Berdebat dengan pasangan memang selalu menjadi sesi panjang yang melelahkan. Meski telah mereda dan kepala kembali dingin, setitik amarah kerap kali hinggap di dada karena belum sepenuhnya permasalahan terselesaikan. 

Ternyata, perasaan frustrasi dan amarah yang nggak kunjung padam disebabkan oleh tidak adanya salah satu pihak yang berusaha untuk meminta maaf terlebih dahulu agar situasi kembali membaik. Akhirnya, pertengkaran sering kali berlanjut dan nggak kunjung berakhir. 

Nah, kira-kira kenapa, sih, begitu sulit untuk meminta maaf terlebih dahulu, bahkan ketika kamu tahu itu akan mengakhiri situasi sulit pasca perdebatan dan pertengkaran penuh drama?

Tak mampu menekan ego

Inilah Alasan Meminta Maaf Pasca Pertengkaran Menyakitkan Terasa Sulithttps://www.elsetge.cat/pngvi/hRoxow_love-break-up-wallpapers-love-couple-break-up/

Memiliki keikhlasan hati untuk mengaku salah dan meminta maaf ternyata sangat nggak mudah. Pergolakan batin dan dilema untuk sekadar mengucapkan kata maaf cenderung dirasakan oleh setiap pasangan pasca menjalani pertengkaran. Beberapa orang nggak jarang membiarkan ego terikat dan terkunci rapat saat perselisihan tengah berlangsung dan menyamakan permintaan maaf dengan menjadi lemah. Kenyataannya, memiliki kedewasaan, menghormati pasangan, dan berbesar hati mengakui kesalahan adalah tanda kekuatan.

Selain itu, pasangan juga dapat menemukan jalan buntu akibat nggak mampu menekan ego untuk memenangkan pertengkaran. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa permintaan maaf yang lebih dahulu diucapkan akan membuat mereka kehilangan pertempuran dan melihatnya sebagai bentuk penyerahan diri secara cuma-cuma. 

Masalah sebenarnya, meskipun menolak untuk meminta maaf dapat menjadi kebiasaan yang merusak hubungan, bersikap acuh dan membiarkan masalah menumpuk hingga meledak seperti bom waktu justru dapat membuat hubungan kamu dan pasangan siap berakhir kapan saja. Terdengar sepele memang, tapi bila permasalahan terus dipendam tanpa diutarakan untuk bersama-sama menemukan solusi untuk menanganinya dapat berakhir lebih menyakitkan dari yang seharusnya, Bela.

Sebenarnya mengucapkan kata maaf bikin kamu lebih mudah sembuh dari luka hati

Inilah Alasan Meminta Maaf Pasca Pertengkaran Menyakitkan Terasa SulitPinterest.com/BrandonScott

Menyadari bahwa meminta maaf terlebih dahulu mungkin merupakan jalan terbaik dan mampu menekan ego dalam-dalam adalah langkah yang tepat untuk menyelesaikan konflik. Berusaha memikirkan solusi dari pertikaian yang ada secara bersama-sama akan menjadi cara ampuh agar permasalahan lebih cepat menemukan titik terang. 

Selain itu, menunjukkan kerendahan hati setelah berselisih, menyatakan perasaan bersalah dan nggak berpegang terhadap amarah diri sendiri juga dapat membuatmu merasa lebih baik pasca perdebatan yang cukup melelahkan bersama pasangan. Mengakui kesalahan dan mengutarakan permintaan maaf ternyata dapat membebaskan kamu dari energi negatif dalam diri. 

Nggak heran, deh, kalau seseorang yang lebih mudah mengucap kata maaf cenderung lebih mudah untuk sembuh dari luka hati pasca pertengkaran menyakitkan dengan sang pasangan! Eits, tapi nggak berarti kamu harus menyalahkan iri sendiri tanpa ampun atas apa yang mungkin kamu lakukan ya.

Nah, ketika kamu sudah siap untuk meminta maaf, pastikan bahwa permintaan maaf yang kamu beri adalah yang tulus dari dalam lubuk hati dan bertanggung jawab atas perilaku selanjutnya agar nggak lagi mengulangi kesalahan yang sama atau menyalahkan pasangan atas peristiwa yang baru saja terjadi. 

Meski terdengar sedikit sulit, tanamkan dalam dirimu rasa penyesalan yang mendalam agar nggak lagi menyakiti hati si dia yang kamu cintai. Mengingat kembali tujuan kamu dan pasangan di masa depan sekaligus memikirkan kenangan manis yang pernah kamu lalui bersamanya dapat membuatmu kembali pulih dan lekas mengobati cinta yang sempat tersakiti selama pertengkaran berlangsung. Jangan pernah menyerah atas cinta yang selama ini kamu semai bersama pasangan ya!