Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan? Ini 8 Penyebabnya

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan? Ini 8 Penyebabnya
Pexels.com/Gustavo Fring
Intinya Sih
  • Banyak orang tetap bertahan dalam hubungan mengecewakan karena faktor psikologis seperti harga diri rendah, ketakutan akan kesepian, dan ketergantungan emosional pada pasangan.
  • Rasa sudah berinvestasi banyak hal serta harapan bahwa pasangan akan berubah sering membuat seseorang sulit melepaskan hubungan yang sebenarnya tidak sehat.
  • Kenangan indah masa lalu dan keyakinan tidak punya pilihan lebih baik memperkuat alasan bertahan, meski hubungan tersebut terus menimbulkan kekecewaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bertahan dalam hubungan asmara yang mengecewakan nyatanya menjadi fenomena yang cukup umum dialami oleh banyak pasangan. Walau hubungan sudah tidak lagi menjadi ruang aman, meninggalkan hubungan justru bukan opsi yang banyak dipilih. Sebab, ketika seseorang merasa kecewa dalam hubungan tapi masih bertahan bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang cukup sulit untuk diatasi.

Lantas, apa sajakah penyebabnya?

Berikut Popbela bagikan penjelasan selengkapnya untukmu.

Table of Content

1. Punya harga diri yang rendah

1. Punya harga diri yang rendah

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Magnific.com/freepik

Mempunyai harga diri yang rendah atau rasa insecure sering kali membuat seseorang bertahan di dalam hubungan yang sering mengecewakannya. Kamu mungkin mempunyai keyakinan bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan pasangan yang menyayangi dan peduli denganmu. 

Nyatanya, pemahaman tersebut dapat berakar dari trauma dan pengalaman pahit dalam hubungan di masa lalu. Dengan kata lain, rasa ketidaklayakan itu hanyalah persepsi keliru yang sangat dipengaruhi oleh luka yang belum disembuhkan.

2. Takut merasa kesepian

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Pexels.com/Mikhail Nilov

Faktanya, banyak orang bertahan dalam hubungan yang tidak memuaskan lantaran adanya perasaan takut kesepian. Yup, biasanya situasi ini terjadi ketika seseorang tidak terbiasa sendiri dan merasa hidupnya akan terasa kosong jika tidak ada sosok pasangan, sekalipun sering mengecewakannya. 

Apabila kamu memiliki keyakinan seperti ini, justru rentan membuatmu terus terjebak dalam dinamika hubungan yang tidak sehat. Dalam jangka panjang, kamu mungkin merasa terus mengabaikan kebahagiaanmu yang bisa mengakibatkan rasa benci terhadap diri sendiri.

3. Bergantung secara emosional pada pasangan

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Magnific.com/lookstudio

Ketika kamu terlalu bergantung secara emosional dengan pasangan, kemungkinan kamu cenderung memilih bertahan dalam hubungan, kendati membuatmu tidak bahagia. Kamu mungkin merasa bahwa pasanganmu adalah ‘pusat semesta’ dan satu-satunya orang yang bisa membuatmu bahagia. Itu mengapa, meskipun dia sudah membuatmu sakit hati berulang kali, kamu masih tetap memilihnya.

4. Merasa sudah berinvestasi banyak hal

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Magnific.com/drobotdean

Dalam hubungan romantis, seseorang tentu akan berinvestasi waktu, energi, dan bahkan materi. Hal ini pulalah yang mungkin membuatmu tetap bertahan pada hubungan yang menyakitkan. Kamu merasa sudah mencurahkan terlalu banyak hal, sehingga merasa takut merugi jika mesti meninggalkan hubungan.

Ironisnya, terkadang saat kamu berpikir demikian, justru membuatmu rentan kehilangan lebih banyak hal, Bela. Terutama kebahagiaan dan kendali atas diri sendiri, karena selama ini tanpa sadar kamu terus bertahan karena dikontrol oleh rasa takut.

5. Berharap akan adanya perubahan sikap pasangan

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Magnific.com/prostooleh

Kalau kamu merasa kecewa dalam hubungan tapi masih bertahan, bisa jadi disebabkan oleh harapan akan perubahan pasangan ke arah yang positif. Yes, banyak orang yang memegang erat potensi pasangan, tanpa menilainya secara nyata. Walaupun kenyataannya pasangan terus menyakiti dan mengecewakan berulang kali, tapi angan-angan seperti ini mampu untuk terus menjebakmu.

6. Merasa kekecewaan karena perilaku toxic adalah hal yang normal 

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Pexels.com/Timur Weber

Merasa kecewa di dalam hubungan memang suatu hal yang wajar. Sebab, setiap orang tentu punya harapan, maupun kebutuhan berbeda yang tidak akan selalu mampu untuk dipenuhi pasangan.

Akan tetapi, kalau kekecewaan itu datang dari perilaku toxic yang berulang, misalnya dia sering berbohong, mendiamkanmu ketika ada konflik, atau bahkan merendahkanmu, tentu ini bukanlah hal yang normal. Karena kondisi ini bukan lagi berasal dari sekadar perbedaan ekspektasi, tetapi sudah menunjukkan pola yang tidak sehat.

7. Adanya momen indah di dalam hubungan

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Magnific.com/freepik

Banyaknya momen indah di dalam hubungan acap kali membuat seseorang melupakan situasi mengecewakan yang sebenarnya sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Karena, memori menyenangkan cenderung membuatmu untuk terus menantikan momen indah lainnya di masa depan. Itulah mengapa, kamu lebih memilih untuk bertahan, ketimbang melepaskan hubunganmu, Bela.

8. Merasa nggak punya pilihan yang lebih baik

Kecewa dalam Hubungan tapi Masih Bertahan
Pexels.com/RDNE Stock project

Jika kamu berpikir kamu tidak akan menemukan sosok pasangan yang lebih baik, kemungkinan untuk bertahan dalam hubungan yang mengecewakan pun menjadi semakin besar. Kenyataannya, seringkali pikiran ini hanya sekadar ilusi yang menjebak akibat rasa tidak layak yang kamu miliki.

Merasa kecewa dalam hubungan tapi masih bertahan nyatanya bisa disebabkan oleh kondisi yang cukup kompleks. Kendati begitu, bukan hal yang mustahil untuk melepaskan hubungan tersebut dan mulai menarik hubungan romantis yang lebih memuaskan dan berkualitas. Asalkan mampu menyadari pola yang membuatmu terjebak dan menyembuhkan luka dari masa lalu, niscaya kamu akan lebih mudah menarik hubungan yang layak untukmu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Related Articles

See More