Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Emotional Labor dalam Hubungan? Ini Penjelasannya
Magnific.com/drobotdean
  • Emotional labor adalah usaha mental menjaga hubungan tetap harmonis, seperti mengelola emosi dan kebutuhan pasangan, yang sering kali dilakukan tanpa disadari terutama oleh perempuan.
  • Pekerjaan emosional berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, kecemasan, hingga rasa kesepian karena hubungan terasa sepihak dan tidak seimbang dalam memberi serta menerima perhatian.
  • Mengatasi emotional labor bisa dimulai dengan menyadari peran diri, belajar melepaskan tanggung jawab emosional berlebih, serta menetapkan batas waktu dan energi agar hubungan lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga hubungan asmara agar tetap berjalan dengan baik tentu dibutuhkan usaha yang setara dari kedua belah pihak. Apabila hanya ada satu orang yang berupaya, dinamika hubungan bisa jadi terasa tidak seimbang. Seperti saat seseorang tanpa sadar terus melakukan emotional labor atau pekerjaan emosional yang membuatnya kelelahan dalam hubungannya.

Emotional labor memang tidak terlihat, namun sangat umum terjadi di dalam hubungan asmara. Dan utamanya, pekerjaan ini seringkali dilakukan oleh perempuan. 

Lantas, apa itu emotional labor dalam hubungan?

Berikut penjelasan selengkapnya, dikutip dari laman Psychology Today. Keep scrolling!

Apa itu emotional labor?

Magnific.com/drobotdean

Emotional labor atau pekerjaan emosional ialah sebuah beban yang sering kali kasat mata yang ada di dalam hubungan, di mana seseorang melakukan upaya mental agar sebuah hubungan tetap berjalan. Kerja emosional ini bisa terlihat seperti kepekaan yang tinggi terhadap suasana hati pasangan, pengelolaan kebutuhan pasangan, hingga mengantisipasi keinginan pasangan di dalam hubungan. 

Walaupun tidak terlihat, tapi banyak orang jadi merasa kelelahan dan tidak dihargai di dalam hubungannya ketika ia terus-menerus melakukan pekerjaan emosional ini.

Apa contoh dari emotional labor?

Magnific.com/tirachardz

Seseorang mungkin kerap tidak menyadari bahwa ia tengah melakukan emotional labor di dalam hubungannya. Padahal, kerja emosional ini sangat erat dengan momen sehari-hari. Beberapa contoh dari pekerjaan emosional ini di antaranya:

  1. Menjadi orang yang selalu mengecek jika ada sesuatu yang terasa ‘tidak beres’ dalam hubungan

  2. Mengantisipasi kebutuhan pasangan sebelum ia mengatakannya

  3. Mengelola konflik dengan memilih waktu, nada, dan kata-kata yang tepat

  4. Melakukan "perbaikan" emosional setelah pertengkaran

  5. Memantau kondisi hubungan agar tetap baik

Pekerjaan emosional ini seringkali tidak benar-benar disadari, meskipun memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental dan keberlangsungan hubungan. Ironisnya, emotional labor cenderung dipikul oleh perempuan karena pengkondisian sosial, di mana sejak kecil, perempuan diajarkan untuk memantau perasaan orang lain, dan bahkan sampai merasa harus bertanggung jawab.

Dampak emotional labor

Magnific.com/freepik

Sayangnya, saat seseorang terus melakukan pekerjaan emosional, ia acap kali tidak mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan di dalam hubungannya. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan keterhubungan dari pasangan, ia justru mengalami kelelahan kronis, merasa tidak diperhatikan, kecemasan berlarut karena ‘tuntutan’ untuk menjaga hubungan tetap stabil, hingga merasa kesepian di dalam hubungannya.

Apabila tidak diatasi dengan baik, hal ini tentu dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap dinamika hubungan. Lambat laun, hubungan bisa jadi terasa sepihak, karena seseorang terus memberi, sementara pasangannya terus menerima.

Cara mengatasi emotional labor dalam hubungan

Magnific.com/tirachardz

Apabila kamu salah satu yang merasa terus menerus melakukan pekerjaan emosional di dalam hubunganmu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi mengatasinya. Dengan melakukan cara-cara berikut, diharapkan dinamika hubunganmu jadi lebih seimbang, sehat, dan penuh rasa saling menghargai, karena kamu berhenti untuk berperan sebagai pemberi, melainkan juga penerima.

1. Sadari berbagai bentuk kerja emosional yang kamu lakukan

Magnific.com/freepik

Pertama, sadarilah emotional labor apa saja yang selama ini kamu lakukan di dalam hubunganmu. Bisa jadi, kamu terlalu memantau perasaan pasangan dan mengantisipasi kebutuhannya. Langkah ini sangat penting untuk memutus pola sebagai orang yang terus melakukan pekerjaan emosional di dalam hubungan.

2. Belajarlah untuk tidak terlalu terlibat dengan pekerjaan emosional

Magnific.com/freepik

Apabila kamu terbiasa memikul beban emosional di dalam hubungan, menghentikan diri untuk tidak lagi bertanggung jawab bisa jadi terasa cukup sulit pada awalnya. Kendati begitu, dengan melakukan tahapan ini, kamu sedang membebaskan diri dari beban yang selama ini kamu bawa tanpa disadari.

3. Tetapkan batasan waktu dan energimu

Magnific.com/Keira Burton

Untuk melepaskan diri dari melakukan pekerjaan emosional, latihlah diri untuk menetapkan batasan waktu dan energi. Misalnya, kalau kamu merasa keberatan melakukan sesuatu untuk pasangan, kamu dapat mengutarakan penolakan terhadapnya. 

Jika pasanganmu menanggapi dengan kemarahan, ingatlah bahwa itu bukan pertanda kamu nggak berhak dalam menetapkan batasan, melainkan cerminan kapasitasnya untuk menghargai batasan orang lain.

Itulah penjelasan mengenai emotional labor dalam hubungan. Setelah membaca informasi di atas, apakah selama ini kamu memikul pekerjaan emosional di dalam hubunganmu, Bela?

FAQ seputar emotional labor di dalam hubungan

Apa itu emotional labor dalam hubungan?

Emotional labor merupakan pekerjaan emosional yang seringkali tidak disadari dilakukan oleh seseorang sebagai upaya agar hubungannya tetap berjalan.

Apa saja contoh dari emotional labor?

Contoh dari emotional labor bisa berupa mengantisipasi keinginan pasangan sebelum ia mengatakannya, sangat peka terhadap perasaan pasangan, hingga bertanggung jawab secara emosional kepada pasangan.

Apa dampak dari melakukan emotional labor dalam hubungan?

Perasaan tidak dihargai, kesepian, hingga kecemasan seringkali muncul pada individu yang melakukan pekerjaan emosional. Alhasil emotional labor yang dilakukan oleh salah satu pihak dapat menciptakan ketidakseimbangan dinamika hubungan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article