Putus cinta memang momen terberat untuk dilewati, terutama jika kamu yang mengawali perpisahan tersebut dengan pasanganmu. Kamu ingin sekali bertahan dalam hubungan, namun karena satu dan lain hal, kamu merasa kisah kasih ini nggak dapat dilanjutkan. Kamu ingin mengatakan putus, namun terlalu takut untuk melukai hatinya. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Putus cinta memang akan selalu meninggalkan luka dan tangis. Namun, melakukannya dengan benar dapat mengurangi rasa sakit yang akan dialami. Ini yang kemudian dapat dikatakan sebagai putus dengan baik-baik. Melansir dari Glamour, ini caranya putus dengan baik-baik.

1. Pilih waktu terbaik dalam satu hari tersebut

Bisakah Putus Baik-Baik dengan Pasangan? Ini 12 Tips yang Bisa DicobaUnsplash.com/Priscilla Du Preez

Pemilihan waktu sangat penting, terutama jika kamu ingin memberikan kabar buruk pada pasanganmu dan melewati pembicaraan yang emosional. Pagi hari bukan waktu yang tepat karena kesadaran seseorang belum sepenuhnya kembali dari alam tidurnya, serta ada rutinitas pagi yang perlu ia lakukan.

Malam hari sebelum makan juga bukan waktu yang tepat karena hal itu akan membuatnya melewatkan jam makan malamnya. Jadi, waktu terbaik untuk putus adalah siang menjelang sore, ada rentang waktu yang cukup bagi kamu dan pasangan untuk membahas keinginan berpisahmu itu.

2. Putus secara langsung

Cerita putus paling menyeramkan adalah diputuskan melalui pesan singkat atau telepon. Jangan mengulang cerita seperti itu, Bela. Jika ingin putus dengan baik-baik, lakukan dengan bertatapan secara langsung. Dengan begitu, pasangan bisa melihat langsung keseriusanmu serta masalah yang ada dapat diselesaikan secara tuntas.

3. Mempersiapkan kata-kata yang ingin diucapkan

Buat rangkaian kata yang ingin kamu ucapkan pada pasangan ketika ingin putus darinya. Persiapkan dirimu untuk menerima pertanyaan yang kemungkinan besar akan ia lontarkan padamu. Dengan membuat perencanaan seperti ini, kamu dapat menjadi lebih tenang dan lebih siap secara emosional untuk mengakhiri hubungan itu.

4. Lakukan di tempat umum, namun bukan tempat yang ramai

Putus di rumahnya atau di rumahmu bukan pilihan yang tepat karena jika terjadi sesuatu di luar dugaan, nggak ada orang lain yang dapat melihat dan menolongmu. Jika ingin meminta putus, lakukan di tempat umum namun bukan tempat yang ramai. Pilihannya bisa di taman, dan bukan restoran.

5. Jangan putus di bawah pengaruh apa pun

Bisakah Putus Baik-Baik dengan Pasangan? Ini 12 Tips yang Bisa DicobaPexels.com/Garon Piceli

Penting untuk menjaga kesadaranmu ketika ingin putus dengan pasangan. Jangan mengonsumsi alkohol sebelum putus hanya untuk menenangkan pikiranmu. Minuman tersebut bisa membuatmu kehilangan kesadaran dan kamu nggak bisa menyampaikan maksudmu dengan jelas. Atau kamu bisa gagal berpisah karena langsung mengiyakan ajakan pasangan untuk bertahan dalam hubungan.

6. Tetap positif dan mendukung (mantan) pasangan

Hanya karena mengakhiri hubungan, bukan berarti kamu nggak bisa bersikap positif padanya. Kata-kata baik dapat memberikan dampak panjang padanya dan bisa meninggalkan hal positif untuk ia kenang selalu. Misalnya, "Aku senang dengan kepribadianmu yang humoris, namun... (masukkan alasan putus)".

7. Bicara secara jelas dan jujur

Jangan bertele-tele dalam menyampaikan alasanmu untuk putus, terutama hanya karena ingin menjaga perasaannya. Ungkapkan secara jelas dan jujur sehingga pasanganmu (atau mantanmu) tahu hal yang salah terjadi dalam hubungan. Jangan biarkan ia mengira-mengira sehingga berasumsi yang terburuk. Hal itu hanya akan menimbulkan masalah setelah kalian berdua berpisah.

8. Hindari menyampaikan banyak masalah dalam hubungan

Bisakah Putus Baik-Baik dengan Pasangan? Ini 12 Tips yang Bisa DicobaUnsplash,com/Kelly Sikkema

Namun, menjadi jelas dan jujur bukan berarti menyampaikan semua masalah secara mendetail. Coba perhatikan dan saring hal-hal yang ingin kamu sampaikan. Menurut para ahli, pasangan nggak perlu tahu hal-hal detail dari setiap masalah yang kalian alam dalam hubungan.

9. Jangan meninggalkan apapun untuk didebatkan

Jika merasa masalah dalam hubungan nggak dapat diselesaikan secara baik-baik atau memang putus adalah jalan terbaik, jangan memberikan harapan pada pasangan kalau ia dapat menyelesaikannya untukmu. Nggak perlu juga bersikap kasar, namun kamu perlu tegas padanya kalau putus adalah hal terbaik untuk kisah kasih kalian.

10. Berusaha putus dengan baik-baik, namun jangan berharap pengakhiran yang baik

Closure atau pengakhiran yang baik nggak selalu mungkin terjadi, terutama dalam putus cinta. Bahkan jika kamu mengharapkannya, hal itu nggak akan bisa didapatkan. Jadi, tetap berusaha mengakhiri hubungan secara baik-baik namun jangan berharap (mantan) pasangan memberikan akhiran yang baik untuk hubungan kalian.

11. Memutus hubungan di media sosial

Putus adalah putus, maka cobalah untuk memutuskan kontak dalam bentuk apapun dengan pasangan yang telah menjadi mantan, baik itu di dunia nyata maupun di media sosial. Segera setelah putus, mulai unfriend atau unfollow dirinya, hapus nomornya, dan hindari pertemuan langsung dengannya. Juga, jangan sekalipun berusaha mencari tahu kabar dirinya atau masih mencoba memerhatikan dirinya. Move on dan berikan ruang pribadi untuk sembuh dari luka perpisahan ini, Bela.

12. Jangan putus untuk balikan

Waspada kesempatan balikan setelah putus. Jika hal ini terjadi, kamu akan kembali putus dengan alasan yang sama, dan hal itu seperti siklus yang nggak akan pernah berhenti dalam hidupmu. Jadi, pastikan kamu mengakhiri hubungan dengan alasan yang benar dan move on melanjutkan hidup tanpa dirinya.

Putus cinta memang akan meninggalkan luka, nggak peduli bagaimana kamu melakukannya. Namun, kamu dapat melakukannya dengan baik-baik untuk menghindari masalah baru yang terjadi setelah putus, serta mengurangi rasa sakit hatinya karena perpisahan itu. Selain itu, putus dengan baik-baik dapat membantumu move on lebih cepat karena nggak ada masalah di masa lalu yang menahanmu untuk melanjutkan hidup.

Baca Juga: 5 Tahapan Emosi yang Normal Terjadi Setelah Putus dari Pacar