Bela, pernahkah kamu dan pacar terpisah jarak selama beberapa waktu? Misalnya, saat ia harus praktek kerja atau magang di kota lain selama dua bulan atau saat kamu pergi berlibur seminggu bersama keluarga tanpanya. Bisakah kamu bertahan lebih dari tujuh hari terpisah darinya? Kalau kamu tidak bisa, hal tersebut justru menandakan bahwa kalian tak seharusnya bersama! Jika hubungan kalian sangat bergantung pada kehadiran fisik satu sama lain setiap saat, sudah jelas bahwa kalian sama-sama belum siap untuk memasuki hubungan yang dewasa dan realistis. Masih tak percaya? Yuk, simak tujuh alasannya berikut ini. 

 

1. Jauh darinya harusnya membuatmu merindukannya, bukan melupakannya

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamafanpop.com
 

Kalau terpisah dari satu sama lain justru membuatmu lupa dengannya dan mencari-cari sosok lain yang bisa menggantikan si dia, mungkin kalian memang bukan jodoh satu sama lain. Kalian juga belum siap untuk berjuang demi sebuah hubungan. 

 

2. Kamu harus punya kehidupanmu sendiri

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamafanpop.com

Sekompak apa pun kalian sebagai pasangan, penting bagimu dan pacar untuk memiliki kesibukan, teman-teman, dan hobi masing-masing. Dengan begitu, kamu akan tetap merasa utuh dan mandiri sebagai seorang pribadi meskipun kamu dan pasangan sedang terpisah jarak. 

 

3. Sudah semestinya kamu percaya padanya

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamasiriusbrat.tumblr.com

Nah, kalau kamu tak bisa jauh darinya karena kamu takut dia berbuat macam-macam, kamu hanya menghabiskan waktumu saja. Kamu punya dua pilihan: belajar memercayainya atau justru meninggalkannya. Orang yang membuatmu gelisah dan tak aman tidak pantas kamu perjuangkan, Bela. 

 

4. Mendengar suaranya saja sudah cukup

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamarymdfilm.wordpress.com

Saat merindukan sosoknya, manfaatkan teknologi dan hubungi dia lewat Skype, Facetime, atau telepon. Kalian harus membuktikan bahwa meskipun sedang tak bisa bersama secara fisik, hati dan pikiran kalian tetap terhubung dengan kuat. 

 

5. Berpisah akan membuat waktu yang kalian miliki bersama sungguh berharga

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamajamesmcavoycyuku.com

Jika kalian selalu bersama dan tak terpisahkan, mudah saja bagi kalian untuk meremehkan waktu yang kalian habiskan bersama. Tapi jika kalian sering harus berjauhan, kalian akan belajar menghargai setiap menit yang kalian miliki berdua saja. 

 

6. Jangan terlalu bergantung padanya

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamafocusfeatures.com

Apa yang ada di pikiranmu saat tahu dia harus pergi ke luar kota selama seminggu? Siapa yang akan menemanimu makan? Siapa yang akan mengantar dan menjemput kamu? Kalau iya, ini tandanya hubunganmu dengannya sudah tidak sehat karena kamu terlalu menggantungkan diri padanya. Kamu jadi kehilangan arah tanpanya. Jangan biarkan hal ini terjadi, ya! 

 

7. Kalian bisa gila kalau selalu berdua ke mana-mana

Jika Kamu dan Pacar Tak Bisa Terpisah dari Satu Sama Lain, Kalian Justru Tidak Ditakdirkan Bersamafocusfeatures.com

Bayangkan saja, setiap hari kalian habiskan bersama. Saat berkumpul dengan teman-teman pun pasangan harus diikut sertakan. Pokoknya seluruh hidupmu berputar di sekitarnya. Kalian akan jadi lebih sering bertengkar dan saling menyalahkan. Hubungan kalian justru tak akan terasa hangat, kan? 

 

Meskipun tak terpisahkan terdengar seperti ide yang romantis dan so sweet, Popbela perlu mengingatkanmu untuk lebih berhati-hati. Cinta boleh kok, tapi jangan berlebihan sampai-sampai tak mau terpisah, ya. Cinta kalian seharusnya tahan banting dan lolos ujian apa pun, termasuk ketika harus terpisahkan jarak dan waktu. Bagaimana denganmu dan pasangan, Bela? Pernahkah kalian harus berjauhan? Apa yang kamu rasakan saat itu?