Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Hardballing? Cara Tegas untuk Hindari Ghosting dalam Hubungan

Apa Itu Hardballing? Cara Tegas untuk Hindari Ghosting dalam Hubungan
pexels.com/Katerina Holmes
  • Hardballing adalah sikap menyampaikan keinginan, harapan, standar, dan batasan hubungan secara tegas serta jujur sejak masa pendekatan.

  • Komunikasi terbuka sejak awal membantu menyamakan tujuan, menghargai diri dan batasan, menghemat waktu, serta meminimalkan risiko ghosting.

  • Penerapannya menuntut kejujuran konsisten, penghormatan pada batasan, dan keberanian membahas masalah; namun standar terlalu kaku bisa membatasi pilihan atau mengintimidasi calon pasangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah di-ghosting saat sedang dekat dengan seseorang, Bela? Kondisi ini tentu membuatmu bingung, sakit hati, bahkan bertanya-tanya karena kehilangan kontak secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Nah, buat kamu yang ingin menghindari pengalaman tidak menyenangkan seperti ghosting, kini ada istilah hardballing yang mengutamakan keterbukaan sejak awal.

Hardballing tersebut menjadi sikap tegas dalam menyatakan keinginan dan ekspektasi sejak awal saat mulai hubungan romantis. Lantas, apa itu hardballing dan bagaimana cara menerapkannya saat berkencan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Apa itu hardballing?

    apa itu hardballing
    pexels.com/Gera Cejas

    Hardballing didefinisikan sebagai cara seseorang menyampaikan keinginan, harapan, dan standar dalam hubungan secara tegas serta jujur sejak awal pendekatan. Dari sini, kedua pihak bisa memahami hal-hal yang dapat diterima maupun yang menjadi batasan.

    Tren ini mendorong komunikasi yang terbuka sekaligus membantu seseorang memprioritaskan kebahagiaan dan kesejahteraan dirinya. Mereka juga tidak ragu menolak hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip atau batasan pribadi.

    Meskipun sekilas terkesan tegas hingga intimidatif, hardballing justru bisa membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan langgeng.

  2. 2. Manfaat hardballing

    apa itu hardballing
    pexels.com/Katerina Holmes

    Hardballing punya sejumlah sisi positif yang bisa membuat proses pendekatanmu lebih jelas dan terarah, di antaranya:

    • Lebih terbuka sejak awal
      Kamu bisa jujur menyampaikan kebutuhan, keinginan, hingga batasan dalam hubungan sehingga gebetan lebih mudah memahami ekspektasimu.
    • Lebih menghargai diri sendiri
      Jika kamu berani menetapkan standar dan batasan, maka kamu bisa lebih memprioritaskan kebahagiaan, kenyamanan, serta kesejahteraan diri.
    • Tidak buang-buang waktu
      Hardballing membantu kamu mengetahui sejak awal apakah orang yang dipilih punya tujuan hubungan sejalan denganmu atau tidak. Jadi, kamu tidak perlu buang-buang waktu untuk hubungan yang tak pasti.
    • Punya batasan yang jelas
      Sejak masa pendekatan, kamu dan gebetan sudah tahu hal-hal apa yang bisa diterima maupun deal breaker dalam hubungan.
    • Berpeluang punya hubungan lebih langgeng
      Pastinya, hubunganmu akan langgeng karena sudah selektif di awal. Orang yang kamu pilih saat ini setidaknya adalah orang yang benar-benar cocok denganmu.
    • Mengurangi risiko ghosting
      Komunikasi yang terbuka sejak awal bisa membuat kamu maupun gebetan lebih memahami arah hubungan. Oleh karena itu, risiko ghosting bisa diminimalisir.
    • Lebih punya kendali
      Kamu tidak sekadar mengikuti arus, tetapi bisa menentukan hubungan seperti apa yang ingin dijalani sambil tetap memprioritaskan kesejahteraan dan rasa saling menghormati.

  3. 3. Kekurangan hardballing

    apa itu hardballing
    pexels.com/Jonathan Borba

    Di balik sisi positifnya, tren kencan hardballing juga punya beberapa sisi negatif yang perlu kamu pertimbangkan, antara lain:

    • Pilihan pasangan jadi lebih terbatas
      Saat seseorang punya standar yang sangat spesifik, mencari sosok yang benar-benar sesuai dengan dirinya bisa menjadi lebih sulit dan memakan waktu.
    • Bisa membuat gebetan merasa terintimidasi
      Sikap yang terlalu tegas mungkin terlihat menakutkan bagi orang yang belum terbiasa dengan komunikasi tegas atau standar tinggi dalam hubungan.
    • Terlalu kaku bisa melewatkan peluang
      Jika seseorang terlalu kaku pada standar yang mereka buat, kamu bisa saja melewatkan seseorang yang sebenarnya berpotensi cocok karena terlalu ingin sempurna seperti yang diharapkan sejak awal.
    • Membuat calon pasangan mundur duluan
      Sikap yang terlalu to the point terkadang membuat seseorang mengira kamu sulit didekati sehingga mereka justru memilih mundur sebelum hubungan makin jauh.

  4. 4. Cara menerapkan hardballing dalam hubungan

    apa itu hardballing
    pexels.com/Boris Ivas

    Buat kamu yang tertarik mencoba tren hardballing, bukan berarti harus bersikap kaku atau terlalu blak-blakan, ya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan:

    1. Jujur sejak awal
      Saat mulai dekat dengan seseorang, tak ada salahnya langsung membicarakan tujuanmu. Apakah kamu ingin hubungan yang serius, sekadar kencan santai, atau memang ingin berteman? Kejelasan sejak awal akan membantu menghindari terjadinya salah paham di kemudian hari.
    2. Bangun komunikasi yang terbuka dan konsisten
      Jangan hanya terbuka di awal pendekatan saja, ya. Selama proses berkencan, komunikasikan juga perasaan, perubahan ekspektasi, atau hal-hal yang membuatmu kurang nyaman. Kalau ternyata nggak ada kecocokan, sampaikan dengan jujur tanpa harus menghilang begitu saja.
    3. Saling menghargai batasan
      Setiap orang tentu punya batasan berbeda, mulai dari intensitas komunikasi, waktu bertemu, hingga ekspektasi dalam hubungan. Oleh karena itu, pastikan kamu dan pasangan saling memahami serta menghormati batasan agar hubungan tetap nyaman tanpa ada pihak yang merasa tertekan.
    4. Tidak menghindar dari percakapan sulit
      Dalam hardballing, tidak ada tempat untuk menghindari percakapan yang mungkin terasa sulit. Jika ada masalah atau perbedaan pandangan, lebih baik dibicarakan dari awal alih-alih dipendam sampai hubungan makin rumit atau berakhir dengan ghosting.

    Itu dia penjelasan seputar apa itu hardballing dan cara menerapkannya dalam hubungan. Jadi, tren hardballing ini apakah cocok untukmu, Bela?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More