Efek BTS World Tour! Pencarian Penerbangan ke Seoul Naik 155 Persen

- Peningkatan minat penerbangan ke Seoul dan Busan setelah pengumuman BTS World Tour "Arirang" mencapai 155% dan 2.375%.
- Busan mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan pencarian hingga 2.375%, menunjukkan antusiasme global yang tinggi.
- Fenomena "concert tourism" mendorong minat wisata global, dengan 70% responden lebih tertarik bepergian untuk menghadiri konser atau acara musik.
Pengumuman kembalinya BTS ke panggung global lewat world tour “Arirang” langsung mendorong peningkatan minat penerbangan dan perjalanan ke Korea Selatan. Data dari platform perjalanan global Hotels.com mencatat pencarian internasional untuk penerbangan ke Seoul meningkat 155 persen hanya dalam 48 jam setelah jadwal tur diumumkan pada 13 Januari 2026.
Peningkatan pencarian penerbangan ini terjadi bahkan sebelum penjualan tiket konser dimulai, mencerminkan antusiasme tinggi penggemar global yang mulai merencanakan penerbangan dan akomodasi demi menyaksikan langsung comeback BTS setelah sekitar empat tahun hiatus tur dunia.
Busan catat lonjakan tertinggi meski hanya dua jadwal konser

Selain Seoul, kota Busan justru mencatat kenaikan pencarian paling drastis. Pencarian internasional untuk perjalanan ke Busan melonjak hingga 2.375 persen dibandingkan minggu sebelumnya, meskipun kota tersebut hanya dijadwalkan menggelar dua konser BTS.
Berdasarkan data Hotels.com, Jepang menjadi pasar dengan lonjakan tertinggi untuk Busan, mencapai 10.545 persen, disusul Hong Kong (7.100 persen), Taiwan (1.275 persen), dan Amerika Serikat (835 persen). Fenomena ini menunjukkan bahwa jadwal konser terbatas justru meningkatkan rasa urgensi penggemar untuk segera merencanakan perjalanan.
Fenomena “concert tourism” dorong minat wisata global

Lonjakan pencarian ini memperkuat tren yang dikenal sebagai performance-driven tourism atau concert tourism, yakni perjalanan yang dilakukan khusus untuk menghadiri konser atau acara musik. Dalam laporan tren perjalanan Hotels.com, sekitar 70 persen responden menyatakan lebih tertarik bepergian untuk menghadiri pertunjukan musik dibanding sebelumnya, dan 43 persen bersedia bepergian ke luar kota atau luar negeri demi melihat artis favorit mereka. Kasus BTS menjadi contoh nyata bagaimana K-pop tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pemicu keputusan perjalanan lintas negara.
Dampak luas bagi pariwisata domestik dan ekonomi regional

Tidak hanya wisatawan mancanegara, permintaan perjalanan domestik di Korea Selatan juga mengalami peningkatan signifikan. Dalam 48 jam setelah pengumuman tur, pencarian domestik untuk perjalanan ke Seoul naik 190 persen, sementara Busan melonjak hingga 3.855 persen.
Pihak Hotels.com menilai konser berskala besar kini menjadi faktor penting dalam menentukan destinasi wisata. “Pertunjukan live berskala global semakin berperan sebagai katalis pariwisata regional,” ujar perwakilan Hotels.com. Hal ini menegaskan bahwa K-pop, khususnya BTS, memiliki dampak ekonomi yang melampaui industri musik dan berkontribusi langsung terhadap sektor pariwisata Korea Selatan.
Apakah fenomena lonjakan perjalanan ini akan terus berlanjut seiring bertambahnya jadwal konser BTS di berbagai negara? Mari simak terus kabar terbarunya, Bela!


















