Kalau mendengar kata hutan terluas di dunia, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Hutan Amazon mungkin menjadi salah satu jawaban paling populer. Wajar saja, kawasan Amazon memang dikenal sebagai salah satu hutan tropis terbesar di bumi dan punya peran penting bagi keanekaragaman hayati.
10 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Ada Rusia hingga Indonesia

- Data FRA 2025 FAO menempatkan Rusia sebagai negara berhutan terluas dengan 832,63 juta hektare, sekitar 20 persen hutan dunia; Brasil dan Kanada menyusul.
- Lima negara teratas—Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, dan China—menguasai lebih dari separuh hutan dunia, dengan luas total dipengaruhi ukuran wilayah negara.
- Indonesia berada di peringkat kedelapan dengan 95,97 juta hektare hutan; kawasan ini kaya biodiversitas, sementara deforestasi dan alih fungsi lahan tetap menjadi tantangan.
Namun, kalau ukurannya berdasarkan total luas hutan dalam suatu negara, ternyata Amazon bukanlah jawabannya. Negara dengan wilayah sangat luas dan memiliki hutan boreal, tropis, hingga temperate justru mendominasi daftar tersebut.
Berdasarkan Global Forest Resources Assessment (FRA) 2025 dari Food and Agriculture Organization (FAO), Rusia masih menjadi negara dengan luas hutan terbesar di dunia, dengan sekitar 832,6 juta hektare hutan. Bahkan, luas tersebut setara dengan sekitar seperlima dari seluruh hutan di dunia. Lantas, negara mana saja yang memiliki hutan terluas di dunia? Yuk, simak daftarnya berikut ini!
Table of Content
1. Rusia

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Lab Manager) Rusia menempati posisi pertama sebagai negara dengan hutan terluas di dunia. Berdasarkan data FRA 2025, negara ini memiliki sekitar 832,63 juta hektare kawasan hutan atau sekitar 20 persen dari total luas hutan dunia.
Besarnya kawasan hutan Rusia tidak terlalu mengejutkan mengingat negara ini merupakan salah satu negara dengan wilayah terluas di dunia. Sebagian besar kawasan hutannya berada di wilayah Siberia dan didominasi hutan boreal atau taiga. Kawasan ini dikenal dengan musim dingin yang panjang serta pepohonan seperti pinus, cemara, dan larch.
Hutan Rusia juga memiliki peran besar dalam ekosistem global. Selain menjadi habitat berbagai satwa seperti beruang cokelat, serigala, rusa, hingga harimau Siberia, kawasan hutannya menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.
Menariknya, luas hutan Rusia bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Kanada yang berada di posisi ketiga. Jadi, kalau pertanyaannya adalah negara mana yang memiliki hutan paling luas, jawabannya adalah Rusia.
2. Brasil

Hutan Terluas di Dunia (Dok. The Rainforest) Brasil berada di posisi kedua dengan sekitar 486,09 juta hektare kawasan hutan pada 2025. Luas tersebut menyumbang sekitar 11,7 persen dari keseluruhan hutan dunia.
Nama Brasil tentu tidak bisa dilepaskan dari Amazon. Negara ini merupakan rumah bagi sebagian besar kawasan Amazon, salah satu hutan hujan tropis paling penting di dunia. Amazon dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan menjadi habitat bagi berbagai spesies tumbuhan serta satwa.
Berbeda dengan hutan Rusia yang banyak berupa hutan boreal, kawasan hutan Brasil didominasi hutan tropis. Suhu hangat dan curah hujan tinggi membuat ekosistemnya sangat berbeda.
Meski memiliki kawasan hutan yang sangat luas, Brasil juga menghadapi tantangan berupa deforestasi. Perubahan penggunaan lahan, aktivitas pertanian, penebangan, dan kebakaran menjadi sejumlah persoalan yang terus mendapat perhatian dalam upaya menjaga kawasan Amazon.
3. Kanada

Hutan Terluas di Dunia (Dok. ccfm.org) Di posisi ketiga ada Kanada dengan sekitar 368,82 juta hektare hutan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 8,9 persen dari seluruh kawasan hutan dunia.
Sebagian besar hutan Kanada berada di kawasan boreal yang membentang sangat luas dari bagian barat hingga timur negara tersebut. Lanskapnya dipenuhi pepohonan jenis konifer, danau, sungai, serta wilayah liar yang menjadi habitat bagi berbagai satwa.
Kanada juga dikenal memiliki kawasan alam yang sangat luas dan relatif jarang dihuni manusia. Kondisi ini membuat sejumlah kawasan hutannya tetap menjadi habitat penting bagi beruang, moose, serigala, hingga berbagai jenis burung.
Besarnya kawasan hutan juga membuat sektor kehutanan menjadi bagian penting dari perekonomian Kanada. Namun, seperti negara lain dengan hutan luas, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan tetap menjadi tantangan agar kebutuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian alam.
4. Amerika Serikat

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Treehugger) Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan sekitar 308,90 juta hektare kawasan hutan pada 2025. Angka tersebut mewakili sekitar 7,5 persen dari total hutan dunia.
Hutan di Amerika Serikat memiliki karakter yang sangat beragam. Kamu bisa menemukan hutan boreal di Alaska, hutan temperate di wilayah utara, hingga hutan tropis di Hawaii dan beberapa kawasan lainnya.
Salah satu hal menarik dari Amerika Serikat adalah keberadaan berbagai taman nasional yang melindungi ekosistem hutan. Beberapa kawasan bahkan menjadi tujuan wisata alam populer karena menawarkan jalur pendakian, air terjun, pegunungan, dan satwa liar.
Dengan luas hutan mencapai lebih dari 300 juta hektare, kawasan hutan Amerika Serikat tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki nilai rekreasi dan budaya bagi masyarakat.
5. China

Hutan Terluas di Dunia (Dok. CGTN) China berada di posisi kelima dengan sekitar 227,15 juta hektare kawasan hutan pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5,5 persen hutan dunia. Kawasan hutan China tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang berbeda. Ada hutan di daerah pegunungan, kawasan subtropis, hingga wilayah yang memiliki iklim lebih dingin.
China juga menjadi salah satu negara yang mengalami peningkatan luas hutan dalam beberapa dekade terakhir melalui berbagai program penghijauan dan penanaman pohon. FAO mencatat bahwa perubahan luas hutan secara global tidak hanya dipengaruhi oleh kehilangan hutan, tetapi juga adanya perluasan kawasan hutan melalui penanaman dan regenerasi alami. Kondisi tersebut membuat China menjadi salah satu negara penting dalam pembahasan mengenai perubahan tutupan hutan dunia.
6. Republik Demokratik Kongo

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Scott Ramsay/WCS) Selanjutnya ada Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan sekitar 139,19 juta hektare hutan pada 2025. Negara ini menyumbang sekitar 3,4 persen dari luas hutan dunia.
Kawasan hutan DRC menjadi bagian penting dari Cekungan Kongo yang merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Hutan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi habitat bagi berbagai satwa, termasuk gorila, bonobo, serta gajah hutan.
Selain penting bagi kehidupan satwa, hutan Cekungan Kongo juga berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat lokal. Banyak komunitas menggantungkan kebutuhan hidupnya pada sumber daya alam yang tersedia di kawasan tersebut.
Karena itu, perlindungan hutan DRC tidak hanya berkaitan dengan konservasi satwa, tetapi juga kehidupan masyarakat dan upaya menghadapi perubahan iklim.
7. Australia

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Integrate Sustainability) Australia memiliki sekitar 133,56 juta hektare kawasan hutan dan berada di posisi ketujuh dalam daftar negara dengan hutan terluas pada 2025. Mungkin cukup mengejutkan karena Australia lebih sering dikenal dengan lanskap kering dan gurunnya. Padahal, negara ini memiliki berbagai jenis ekosistem hutan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Hutan Australia juga memiliki karakter yang unik karena menjadi habitat berbagai satwa endemik. Koala, kanguru, dan berbagai jenis burung menjadi bagian dari kekayaan fauna yang berkaitan dengan ekosistem Australia.
Namun, kebakaran hutan menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi negara ini. Perubahan iklim, cuaca panas, dan kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran yang berdampak terhadap kawasan hutan dan satwa di dalamnya
8. Indonesia

Hutan Terluas di Dunia (Dok. ProFauna Indonesia) Indonesia juga masuk dalam daftar negara dengan hutan terluas di dunia. Berdasarkan data FRA 2025, Indonesia memiliki sekitar 95,97 juta hektare kawasan hutan dan berada di posisi kedelapan secara global.
Sebagai negara tropis yang terdiri dari ribuan pulau, Indonesia memiliki ekosistem hutan yang sangat beragam. Hutan hujan tropis dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Papua, hingga berbagai wilayah lainnya.
Indonesia juga menjadi rumah bagi banyak satwa endemik, seperti orangutan, harimau Sumatra, badak Jawa, dan berbagai spesies burung. Tidak mengherankan jika kawasan hutan Indonesia memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati dunia.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga kawasan hutan dari deforestasi dan perubahan fungsi lahan. Upaya konservasi menjadi semakin penting mengingat hutan juga berperan dalam menyimpan karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem.
9. India

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Big Cats India) India berada di posisi kesembilan dengan sekitar 72,74 juta hektare kawasan hutan pada 2025. Walaupun dikenal sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, India masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Hutan tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan karakter geografis dan iklim yang berbeda.
Kawasan hutan India juga memiliki keanekaragaman satwa yang tinggi. Harimau Bengal menjadi salah satu spesies paling ikonik yang hidup di sejumlah kawasan konservasi negara tersebut.
Selain menjadi habitat satwa, hutan juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah India. Karena itu, pengelolaan hutan perlu mempertimbangkan kebutuhan konservasi sekaligus kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
10. Peru

Hutan Terluas di Dunia (Dok. Peru Travel) Melengkapi daftar 10 besar adalah Peru dengan sekitar 67,16 juta hektare hutan pada 2025. Sebagian besar kawasan hutan Peru merupakan bagian dari Amazon. Letaknya membuat Peru menjadi salah satu negara penting dalam menjaga ekosistem hutan hujan tropis di Amerika Selatan.
Hutan Amazon di Peru menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Selain tumbuhan, kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis mamalia, burung, reptil, dan serangga.
Keberadaan hutan juga memiliki nilai penting bagi masyarakat lokal dan komunitas adat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama bertahun-tahun. Karena itu, menjaga hutan Peru bukan hanya tentang mempertahankan pepohonan, tetapi juga melindungi ekosistem dan kehidupan masyarakat di dalamnya.
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa sebagian besar kawasan hutan dunia memang terkonsentrasi di beberapa negara besar. FAO mencatat lima negara teratas yaitu Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, dan China yang menguasai lebih dari separuh hutan dunia. Data terbaru FRA 2025 juga menunjukkan kelima negara tersebut tetap berada di posisi teratas.
Menariknya, memiliki hutan yang luas tidak selalu berarti sebuah negara memiliki persentase tutupan hutan tertinggi. Ukuran negara sangat memengaruhi total luas hutan. Jadi, negara kecil dengan sebagian besar wilayahnya tertutup hutan bisa memiliki persentase tutupan hutan yang lebih tinggi, meski total hektarenya jauh di bawah Rusia atau Brasil.
Pada akhirnya, angka-angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya kawasan hutan bagi kehidupan di bumi. FAO memperkirakan hutan dunia mencakup lebih dari 4 miliar hektare, atau sekitar 32 persen dari total daratan planet.
Mengetahui negara mana yang memiliki hutan terluas mungkin menarik dari sisi geografis. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kawasan tersebut dijaga agar tetap menjadi rumah bagi manusia, tumbuhan, dan satwa untuk generasi berikutnya.





















