Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
8 Rekomendasi Wisata di Yunnan, dari Kota Tua Lijiang hingga Xishuangbanna
Asia Odyssey Travel / TripAdvisor / Pelago / Yahoo

  • Kota Tua Lijiang, kota kuno tanpa tembok dengan kanal air jernih dan kuliner lokal

  • Jade Dragon Snow Mountain, gunung salju Naga Giok dengan Blue Moon Valley dan pertunjukan Impression Lijiang

  • Tiger Leaping Gorge, ngarai dramatis dengan legenda harimau melompat dan kuliner lokal di guest house

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah daerah dan pengelola pariwisata Yunnan memperkenalkan delapan destinasi unggulan yang menampilkan keindahan alam, sejarah, serta budaya etnis di berbagai wilayah provinsi tersebut.
  • Who?
    Destinasi ini dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, dengan pengelolaan oleh otoritas pariwisata setempat serta komunitas lokal seperti suku Naxi, Hani, dan Dai.
  • Where?
    Kawasan wisata tersebar di Provinsi Yunnan, Tiongkok, mencakup Lijiang, Shangri-La, Dali, Kunming, Honghe, hingga Xishuangbanna di perbatasan selatan.
  • When?
    Seluruh lokasi dapat dikunjungi sepanjang tahun dengan jam operasional bervariasi antara pukul 06:00 hingga 18:30 tergantung destinasi masing-masing.
  • Why?
    Pengenalan delapan destinasi ini bertujuan menarik minat wisatawan untuk menikmati kekayaan alam dan budaya Yunnan sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.
  • How?
    Promosi dilakukan melalui publikasi informasi detail mengenai tiket masuk, aktivitas wisata populer, kuliner khas daerah, serta akses menuju setiap lokasi utama di Yunnan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yunnan bukan sekadar sebuah provinsi di Tiongkok, melainkan panggung megah tempat sejarah kuno, alam ekstrem, dan budaya etnis berpadu dalam satu perjalanan yang sulit dilupakan. Dari kota tua berkanal air hingga pegunungan bersalju, dari biara sakral hingga lanskap tropis, setiap sudut Yunnan seolah menawarkan kisah dan pengalaman yang berbeda. Artikel ini akan mengajak kamu menjelajahi delapan destinasi terbaik di Yunnan yang paling memikat wisatawan dunia, Bela!

1. Kota Tua Lijiang

Asia Odyssey Travel

Kota Tua Lijiang merupakan sebuah mahakarya tata kota dari dinasti Song dan Yuan yang terletak di Distrik Gucheng. Berbeda dengan kota kuno lainnya, tempat ini tidak memiliki tembok kota, melainkan terhubung oleh kanal-kanal air jernih yang bersumber dari gunung salju. Pengunjung dapat menyusuri gang-gang berbatu menuju Sifang Street yang menjadi pusat keramaian, atau mendaki ke Lion Hill untuk melihat hamparan atap kayu tradisional dari ketinggian.

Secara operasional, kawasan ini terbuka 24 jam tanpa tiket masuk wajib, meski biaya konservasi sebesar 50 RMB (sekitar Rp115.000) kadang diberlakukan. Untuk pengalaman kuliner, Hotpot Iga Babi Asap yang gurih serta Kue Bunga Mawar yang manis adalah dua hidangan yang merepresentasikan cita rasa lokal Lijiang secara sempurna.

2. Jade Dragon Snow Mountain

Tripadvisor

Berjarak hanya 15 km dari Lijiang, Gunung Salju Naga Giok berdiri megah sebagai simbol suci masyarakat Naxi. Kawasan wisata ini beroperasi dari pukul 06:00 hingga 18:00 dengan biaya tiket masuk sekitar 100 RMB (Rp230.000), belum termasuk biaya cable car menuju Glacier Park di ketinggian 4.506 meter. Salah satu spot paling fotogenik di sini adalah Blue Moon Valley, sebuah lembah dengan rangkaian danau berwarna biru kristal yang kontras dengan latar pegunungan salju.

Aktivitas utama selain pendakian adalah menyaksikan pertunjukan kolosal Impression Lijiang. Mengingat suhu udara yang ekstrem, menikmati semangkuk Cross-bridge Rice Noodles panas setelah turun dari puncak adalah pilihan kuliner yang sangat direkomendasikan.

3. Tiger Leaping Gorge

Asia Odyssey Travel

Tiger Leaping Gorge atau Ngarai Harimau Melompat menawarkan panorama alam yang liar dan dramatis di antara Lijiang dan Shangri-La. Ngarai ini terbagi menjadi jalur pendakian atas untuk para petualang dan jalur bawah bagi wisatawan santai, dengan tiket masuk dibanderol sekitar 45-65 RMB (sekitar Rp103.500–Rp149.500).

Spot ikoniknya adalah sebuah batu raksasa di tengah sungai tempat legenda menceritakan seekor harimau pernah melompat menyeberangi derasnya Sungai Jinsha. Selama berada di jalur pendakian, kamu wajib mencicipi Teh Mentega (Butter Tea) dan roti lokal di guest house yang tersebar di sepanjang rute untuk menambah energi sekaligus merasakan sentuhan budaya pegunungan.

4. Biara Songzanlin

Klook Travel

Sering dijuluki sebagai "Istana Potala Kecil", Biara Songzanlin adalah kompleks biara Buddha Tibet terbesar di Yunnan yang terletak di jantung Shangri-La. Dengan tiket masuk sekitar 115 RMB (sekitar Rp264.500) sudah termasuk bus internal, pengunjung dapat mengeksplorasi aula utama yang dihiasi ornamen emas dan lukisan dinding yang rumit mulai pukul 07:30 hingga 18:30.

Fotografi lanskap terbaik bisa didapatkan dari seberang Danau Lamuyangcuo, di mana seluruh bangunan biara terpantul indah di permukaan air. Kuliner di daerah ini sangat dipengaruhi oleh ekosistem dataran tinggi, sehingga mencicipi Daging Yak Panggang dan Yoghurt Yak yang kental menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan.

5. Kota Tua Dali & Danau Erhai

China Daily

Kota Tua Dali menawarkan suasana yang lebih rileks dan artistik dibandingkan kota tua lainnya, terletak tepat di kaki Gunung Cangshan. Aktivitas favorit wisatawan di sini adalah menyewa sepeda untuk mengelilingi Danau Erhai atau mengunjungi Tiga Pagoda Chongsheng yang ikonis dengan biaya masuk sekitar 120 RMB (Rp276.000).

Area kota tua sendiri dapat diakses secara gratis sepanjang waktu. Spot foto paling populer meliputi gerbang kota tua yang kokoh serta tepian danau saat matahari terbenam. Untuk urusan perut, kamu wajib mencoba Ersi, mi beras khas setempat, serta mengikuti ritual Three-course Tea yang memiliki filosofi rasa pahit, manis, dan berkesan.

6. Hutan Batu Shilin

Pelago

Hutan Batu Shilin merupakan situs warisan dunia UNESCO yang terletak sekitar 80 km dari Kunming, menampilkan formasi karst yang unik menyerupai pilar-pilar batu yang menjulang. Dibuka dari pukul 08:00 hingga 18:00 dengan tiket sekitar 130 RMB (Rp299.000), tempat ini menawarkan labirin batu yang tercipta secara alami selama jutaan tahun.

Batu Ashima adalah titik foto paling legendaris yang memiliki legenda romantis suku Sani di baliknya. Jika berkunjung ke area ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Bebek Panggang Yiliang, yang dikenal memiliki kulit renyah dan daging yang sangat lembut, mirip dengan gaya bebek Peking namun dengan bumbu khas Yunnan.

7. Terasering Padi Yuanyang

Yahoo

Terasering Padi Yuanyang adalah bukti kecemerlangan teknik agrikultur suku Hani yang telah bertahan selama lebih dari 1.300 tahun. Terletak di Prefektur Honghe, kawasan ini tidak memiliki jam operasional kaku, namun waktu terbaik berkunjung adalah saat subuh di Duoyishu untuk memotret matahari terbit atau sore hari di Bada untuk cahaya senja.

Tiket terusan biasanya dihargai sekitar 70-100 RMB (sekitar Rp161.000–Rp230.000). Selain mengagumi pantulan langit di air sawah, pengunjung bisa mencicipi Mi Beras Merah hasil panen lokal yang disajikan dengan ikan segar yang dipelihara langsung di dalam petak sawah tersebut.

8. Xishuangbanna

Fabio Nodari

Terletak di ujung selatan Yunnan yang berbatasan dengan Asia Tenggara, Xishuangbanna menawarkan atmosfer tropis yang berbeda total dengan wilayah utara. Salah satu tujuan utamanya adalah Tropical Botanical Garden di Menglun, tiket sekitar 80 RMB (Rp184.000) yang menampilkan ribuan spesies tanaman eksotis.

Di malam hari, pusat keramaian beralih ke Pasar Malam Xingguang di Jinghong yang dipenuhi lampu warna-warni dan pagoda emas sebagai spot foto ikonik. Kuliner di sini sangat unik dan pedas, dengan menu andalan seperti Nasi Nanas dan berbagai hidangan BBQ ala Suku Dai yang disajikan dengan sambal tomat mentah (Nanmi).

Setiap destinasi di Yunnan memiliki karakter unik, dari ketenangan kota tua, tantangan alam liar, atau kekayaan spiritual dan budaya lokal. Dari semua pilihan tersebut, destinasi wisata Yunnan mana yang paling ingin kamu kunjungi lebih dulu?

Editorial Team

EditorAyu Utami