Memikirkan tentang perceraian memang bukan hal yang mudah. Bukan hanya meninggalkan dan memulai hidup baru, kamu tentu akan mengalami dilema dan pertimbangan yang saling berpengaruh. Mengorbankan perasaan anak, belum siap mental, timbul rasa nggak percaya diri, hingga masih menyimpan rasa sayang pada pasangan. Apa benar kamu sudah siap untuk bercerai? Agar nggak menyesal, sebaiknya pertimbangkan kembali dengan menjawab hal ini.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Siapa bilang pernikahan akan selalu berakhir bahagia? Nyatanya setiap pasangan yang telah menikah juga akan menghadapi masalah baru. Padahal, di antara keduanya bisa saja masih memiliki perasaan yang besar. Bagaimana denganmu sendiri, Bela? Jika kamu masih terus memikirkan rencanamu tersebut, sebaiknya coba lagi untuk memerbaiki hubungan dengan pasangan. Sebab, memaksakan diri untuk bercerai justru akan menghadapkan kamu pada rasa kehilangan besar, lho.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Memutuskan untuk bercerai seringkali dijadikan alat untuk mengancam pasangan. Pemikiran ini bisa muncul saat kamu merasa emosi dan frustrasi saat pasangan nggak mendengar perkataanmu. Padahal, nggak seperti pacaran yang bisa kamu ajak balikan dengan mudah, perceraian akan mengorbankan dan memengaruhi banyak hal. Daripada menyesal, ada baiknya kamu dan pasangan mencari alternatif yang memungkinkan dalam menghadapi masalah.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Membuat keputusan sebaiknya saat kamu nggak dalam keadaan emosi. Bukannya menyelesaikan permasalahan, kamu justru hanya akan menambah masalah baru di hidupmu. Memilih bercerai berarti kamu sudah siap untuk melepaskan keterikatan emosi, ketergantungan, dan ekspektasi dalam sebuah hubungan. Sebaiknya, tenangkan diri dan pikirkan baik-baik konsekuensi apa yang akan diterima bila kamu memutuskan untuk bercerai.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Perceraian mungkin saja menjadi jawaban terbaik atas masalah hubunganmu dengan pasangan. Namun, pastikan bahwa keputusan ini memiliki tujuan yang jelas dan memang dapat mengubah hidupmu ke arah yang lebh baik. Jika kamu hanya ingin melihat pasangan berubah setelah kehilanganmu, hal ini tentu menjadi alasan perceraian yang keliru. Percayalah, perceraian nggak bisa mengubah hati dan pikiran seseorang. Perceraian dapat menjadi pilihan terakhir dengan tujuan kebaikanmu seperti mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Bagaimanapun perceraian bukanlah tujuan. Ketika memutuskan untuk bercerai, kamu tentu memiliki konflik batin tersendiri. Di satu sisi kamu akan merasa lega, namun di sisi lainnya bisa juga merasa bersalah karena mengingkari janji dan komitmen yang telah dibuat bersama pasangan. Sebelum terburu-buru menentukannya, kamu bisa mencoba cara lain yang mungkin bisa menyelesaikan masalahmu.

6 Pertanyaan yang Perlu Kamu Jawab Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Perceraian membawa perubahan dan rasa sedih karena kehilangan impian "keluarga bahagia". Bukan hanya kamu yang merasakan, perceraian ini juga bisa memberi dampak pada orang-orang terdekatmu. Anak, mertua, atau bahkan keluarga sendiri mungkin bisa merasakan kehilangan yang mendalam. Ditambah lagi, "kegagalan" kamu dalam membina rumah tangga bisa dianggap buruk bagi orang lain. Lalu, apa kamu sudah siap untuk menyambut kehidupanmu yang baru?

Nah Bela, nggak mudah 'kan memutuskan untuk bercerai tanpa melakukan pertimbangan? Jika memang itu merupakan jalan yang terbaik, pikirkan kebahagianmu sendiri tanpa memedulikan omongan orang lain yang menyakitimu. Bagaimanapun juga, kamu sudah dewasa dan mengerti untuk bersikap bijak dalam menghadapi masalah, bukan?

BACA JUGA: 7 Tanda Ini Menunjukkan Jika Kamu Ternyata Egois