Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Alasannya

- Valentine awalnya berkembang dari tradisi romantis di Eropa, lalu makin populer di era Victoria lewat budaya bertukar kartu dan hadiah.
- Cokelat mulai jadi simbol kuat setelah Richard Cadbury memasarkan cokelat dalam kotak hati yang identik dengan nuansa cinta.
- Sampai kini, cokelat tetap jadi pilihan utama karena simpel, fleksibel, dan terus diperkuat lewat edisi Valentine tiap tahun.
Setiap Valentine, cokelat hampir selalu jadi hadiah andalan untuk orang tersayang. Kebiasaan ini sudah sangat melekat sampai rasanya seperti pemberian wajib setiap tanggal 14 Februari.
Kalau kamu penasaran kenapa Valentine identik dengan cokelat, jawabannya berakar dari sejarah dan tradisi yang terbentuk sejak lama. Nah, supaya makin paham, simak artikel ini sampai akhir, ya!
Table of Content
1. Pemberian cokelat saat Valentine berawal dari tradisi di Eropa

Alasan pertama kenapa Valentine identik dengan cokelat berawal dari budaya Eropa. Perayaan ini dimulai sejak abad pertengahan ketika kasih sayang dirayakan lewat surat dan simbol romantis. Tradisi ini makin kuat pada tahun 1382, saat penulis Geoffrey Chaucer menyebut Valentine sebagai hari khusus untuk cinta.
Sejak itu, kebiasaan memberi hadiah kecil seperti bunga dan kartu mulai berkembang. Cokelat belum populer saat itu, tetapi budaya romantis inilah yang menjadi dasar kenapa Valentine identik dengan simbol manis.
2. Pemberian hadiah Valentine makin umum di Era Victoria

Memasuki abad ke-19, terutama di era Victoria, Valentine menjadi perayaan yang lebih modern dengan pertukaran kartu dan hadiah. Simbol seperti Cupid dan mawar mulai digunakan luas sebagai representasi cinta.
Pada momen ini, cokelat mulai dilirik karena dianggap elegan dan memiliki kesan mewah. Jadi, kebiasaan memberi hadiah pun semakin terarah pada sesuatu yang manis dan spesial, seperti cokelat.
3. Richard Cadbury memperkenalkan cokelat sebagai hadiah Valentine

Pada tahun 1840-an, Richard Cadbury melihat peluang besar untuk menjadikan cokelat sebagai hadiah romantis. Ia mulai menjual cokelat dalam kotak berbentuk hati yang dihias gambar mawar dan Cupid, sesuai simbol cinta pada masa itu.
Cadbury juga memasarkan kotak cokelatnya sebagai sesuatu yang bisa disimpan kembali setelah isinya habis. Banyak orang menggunakannya untuk menyimpan surat cinta atau kenang-kenangan. Hal inilah yang menjadi salah satu jawaban kuat kenapa Valentine identik dengan cokelat.
4. Cokelat sebagai tradisi Valentine bertahan karena praktis

Sampai sekarang, cokelat tetap populer karena mudah ditemukan dan cocok untuk siapa saja. Kamu bisa memberikannya dalam versi sederhana atau premium tergantung pesan yang ingin kamu sampaikan.
Selain itu, banyak brand terus merilis edisi Valentine setiap tahun agar tradisinya tetap hidup. Tak heran jika cokelat masih menjadi simbol Valentine paling awet dan sulit tergantikan.
Itulah dia penjelasan dari pertanyaan kenapa Valentine identik dengan cokelat. SSemoga menjawab rasa penasaranmu, ya!
FAQ seputar cokelat valentine
| Apakah cokelat sudah jadi hadiah Valentine sejak awal? | Belum. Awalnya Valentine identik dengan surat cinta dan simbol romantis. |
| Apakah ada tokoh yang membuat cokelat identik dengan Valentine? | Ada, Richard Cadbury yang memopulerkan cokelat dalam kotak berbentuk hati sebagai hadiah romantis. |
| Apakah cokelat masih relevan sebagai hadiah Valentine sampai sekarang? | Masih, karena praktis, mudah ditemukan, dan selalu punya versi hadiah dari yang simpel sampai premium. |


















