Kronologi Penembakan di Rumah Rihanna, Pelaku Ditangkap dengan Jaminan Rp172 Miliar

- Penembakan terjadi di rumah Rihanna di Beverly Hills pada 8 Maret 2026, dengan sekitar 10 tembakan dilepaskan dari kendaraan, namun tidak ada korban luka.
- Tersangka Ivanna Lisette Ortiz ditangkap setelah pengejaran polisi terhadap Tesla putih dan kini menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan dengan jaminan sekitar US$10,2 juta.
- Rihanna dan keluarganya selamat saat insiden berlangsung, sementara penyelidikan mengungkap Ortiz diduga terobsesi pada Rihanna dan memiliki riwayat kasus kekerasan sebelumnya.
Rumah mewah milik penyanyi dunia Rihanna di kawasan Beverly Hills menjadi sorotan setelah insiden penembakan mengejutkan terjadi pada Minggu (8/03/2026). Seorang wanita dilaporkan melepaskan sekitar 10 tembakan ke arah properti sang bintang pop saat siang hari, memicu kepanikan di lingkungan elit yang selama ini dikenal dengan sistem keamanan ketat. Beruntung, Rihanna dan keluarganya yang berada di dalam rumah saat kejadian dilaporkan selamat tanpa luka.
Peristiwa ini dengan cepat memicu penyelidikan besar oleh pihak kepolisian. Tersangka yang kemudian diidentifikasi sebagai Ivanna Lisette Ortiz (35) ditangkap tak lama setelah kejadian dan kini menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan. Sejumlah detail baru terus terungkap, mulai dari kronologi penembakan, proses pengejaran polisi, hingga latar belakang tersangka. Berikut kronologi lengkap insiden penembakan di rumah Rihanna, Bela!
Insiden penembakan di rumah Rihanna terjadi pada siang hari

Insiden terjadi pada Minggu (8/03/2026) sekitar pukul 13.15 waktu setempat di kediaman Rihanna di Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat. Berdasarkan laporan kepolisian, sekitar 10 tembakan dilepaskan dari sebuah kendaraan yang berhenti di seberang rumah sang penyanyi.
Rekaman audio panggilan darurat menunjukkan seorang pelapor memberi tahu operator bahwa suara tembakan terdengar dari arah gerbang atas rumah Rihanna. Operator kemudian menyampaikan informasi melalui radio kepada petugas bahwa “sekitar 10 tembakan terdengar” dari sebuah kendaraan yang berada di dekat gerbang properti.
Polisi kemudian menemukan beberapa bukti kerusakan akibat tembakan, termasuk lubang peluru di gerbang rumah dan pada sebuah kendaraan RV yang terparkir di halaman. Meski peluru menghantam bagian luar properti, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Polisi kejar Tesla putih dan tangkap tersangka

Dalam laporan awal, tersangka disebut mengendarai sebuah Tesla Model 3 putih dengan plat nomor sementara. Setelah melepaskan tembakan, kendaraan tersebut langsung meninggalkan lokasi. Operator dalam rekaman radio juga memberikan ciri-ciri awal tersangka kepada petugas di lapangan.
“Tersangka nomor satu adalah seorang pengemudi, perempuan Hispanik, berambut pirang, mengenakan kemeja putih,” kata operator.
Sekitar pukul 13.48 waktu setempat, kepolisian melakukan pengejaran dan berhasil menemukan mobil tersebut di area pusat perbelanjaan Sherman Oaks Galleria, tidak jauh dari lokasi kejadian. Tersangka kemudian ditangkap sekitar 30 menit setelah panggilan darurat pertama diterima polisi. Petugas juga menggeledah kendaraan dan menemukan sebuah senapan serbu serta tujuh selongsong peluru.
“Ketika mereka menghentikan tersangka dan membawanya ke tahanan, mereka menggeledah kendaraan dan menemukan senapan serbu dan tujuh selongsong peluru,” kata juru bicara LAPD, Armen Arias.
Ivanna Lisette Ortiz kemudian ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan dan ditempatkan di pusat penahanan LAPD. Pengadilan menetapkan jaminan bebas yang sangat tinggi, yakni sekitar US$10,2 juta atau sekitar Rp172,7 miliar.
Rihanna dan keluarganya berada di dalam rumah

Saat penembakan terjadi, Rihanna dilaporkan berada di rumah bersama pasangannya, rapper A$AP Rocky, serta tiga anak mereka yakni RZA, Riot, dan Rocki.
Meski berada di dalam rumah ketika tembakan dilepaskan, seluruh anggota keluarga dipastikan dalam kondisi selamat. Namun sumber yang dekat dengan sang penyanyi menyebut Rihanna sempat sangat terkejut dan kebingungan ketika mendengar suara tembakan.
Setelah insiden tersebut, Rihanna dilaporkan mengambil langkah ekstra untuk meningkatkan keamanan keluarga. Ia juga terlihat meninggalkan kota menggunakan penerbangan pribadi tak lama setelah kejadian.
Tersangka diduga memiliki obsesi dan riwayat kasus

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa Ivanna Ortiz diduga memiliki obsesi terhadap Rihanna meskipun tidak memiliki hubungan personal dengan sang penyanyi. Ia disebut kerap mengunggah video maupun tulisan tentang Rihanna di media sosial sebelum insiden terjadi.
Beberapa minggu sebelum penembakan, Ortiz juga sempat memposting pesan bernada mengkhawatirkan di media sosial yang menyinggung Rihanna dan beberapa selebritas lainnya.
Selain itu, catatan hukum menunjukkan Ortiz sebelumnya pernah terlibat dalam sejumlah kasus, termasuk kekerasan dalam rumah tangga pada 2023 di Orlando, Florida. Dalam kasus tersebut, polisi menyimpulkan bahwa Ortiz merupakan pelaku utama setelah insiden pertengkaran dengan mantan suaminya.
Kini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki motif pasti di balik penembakan tersebut. Sementara itu, kasus ini kembali menyoroti risiko keamanan yang kerap dihadapi figur publik dengan tingkat popularitas global seperti Rihanna.


















