Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

9 Fakta Menarik Nagoya, Kota Tuan Rumah Asian Games 2026 yang Punya Jejak Samurai

6 min read
9 Fakta Menarik Nagoya, Kota Tuan Rumah Asian Games 2026 yang Punya Jejak Samurai
Nagoya Castle. (pexels.com/Ricardo Koyama)
  • Asian Games 2026 berlangsung 19 September–4 Oktober di Prefektur Aichi dan Nagoya, melibatkan 46 negara dalam 43 cabang olahraga serta ratusan nomor pertandingan.

  • Nagoya menyimpan jejak era samurai dan Tokugawa melalui Nagoya Castle, Tokugawa Art Museum, serta Atsuta Shrine yang dikaitkan dengan Kusanagi no Tsurugi.

  • Sebagai pusat otomotif dan kuliner Nagoya Meshi, kota ini juga menawarkan Osu, Sakae, serta akses strategis ke destinasi Jepang tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perhelatan Asian Games 2026 menjadi sorotan pencinta olahraga di berbagai negara Asia. Ajang olahraga terbesar di benua tersebut digelar di Prefektur Aichi dan Nagoya, Jepang, mulai dari 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sebanyak 46 negara mengirimkan atletnya untuk bertanding dalam 43 cabang olahraga dengan ratusan nomor pertandingan.

Sebagai salah satu kota utama penyelenggara Asian Games XX, Nagoya menjadi kota terbesar keempat di Jepang dengan latar belakang yang cukup beragam, mulai dari sejarah samurai, industri otomotif, kuliner khas, hingga kawasan hiburan yang ramai.

Di balik kesibukannya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional, Nagoya turut menyimpan banyak fakta menarik yang membuatnya layak untuk dikenal lebih jauh. Yuk, kenalan dengan kota di Jepang tengah ini!

  1. 1. Punya sejarah lebih dari 400 tahun

    Meijo Park dan Nagoya Castle
    Nagoya Castle. (pexels.com/Heather Mallon)

    Nagoya merupakan ibu kota Prefektur Aichi yang berada di wilayah Chubu, tepatnya di antara Tokyo dan Osaka. Sejarah perkembangan kota ini sudah berlangsung selama lebih dari empat abad dan tidak bisa dilepaskan dari era samurai serta pemerintahan Tokugawa.

    Salah satu landmark paling terkenal adalah Nagoya Castle. Kastil ini mulai dibangun pada 1610 atas perintah Tokugawa Ieyasu. Bangunannya dikenal dengan ornamen shachihoko berlapis emas yang berada di bagian atas atap. Dalam mitologi Jepang, shachihoko merupakan makhluk dengan tubuh ikan dan kepala harimau yang dipercaya memiliki kemampuan melindungi bangunan dari kebakaran.

    Warisan keluarga Tokugawa juga masih dapat ditemukan di Tokugawa Art Museum. Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan keluarga Tokugawa, termasuk artefak samurai, perlengkapan upacara, senjata, serta benda seni dari masa tersebut.

  2. 2. Punya kaitan erat dengan Tokugawa Ieyasu

    Tokugawa Ieyasu (dok. Wikimedia Commons)
    Tokugawa Ieyasu (dok. Wikimedia Commons)

    Nama Nagoya juga memiliki hubungan kuat dengan Tokugawa Ieyasu, tokoh yang mendirikan Keshogunan Tokugawa dan memimpin Jepang memasuki periode pemerintahan yang berlangsung selama lebih dari 250 tahun.

    Kawasan Aichi memiliki sejumlah lokasi yang berkaitan dengan sejarah keluarga Tokugawa. Salah satunya Okazaki, kota yang dikenal sebagai tempat kelahiran Tokugawa Ieyasu. Lokasinya pun berada di Prefektur Aichi dan dapat dijangkau dari Nagoya.

    Jejak sejarah tersebut membuat wilayah sekitar Nagoya menarik buat kamu yang ingin melihat lebih dekat peninggalan Jepang pada masa samurai.

  3. 3. Ada kuil yang berkaitan dengan Pusaka Suci Jepang

    Atsuta Shrine
    Atsuta Shrine. (pexels.com/Cheng)

    Nagoya juga menjadi lokasi Atsuta Shrine, salah satu kuil Shinto yang memiliki posisi penting dalam sejarah dan kepercayaan Jepang.

    Kuil ini dipercaya berkaitan dengan Kusanagi no Tsurugi, pedang yang menjadi salah satu dari Tiga Pusaka Suci Kekaisaran Jepang. Keberadaan pusaka tersebut sendiri sangat erat dengan tradisi kekaisaran Jepang dan memiliki nilai simbolis yang tinggi.

    Atsuta Shrine berada di kawasan yang cukup mudah dijangkau dari pusat kota. Kompleksnya dikelilingi pepohonan sehingga memberikan suasana yang tenang di tengah kehidupan perkotaan Nagoya.

  4. 4. Salah satu pusat industri otomotif Jepang

    Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology, Nagoya
    Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology, Nagoya. (google.com/maps/Huong H Nguyen)

    Bagi pencinta otomotif, Nagoya juga memiliki daya tariknya tersendiri. Kota ini berada di kawasan Chubu yang dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar Jepang, terutama untuk industri otomotif.

    Toyota memiliki akar yang sangat kuat di wilayah Aichi. Perusahaan otomotif tersebut berkembang dari industri mesin tekstil yang didirikan keluarga Toyoda sebelum kemudian beralih dan berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan terbesar di dunia.

    Kamu bisa melihat perjalanan perkembangan industri tersebut melalui Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology di Nagoya. Museum ini menampilkan sejarah teknologi manufaktur dan perkembangan Toyota, lengkap dengan berbagai mesin serta demonstrasi teknologi.

  5. 5. Punya kuliner khas bernama Nagoya Meshi

    Hitsumabushi
    Hitsumabushi. (Wikipedia Commons/Kanesue)

    Salah satu cara paling seru untuk mengenal Nagoya adalah lewat makanannya. Kota ini memiliki budaya kuliner yang begitu kuat hingga berbagai hidangan khasnya dikenal dengan sebutan Nagoya Meshi.

    Hitsumabushi menjadi salah satu makanan yang paling populer di sana. Hidangan ini menggunakan belut panggang yang biasanya disajikan dengan nasi. Cara menikmatinya juga memiliki tahapan tersendiri, mulai dari menyantapnya langsung, menambahkan bumbu, hingga menuangkannya dengan kaldu.

    Ada pula miso katsu yang berupa tonkatsu dengan saus miso merah khas Nagoya. Sausnya memiliki cita rasa gurih yang umami sehingga memberikan cita rasa berbeda dari tonkatsu pada umumnya.

    Untuk camilan atau menu pendamping, tebasaki juga bisa menjadi pilihan lain yang tidak kalah enaknya. Sayap ayam goreng ini biasanya dibaluri dengan saus manis gurih serta taburan lada dan biji wijen yang melimpah.

    Nagoya juga memiliki kishimen, mi gandum berbentuk pipih dengan tekstur kenyal. Sementara itu, miso nikomi udon menggunakan udon yang dimasak dalam kuah miso merah.

    Buat yang ingin mencoba sarapan khas Nagoya, ada juga ogura toast. Roti panggang ini disajikan dengan pasta kacang merah manis dan sering ditemui di kedai kopi lokal.

  6. 7. Osu, perpaduan budaya tradisional dan pop Jepang

    Osu Kannon Temple
    Osu Kannon Temple. (pexels.com/Huu Huynh)

    Salah satu kawasan selanjutnya yang menarik untuk dijelajahi adalah Osu. Area ini dikenal dengan deretan toko, restoran, pusat perbelanjaan, pasar, hingga berbagai tempat yang menjual barang dengan gaya unik.

    Osu juga memiliki suasana yang beragam karena kawasan tradisional dan budaya pop Jepang dapat hidup berdampingan. Pengunjung bisa menghabiskan waktu untuk berburu makanan, berbelanja, atau sekadar berjalan kaki melihat suasana sekitar.

    Selain Osu, ada pula Nagoya's Cultural Path yang menawarkan pengalaman berkesan dengan bangunan-bangunan bersejarah dan kawasan yang berkaitan dengan perkembangan Nagoya pada masa lalu.

  7. 8. Sakae menjadi pusat hiburan dan perbelanjaan

    Sakae
    Sakae. (commons.wikimedia.org/Akahito Yamabe)

    Ketika matahari terbenam, sejumlah kawasan di Nagoya biasanya mulai dipadati pengunjung. Contohnya, Sakae yang merupakan salah satu pusat hiburan dan perbelanjaan yang paling dikenal.

    Di kawasan ini terdapat berbagai restoran, bar, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. Fushimi, Kanayama, serta area sekitar Stasiun Nagoya atau Meieki juga menjadi spot yang cocok untuk menikmati suasana malam.

    Kehidupan malam Nagoya dikenal dengan banyaknya tempat makan dan hiburan yang tersebar di berbagai kawasan kota. Hal ini membuat kamu dapat menemukan suasana yang tak terlupakan, tergantung area yang dipilih.

  8. 9. Lokasinya strategis untuk menjelajahi Jepang tengah

    Inuyama, Aichi, Nagoya
    Kuil tradisional yang ada di Inuyama, Aichi, Jepang. (pexels.com/Huu Huynh)

    Lokasi Nagoya membuat kota ini cukup strategis untuk perjalanan ke sejumlah destinasi di Jepang tengah. Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai kota dan kawasan bersejarah di sekitarnya.

    Inuyama menjadi salah satu destinasi andalan karena memiliki kastil bersejarah dan suasana kota yang masih mempertahankan nuansa tradisional Jepang. Kamu juga dapat menjadikan Nagoya sebagai salah satu titik perjalanan menuju Shirakawa-go yang terkenal dengan rumah tradisional bergaya gassho-zukuri.

    Dengan jaringan transportasi yang baik dan lokasinya di antara Tokyo dan Osaka, Nagoya sering menjadi rekomendasi tempat wisata bagi kamu yang ingin menjelajahi wilayah Jepang di luar dua kota besar tersebut.

    Itu dia deretan fakta menarik dari kota Nagoya, yang menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games 2026. Kalau suatu hari punya kesempatan liburan ke Jepang, Nagoya bakal masuk ke itinerary kamu juga, nggak?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More