Isu tentang seks di kalangan anak muda memang masih dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan bagi sebagian masyarakat Indonesia, apalagi jika diangkat menjadi sebuah tontonan. Tentu saja, sebagian orang merasa kaget bahkan menentang jika hal berbau seks diangkat menjadi film, ditambah lagi jika karakter yang bermain masih berusia remaja.

Dari judulnya, film 2 Garis Biru telah memberikan kita isyarat bahwa film ini bercerita tentang remaja yang melakukan hal yang seharusnya belum mereka alami di masa mudanya, yaitu hamil di luar nikah. Awalnya saya sempat bertanya-tanya dalam hati, kenapa 2 garis biru dan bukan 2 garis merah? Padahal sebagian besar alat tes kehamilan memiliki garis merah. Tapi ya sudah lah, toh hanya judul.

Film ‘2 Garis Biru’ dan Bicara tentang Edukasi Seks di IndonesiaPopbela.com/Mega Dini

Pada media visit pemain dan sutradara film 2 Garis Biru di kantor IDN MEDIA, Popbela mendengar langsung penuturan Adhisty Zara (Zara JKT48) yang berperan sebagai Dara, Angga Yunanda sebagai Bima, dan Ginatri S. Noer sebagai penulis dan sutradara. Zara yang sebelumnya bermain dalam film Keluarga Cemara ini merasa bahwa 2 Garis Biru menjadi tantangan baru baginya. “Aku berani ambil film ini karena selain ini tantangan dan sutradaranya Kak Gina, aku rasa aku bisa mendapat banyak pelajaran yang belum aku dapat di sekolah. Aku nggak mau belajar sendiri, aku mau masyarakat juga tahu apa pesan dari film ini.”

Sedangkan Angga yang wajahnya lebih sering muncul di layar kaca dan layar lebar juga menceritakan pengalamannya. “Awalnya agak sedikit kaget dengan tema yang diangkat di film ini karena bisa dibilang beberapa tahun terakhir masih jarang sekali film di Indonesia yang mengangkat tema seperti ini. Aku sebagai generasi muda butuh banget pelajaran tentang sex education itu.”

Film ‘2 Garis Biru’ dan Bicara tentang Edukasi Seks di IndonesiaInstagram.com/duagarisbirufilm

Berdasarkan cerita Gina, film ini dibuat untuk membuka ruang diskusi di masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan dengan edukasi seks dan kehamilan di luar nikah, mengingat masih banyak orang yang memilih bungkam atau menutup-nutupi isu yang berkaitan dengan edukasi seks. “Justru karena saya nggak tahu idealnya gimana, itu yang berusaha saya sodorkan ke masyarakat. Saya ingin bertanya apakah kondisi ini ideal atau tidak. Saya tidak ingin menawarkan, ‘ini solusinya terbaiknya’. Mari diskusikan apakah ini benar atau tidak, tapi yang lebih penting lagi, gimana tentang tindakan preventifnya,” tutur perempuan kelahiran Balikpapan ini.

Sebagai ibu dari 2 anak, Gina pun merasa edukasi seks di Indonesia masih sangat kurang. “Hanya sekolah tertentu yang beruntung punya materi edukasi seks atau keluarga/orangtua tertentu yang siap memberikan edukasi seks ke anaknya. Namun yang lupa disadari, edukasi seks itu bukan cuma tentang berhubungan badan, menstruasi, atau consent. Dari anak masih kecil, kita harus bisa menghargai mereka dan itu bagian dari edukasi seks. Ketika mereka memahami dirinya, mereka akan mengenal emosinya, tahu apa yang mereka inginkan, nantinya tahu butuh pasangan yang seperti apa, sehingga tahu seks risikonya seperti apa sampai nanti saat pernikahan."

Film ‘2 Garis Biru’ dan Bicara tentang Edukasi Seks di IndonesiaInstagram.com/duagarisbirufilm

Film 2 Garis Biru bisa kamu saksikan mulai tanggal 11 Juli 2019 di bioskop-bioskop terdekat. Selain Zara dan Angga, banyak nama-nama ternama yang juga beradu akting di film ini seperti Rachel Amanda, Dwi Sasono, Lulu Tobing dan Cut Mini dan Arswendy Bening Swara.

Baca Juga: 6 Pelajaran tentang Seks dari Serial Netflix 'Sex Education'