Toxic Relationship Adalah Hubungan Tidak Sehat, Ketahui Cirinya!

Jangan sampai kamu terjebak di dalamnya

Toxic Relationship Adalah Hubungan Tidak Sehat, Ketahui Cirinya!

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Toxic relationship adalah sebuah hubungan yang tidak sehat dan mengakibatkan kondisi fisik maupun mental menjadi terganggu. Belakangan, istilah ini sering digunakan kaitannya dalam hubungan romantis. 

Namun, toxic relationship juga bisa terjadi dalam lingkungan keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan. Kondisi semacam itu jika dibiarkan akan membuat salah satu pihak dirugikan. 

Mulai dari merasa tidak didukung, direndahkan, sampai diserang, semuanya bisa memengaruhi baik fisik maupun mental korban. Supaya kamu tidak terjabak di dalamnya, simak ulasan mengenai toxic relationship berikut ini. 

1. Apa itu toxic relationship?

Toxic relationship adalah sebuah hubungan yang sama sekali tidak menyenangkan. Orang akan merasa tidak aman, direndahkan, sampai diperlakukan secara kasar secara berulang-ulang. 

Melansir Time, Dr Lillian Glass, seorang ahli komunikasi dan psikologi menyebutkan bahwa istilah toxic relationship didefinisikan sebagai hubungan apa pun yang tidak saling mendukung. Ketika muncul konflik, orang yang satu berusaha melemahkan yang lain. Lalu, saat ada persaingan, tidak ada rasa hormat dan kurangnya kekompakan. 

Keadaan toxic relationship tersebut akan menguras tenaga orang-orang di dalamnya. Sebab, lebih banyak momen negatif daripada momen yang positif.

Secara mental atau emosional, toxic relationship akan memengaruhi kondisi mental, emosional, bahkan fisik salah satu orang atau semua orang di dalamnya. 

2. Tanda toxic relationship

Hubungan toxic ini bisa berbeda-beda bentuknya. Namun, ciri-ciri berikut ini bisa kamu temui dalam kaitannya dengan hubungan romantis maupun hubungan profesional. 

1. Menyalahkan pasangan atau orang lain atas emosi sendiri

Setiap orang pasti pernah mengalami hari yang buruk. Namun dalam kondisi toxic relationship, kamu merasa pasangan tidak benar-benar bersimpati atau mendukungmu saat merasakan hal itu.

Padahal, setiap orang bertanggung jawab atas emosinya sendiri. Jika rasa tidak suka dengan reaksi pasangan itu meningkat, bukan tidak mungkin hal itu terus menumpuk dan terjadi hal-hal yang lebih buruk. 

2. Cemburu atau iri berlebihan 

Merasa iri atau cemburu dalam taraf yang wajar tentu bisa dimaklumi. Namun, rasa iri itu bisa menjadi masalah jika sampai tidak bisa berpikir positif tentang kesuksesan orang lain.

Sama halnya dengan kecemburuan, emosi tersebut sangat normal. Namun, ketika kecemburuan terus menerus terjadi, maka hubungan pun akan makin tidak sehat. 

3. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik

Orang yang terlibat dalam hubungan toxic, setiap ucapannya akan berisi dengan sarkasme atau kritik. Hal itu bisa terjadi terus menerus, bahkan sampai kamu menghindari dan ingin melepaskan diri dari mereka. Berbeda dengan hubungan sehat yang diisi dengan sikap saling menghormati satu sama lain.

4. Mengontrol perilaku 

Dalam konteks hubungan romantis, kamu mungkin secara rutin akan memberikan kabar pada pasangan di mana kamu berada dan dengan siapa kamu saat itu.

Namun, jika pasangan menjadi kesal saat kamu tidak segera menjawab pesan berulang kali, maka hal itu bisa merujuk pada hubungan yang toxic. Sebab, pasanganmu merasa memiliki kontrol atas dirimu. 

5. Perasaan kurang dukungan 

Hubungan yang sehat tentu ingin semua yang terlibat akan berhasil dalam kehidupannya, Namun, jika hubungan sudah toxic, maka pencapaian itu menjadi seperti sebuah kompetisi.

Waktu yang dihabiskan bersama tidak lagi terasa positif karena seseorang tidak merasa didukung. Justru, mereka akan menganggap apa yang dilakukannya tidak penting dan tidak peduli. 

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here