Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

7 Curhatan Aurélie Moeremans di Buku ‘Broken Strings’, Alami Grooming!

Aman.jpg
Instagram.com/aurelie
Intinya sih...
  • Aurélie Moeremans menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun, mengalami hubungan toxic dengan lelaki dewasa.
  • Alami pelecehan seksual dan kekerasan emosional serta fisik, menyadari bahwa yang dialaminya adalah grooming setelah beranjak dewasa.
  • Menulis sebagai cara Aurélie untuk pulih, harapannya agar kisahnya dapat membantu penyintas di luar sana yang sedang berada dalam relasi tidak sehat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Aurélie Moeremans belakangan ramai diperbincangkan di media sosial setelah memoarnya yang berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth viral dan dibagikan luas oleh warganet. Lewat buku ini, Aurélie membuka kembali potongan-potongan masa mudanya yang selama ini jarang ia ceritakan ke publik mengenai hubungan yang ia jalani sejak usia belia dan meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya.

Broken Strings ditulis sebagai ruang pengakuan sekaligus pemulihan bagi Aurélie. Tanpa menggurui, aktris film Story of Kale ini menuturkan pengalamannya dengan jujur, memperlihatkan bagaimana hubungan yang tampak seperti kasih sayang bisa berubah menjadi manipulasi dan kekerasan. Memoar ini pun memantik diskusi luas tentang child grooming, hubungan yang tidak sehat, serta pentingnya keberanian untuk bersuara atas pengalaman traumatis.

Sejak awal, Aurélie sudah memberikan peringatan kepada pembaca karena isi bukunya mengangkat pengalaman personal yang sensitif dan berpotensi memicu trauma. Dibagikan lewat akun Instagram pribadinya, ini dia isi dari buku Broken String milik Aurélie Moeremans. Trigger warning!

1. Menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun

collage.png
Instagram.com/aurelie

Dalam bukunya, Aurélie Moeremans mengungkap bahwa ia pernah menjadi korban grooming sejak usia remaja, tepatnya 15 tahun. Saat itu, perempuan blasteran Belgia-Indonesia itu baru terjun ke dunia hiburan Tanah Air dan bertemu dengan orang-orang dewasa. Salah satunya ialah Bobby (nama samaran), yang akhirnya membuat Aurélie terjebak dalam hubungan toxic antara lelaki dewasa dengan anak di bawah umur.

Ia mengungkapkan, pendekatan yang ia terima dari Bobby kala itu terasa seperti perhatian dan perlindungan, sesuatu yang mudah disalahartikan sebagai bentuk kasih sayang di usia remaja. Namun seiring waktu, Aurélie menyadari bahwa hubungan tersebut dibangun di atas ketimpangan usia dan kuasa. Pola ini membuatnya berada dalam posisi rentan, sebuah kondisi yang kini dikenal sebagai grooming.

2. Alami pelecehan seksual

Bagusan foto yang mana 🤔.jpg
Instagram.com/aurelie

Saat menjalin hubungan dengan Bobby, Aurélie mengaku banyak mengalami tekanan dan sering diancam. Bahkan, ia pernah diminta untuk mengirimkan foto telanjangnya, dengan wajah yang terlihat jelas. Foto itulah yang digunakan Bobby untuk mengancam Aurélie jika tidak memenuhi semua keinginannya.

Aurélie baru menyadari bahwa yang dialaminya adalah grooming, termasuk pelecehan dan pemerkosaan, setelah dirinya beranjak dewasa. Menurutnya, ketika masih usia remaja, ia tidak menyadari hal tersebut karena pelaku menggunakan cara yang begitu halus dan manipulatif.

Melalui Broken Strings, ia merefleksikan bagaimana batasan dan persetujuan menjadi kabur ketika hubungan dijalani tanpa posisi yang setara, terlebih saat ia masih di bawah umur. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukanlah bentuk hubungan yang sehat, melainkan situasi yang membuatnya sulit berkata “tidak” dan melindungi dirinya sendiri.

3. Jadi korban kekerasan emosional dan fisik

437370820_18426852715020952_8943411217887095266_n.jpg
Instagram.com/aurelie

Selain pelecehan seksual, memoar ini juga memuat kisah tentang kekerasan emosional dan fisik yang dialami Aurélie. Ia menggambarkan bagaimana tekanan, kemarahan, dan ancaman menjadi 'keseharian' dari hubungan yang ia jalani. Perempuan kelahiran 8 Agustus 1993 ini mengaku sempat ditampar, diinjak, bahkan diludahi oleh Bobby.

Kekerasan tersebut berlangsung berulang dan berdampak besar pada kondisi mentalnya, membuatnya merasa takut, tertekan, dan kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

4. Manipulasi psikologis yang membuat terjebak

61783774_1137281666474020_8161980772868072890_n.jpg
Instagram.com/aurelie

Dalam buku setebal 220 halaman tersebut, Aurélie menyoroti kuatnya manipulasi emosional yang ia alami. Ia kerap dibuat merasa bersalah, tidak cukup baik, dan diyakinkan bahwa dirinya tidak akan mampu hidup tanpa Bobby.

Manipulasi ini perlahan membuatnya meragukan penilaian sendiri dan bertahan dalam hubungan tersebut lebih lama, meski ia menyadari ada banyak hal yang tidak beres.

5. Pernikahan yang tidak sah dan dijadikan alat kontrol

Aman.jpg
Instagram.com/aurelie

Aurélie mengungkap bahwa ia sempat percaya kalau dirinya telah menjalani pernikahan dengan Bobby, meski pada saat itu banyak kecurigaan yang ia rasakan. Seiring waktu, aktris film Baby Blues ini menyadari bahwa pernikahan tersebut tidak sah secara Katolik karena tidak melalui prosedur dan tata cara yang semestinya, serta tidak memiliki pencatatan resmi.

Aurélie juga mengungkap bahwa pernikahan itu dijalani dalam kondisi terpaksa, bahkan disertai ancaman jika ia mencoba meninggalkan laki-laki tersebut. Status “pernikahan” inilah yang kemudian, menurut Aurélie, menjadi alat kontrol yang membuatnya merasa terikat secara moral dan emosional, sekaligus sulit keluar dari relasi yang menyakitkan.

Sejak Broken Strings dirilis dan dibagikan ke publik, Aurélie pun menerima banyak dukungan dari warganet atas keberaniannya menceritakan pengalaman hidupnya. Tak sedikit pula komentar yang mengecam pihak yang disebut dalam kisah tersebut, sekaligus menyuarakan solidaritas kepada Aurélie sebagai penyintas hubungan yang tidak sehat.

6. Menulis sebagai cara Aurélie untuk pulih

Bagusan foto yang mana 🤔-3.jpg
Instagram.com/aurelie

Bagi Aurélie, menuliskan pengalaman hidupnya dalam sebuah buku menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Melalui tulisan, ia berusaha merangkai ulang ingatan, memahami apa yang sebenarnya terjadi, serta mengakui bahwa relasi yang ia jalani bukanlah hubungan yang sehat. Menulis menjadi caranya untuk merebut kembali suara dan kendali atas kisah hidupnya sendiri.


7. Harapan untuk penyintas di luar sana

pada nyuruh upload di feed 🤷🏽‍♀️.jpg
Instagram.com/aurelie

Lewat memoar ini, Aurélie berharap kisahnya dapat menjangkau dan membantu banyak “Aurélie-Aurélie kecil” di luar sana, untuk mereka yang mungkin sedang berada dalam relasi tidak sehat, merasa bingung, takut, atau sendirian. Ia ingin pengalamannya menjadi pengingat bahwa manipulasi bisa datang dalam bentuk yang sangat halus, dan setiap orang berhak atas hubungan yang aman, setara, dan penuh rasa hormat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More

7 Curhatan Aurélie Moeremans di Buku ‘Broken Strings’, Alami Grooming!

12 Jan 2026, 12:00 WIBRelationship