6 Sikap Mertua yang Bikin Menantu Harus Banyak Bersabar

Harus sabar!

6 Sikap Mertua yang Bikin Menantu Harus Banyak Bersabar

Menikah memang terlihat menyenangkan. Selain saling menyayangi, kamu juga bisa menjalani hidup yang bahagia bersama pasangan. Mengejar cita-cita bersama, berkeluarga hingga menghadapi rasa suka dan duka tanpa merasa sendiri. Tapi jika kamu pikir menikah itu mudah, jangan salah! Menikah itu bukan hanya kecocokan antara kamu dan dia, lho.

Menikah juga berarti kamu harus bisa ‘menikah’ dengan keluarganya, termasuk orangtuanya. Bukan hanya menjadi orangtua baru, mereka bisa saja ikut campur pada kehidupan rumah tanggamu. Padahal, nggak semua orang bisa langsung nyambung dengan pola pikir yang sama. Mulai dari sikap cerewet, cemburu hingga mengompori drama rumah tangga, sikap menyebalkan ini juga bisa terjadi padamu.

1-4ea687e917146ca67f5a4c1224abbe8e.jpg

Beberapa mertua terkadang seperti nggak rela kehilangan anaknya, terutama anak laki-laki kesayangannya. Mereka akan merasa bahwa kamu adalah saingan yang telah merebut anaknya. Saat suamimu menunjukkan rasa cintanya kepadamu dan berusaha melakukan yang terbaik, ibu mertua justru bersikap nggak mau kalah dalam mencari perhatian anaknya. Padahal kamu juga berhak untuk mendapatkan perhatian dari suamimu sebagai calon ibu dari anak-anaknya kelak. Untuk mengatasinya kamu bisa memberikan perhatian yang sama agar sang ibu nggak merasa dilupakan!

2-d68851512cac5d6801fd3d56d60089b7.jpg

Rumah yang berbeda tentu memilki aturan yang berbeda juga. Jangankan mengatur cara mendidik anak, hal sederhana seperti tempat menyimpan barang atau cara menjemur pakaian dengan benar bisa menjadi alasan untuk membuat mertuamu ikut campur. Jika mertuamu datang berkunjung dan mengkomplain hal-hal yang ada dirumahmu, ada baiknya jika kamu bersabar hingga ia pulang kembali ke rumahnya. Namun kalau dianggap sudah melewati batas, kamu bisa meminta pasangan untuk mengingatkannya secara halus tanpa bermaksud untuk menyinggungnya.

3-2b2450f21fe4417092850aae14fb06cf.jpg

Bersyukur bila kamu memiliki mertua yang perhatian. Kamu tentu akan senang jika mertuamu bersikap baik dan sering membelikan berbagai barang seperti baju, tas, atau bahkan alat-alat dekorasi rumah. Tapi tunggu dulu! Bagaimana jika ia membelikanmu baju yang sesuai dengan style-nya? Padahal dengan perbedaan umur kalian, tentu saja style baju kalian akan berbeda. Mertuamu pasti beranggapan jika anaknya menyukaimu pasti dikarenakan kalian memiliki kemiripan. Hmm... kamu bisa mengucapkan terima kasih untuk tetap menghargainya.

4-7fd738e5328b1a647457c564cb202af4.jpg

Menyandang predikat menantu idaman tentu menjadi dambaan semua orang. Eits, tapi jangan senang dulu! Dengan memberi predikat tersebut, mertuamu akan selalu menuntut agar kamu sempurna dalam segala hal. Tentu saja hal ini akan menjadi tekanan lain bagi dirimu. Kamu nggak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun. Karena jika iya, maka melayang sudah predikat tersebut dan mertuamu akan merasa kecewa.

5-e04b25dad990464e244f5dae47d8278e.jpg

Mertua memang akan menjadi ibu yang sah secara hukum. Namun bukan berarti beliau berhak seenaknya bukan? Banyak mertua yang berpikir bahwa cukup mengetuk pintu dengan halus sebelum masuk ke kamarmu adalah sikap yang wajar. Mereka akan langsung masuk dengan seenaknya tanpa bertanya terlebih dahulu apa sedang kamu lakukan. Padahal kamar ada ruangan privasi nomor satu dan tentunya kamu pun nggak ingin diganggu. Ibu kandung sendiri saja belum tentu diperbolehkan! Sebaiknya, kamu menutup rapat dan mengunci saat pergi untuk menghindari kebiasaan tersebut ya, Bela.

6-77eea4c3df4887266d320e87e5f6ab19.jpg

Beberapa di antara kalian mungkin baru belajar memasak setelah menikah. Demi memberikan pelayanan yang baik untuk suami, kamu mungkin rela untuk menyempatkannya di sela-sela pekerjaan yang menumpuk. Bukannya memuji usahamu, mertua bisa saja akan mengkritik hasil masakanmu jika nggak seenak hasil masakannya. Mulai dari pemilihan bahan, takaran resepnya, dan bumbu apa saja yang kamu gunakan. Tenang Bela, anggap saja itu sebagai pacuan dan kritikan membangun darinya. Kalau komentar terasa pedas, kamu bisa mengungkapkan secara jujur dengan cara yang halus.

Memang terkadang kelakuan mertua menguji kesabaranmu, tapi yang perlu diingat adalah ia sekarang sudah menjadi orangtuamu juga. Sambil beradaptasi, kamu bisa meminta suami ikut bantu menjadi penetralisir keadaan. Bagaimanapun juga, pasanganmu lebih mengerti bagaimana menangani orangtuanya yang sedang cranky. Jadi sebisa mungkin tetap hargai mereka ya, Bela!

BACA JUGA: 5 Pengalaman Unik dalam Pernikahan Indonesia di Mata Orang Asing

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here