Putus cinta bukanlah topik yang menyenangkan untuk dibicarakan. Malah biasanya topik ini menjadi salah satu topik yang paling sering dihindari karena ada perasaan nggak nyaman yang muncul, apalagi kalau sambil mengingat masa lalu. Tapi ketika kita bicara tentang putus cinta, kamu lebih baik diputusin pacar atau mutusin pacar nih, Bela?

Salah satu cowok yang Popbela wawancarai bilang kalau dia merasa lebih baik diputusin pacar. “Alasannya kalau bagiku karena sering lihat cewek diputusin dan aku nggak tega. Padahal cewek paling perasa, apalagi dapat kata-kata kayak gitu dari pasangannya.” Di sisi lain, cewek yang Popbela tanyai bilang kalau itu semua tergantung situasinya. “Kasus yang terjadi adalah aku merasa ‘enough’ sama orang itu dan ya sudah aku minta putus saja dan biasanya akan putus beneran kalau dua belah pihak merasa nggak bisa lanjut lagi.”

Antara Diputusin atau Mutusin Pacar, Lebih Baik yang Mana?Youtube.com

Pembicaraan antara diputusin dan mutusin pacar pun juga nggak terlepas dari gender. Menurut penuturan seorang laki-laki yang yang juga Popbela tanyai, cewek lebih sering memutuskan hubungan ketimbang cowok. “Kalau cowok jarang mutusin cewek, paling ya ninggalin aja, hahaha.” Tapi apa benar seperti itu kalau cewek lebih mudah mengatakan putus ketimbang cowok?

Dari beberapa orang yang sudah Popbela wawancara, sebagian besar dari mereka memilih diputusin pacar daripada menjadi pihak yang harus mengakhiri hubungan. Kira-kira apa alasannya?

Antara Diputusin atau Mutusin Pacar, Lebih Baik yang Mana?

Menurut mereka yang memilih diputusin, setidaknya mereka bisa bebas dari rasa bersalah karena sudah melukai hati orang yang ia sayang. Seperti yang kita tahu, mengakhiri hubungan sebenarnya bukanlah perkara yang mudah karena nggak cuma membutuhkan keberanian untuk mengungkapkannya tapi juga perlu tahu risiko yang akan muncul. Biasanya, orang yang memutuskan hubungan akan diikuti oleh rasa bersalah bahkan penyesalan.

Antara Diputusin atau Mutusin Pacar, Lebih Baik yang Mana?

Sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang memutuskan hubungan adalah orang yang paling sering dicap negatif. Untuk orang yang nggak benar-benar tahu permasalahannya, mereka akan memandang orang yang memutuskan hubungan sebagai orang tega, nggak punya hati, egois, bahkan nggak jarang dikira selingkuh, melakukan kekerasan atau tindakan negatif lainnya. Sedangkan beberapa orang yang diputusin diam-diam menginginkan simpati dari orang lain atau dianggap sebagai pihak yang baik.

Antara Diputusin atau Mutusin Pacar, Lebih Baik yang Mana?

Seseorang yang pernah diputusin secara sepihak akan melalui proses yang panjang, mulai dari menyadari kalau dia ditinggal oleh kekasihnya, emosi antara marah dan sedih yang bercampur hingga move on. Faktanya, nggak sedikit orang yang pernah diputusin oleh pacarnya dulu menemukan movitasi untuk menjadi orang yang lebih baik.

Antara Diputusin atau Mutusin Pacar, Lebih Baik yang Mana?Creativemarket.com

Sebenarnya, baik diputusin atau mutusin sama-sama nggak enak, lho. Pertama, keduanya sama-sama menimbulkan perasaan sakit di hati. Kedua, baik diputusin atau mutusin sebenarnya bisa disikapi secara lebih dewasa. Memutuskan sebuah hubungan dianggap sebagai hal yang tepat kalau memang terjebak dalam hubungan yang salah atau abusif. Mempertahankan perasaan nggak tega tapi kamu tersiksa dengan hubunganmu nggak jauh berbeda dengan mengorbankan kebahagiaanmu sendiri. Sebaliknya, menjadi pihak yang diputusin bukan berarti kita bisa menyalahkannya. Siapa tahu, tanpa kita sadari, kita lah yang menyebabkan dia mengambil keputusan untuk mengakhiri semuanya.

Kalau menurut kamu gimana Bela, menurut kamu lebih baik diputusin atau mutusin pacar?

BACA JUGA: Contek 16 Tips Putusin Pacar Tanpa Rasa Galau​