa dilakukan sebelum mencari kebahagiaan bersama orang baru.

"Kalau aku jadi di posisi Donna, aku tinggal (pasanganku). Aku nggak selingkuh, tapi aku tinggal. Kayak, ya sudah kalau kamu sudah kayak gini, aku nggak bisa lagi. Kamu mau perbaiki atau kita selesaikan?" ungkapnya.

Angela juga merasa bahwa penonton belum benar-benar mengetahui bagaimana perjalanan rumah tangga Donna dan Evan selama 10 tahun. Apakah masalah tersebut sudah terjadi sejak awal pernikahan atau baru muncul dalam beberapa tahun terakhir? Hal-hal seperti ini menurutnya bisa membantu memahami keputusan Donna dengan lebih utuh.

Meski begitu, Angela mengakui bahwa mencari kebahagiaan dari orang lain ketika sudah lelah dengan pasangan merupakan hal yang masih bisa terjadi dalam kehidupan nyata. Ia memahami alasan emosional di baliknya, tetapi tetap melihat perselingkuhan sebagai keputusan yang salah.

3. Memerankan Ibu Membuat Angela Lebih Mudah Terbawa Emosi

Popbela.com/Windari Subangkit

Dalam series ini, aktris kelahiran 2 Juli 1994 tersebut nggak hanya memerankan seorang istri, tetapi juga ibu dari seorang anak bernama Kafka. Menghadapi karakter yang sudah menjalani kehidupan sebagai ibu selama bertahun-tahun tentu membutuhkan pendalaman tersendiri.

Namun, Angela mengaku pengalaman sebelumnya dalam memerankan seorang ibu cukup membantunya. Ia pernah terlibat dalam sinetron yang mengharuskannya memainkan karakter single mother dan membesarkan anak seorang diri selama hampir satu tahun.

Karena itu, ia merasa bisa mengingat kembali pengalaman tersebut ketika harus mendalami karakter Donna.

Menariknya, Angela justru merasa adegan emosional yang berkaitan dengan anak lebih mudah menyentuh perasaannya dibandingkan konflik dengan pasangan.

"Aku nggak tahu kenapa, tapi kalau soal anak itu cepat banget kena. Apalagi nanti di episode berapa ada adegan yang aku harus kehilangan anak aku. Di situ benar-benar berat banget," ceritanya.

Bahkan, meski ia dan pemeran Kafka nggak memiliki kedekatan sedalam hubungan ibu dan anak sungguhan, Angela mengaku bisa begitu larut ketika sudah masuk ke dalam karakter Donna.

4. Banyak Hal Bisa Memicu Perselingkuhan

Instagram.com/angelagilsha

Ketika ditanya mengenai penyebab seseorang bisa berselingkuh, Angela menyebut ada banyak faktor yang mungkin memengaruhi keputusan tersebut. Mulai dari masalah finansial, ketidakcocokan setelah bertahun-tahun bersama, komunikasi yang buruk, hingga kedekatan dengan rekan kerja.

Namun, menurutnya, masalah dalam hubungan nggak selalu harus berakhir dengan perpisahan atau perselingkuhan. Selama masih ada keinginan dari kedua pihak untuk memperbaiki keadaan, selalu ada ruang untuk mencoba mencari jalan keluar.

"Kalau misalnya aku, karena Angela ini Cancer, kalau sudah cinta sama satu orang itu bucin setengah mati. Jadi, apa pun masalahnya pasti aku akan berusaha untuk ngomongin dan memperbaiki," ungkapnya.

Ia bahkan menyebut beberapa cara yang bisa dilakukan pasangan untuk kembali membangun kedekatan, seperti bepergian bersama atau mencoba aktivitas baru. Baginya, nggak semua masalah harus langsung membuat hubungan berakhir.

5. Percaya pada Cinta, tapi Selektif soal Pernikahan

Instagram.com/angelagilsha

Pengalaman hidup dan bertambahnya usia ternyata nggak membuat Angela kehilangan kepercayaannya terhadap cinta. Ia mengaku masih percaya bahwa dirinya bisa kembali merasakan cinta yang besar ketika bertemu seseorang yang cocok dan memiliki frekuensi yang sama.

Angela bahkan bercerita pernah merasakan cinta yang begitu dalam kepada seseorang, tetapi hubungan tersebut nggak bisa berlanjut karena adanya perbedaan yang sulit dijembatani.

"Jadi aku percaya kalau misalnya aku dapat seseorang yang cocok dan sefrekuensi, aku pasti masih bisa merasakan sayang atau cinta itu sama orang itu," ujarnya.

Meski begitu, untuk urusan pernikahan, aktris berdarah Italia-Bali ini mengaku kini lebih selektif. Ia ingin memastikan bahwa orang yang dipilih memang memiliki kecocokan dan kesiapan untuk membangun kehidupan bersama.

6. Bisa Memaafkan Pasangan yang Berselingkuh

Popbela.com/Windari Subangkit

Berbeda dengan Ranty Maria yang mengaku belum tahu bagaimana akan bersikap jika pasangannya berselingkuh, Angela justru merasa dirinya termasuk orang yang bisa memberikan maaf.

Ia bercerita pernah mengalami pengkhianatan yang membuatnya sangat terluka. Namun, setelah melewati waktu dan proses penyembuhan, perasaan sakit tersebut perlahan menghilang. Bahkan, ia bisa kembali berteman dengan orang yang pernah menyakitinya.

"Kalau aku sudah sayang sama seseorang, dia melakukan hal apa saja, walaupun berat, ya paling butuh waktu berapa lama. Terus nanti aku lupa kesalahan dia," cerita Angela.

Menurutnya, memaafkan bukan berarti pengalaman buruk tersebut nggak pernah terjadi. Namun, seiring waktu, seseorang bisa sampai pada titik ketika ia nggak lagi merasakan sakit yang sama saat mengingat kejadian tersebut.

Meski demikian, Angela juga menyadari bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi pengkhianatan. Pengalaman yang ia alami belum tentu menjadi jawaban bagi semua orang yang berada dalam situasi serupa.

7. Punya Cara Sendiri dalam Menjaga Kepercayaan dengan Pasangan

Instagram.com/angelagilsha

Ketika membicarakan batasan dalam pertemanan dengan lawan jenis, Angela mengaku termasuk orang yang cukup memberikan kebebasan kepada pasangan. Ia nggak keberatan jika pasangannya pergi atau menghabiskan waktu bersama teman perempuan, selama tetap saling memberi kabar.

Angela juga mengaku bukan tipe yang suka memeriksa ponsel pasangan atau mencurigai setiap aktivitasnya. Baginya, kepercayaan menjadi hal yang penting dalam menjalani hubungan.

Ia lebih memilih untuk mengenal lingkungan pertemanan pasangan dan mengetahui dengan siapa pasangannya menghabiskan waktu, daripada terus-menerus merasa curiga.

Pandangan Angela ini memang berbeda dengan Ranty yang lebih menekankan pentingnya mendiskusikan batasan antara sikap ramah dan flirting. Namun, keduanya sama-sama melihat bahwa kepercayaan dan rasa saling menghargai menjadi bagian penting dalam hubungan.

8. Masalah Hubungan Sebaiknya Dibicarakan Sebelum Mencari Kebahagiaan di Orang Lain

Instagram.com/angelagilsha

Lewat perannya sebagai Donna, Angela berharap penonton bisa melihat bahwa perselingkuhan bukanlah satu-satunya jalan ketika hubungan sedang bermasalah. Ada banyak hal yang masih bisa dicoba sebelum memutuskan untuk mencari kebahagiaan bersama orang lain.

Menurutnya, ego terkadang membuat seseorang mengambil keputusan yang justru semakin memperumit keadaan. Padahal, komunikasi dan keinginan untuk memperbaiki hubungan bisa menjadi langkah awal untuk mencari solusi.

Bagi Angela, ketika masih ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan, nggak ada salahnya mencoba membicarakan masalah dengan pasangan terlebih dahulu.

Main Belakang mengajak penonton melihat bahwa persoalan dalam hubungan nggak selalu sesederhana siapa yang benar dan siapa yang salah. Ada kebutuhan emosional, komunikasi, dan keputusan yang membawa konsekuensi bagi banyak orang. Namun, memahami alasan seseorang melakukan kesalahan bukan berarti kita harus membenarkan tindakan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article