Ada Gitar Jatuh! Reality Club Tunjukkan Sisi Spontan di 'Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session'

Reality Club merilis Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session di YouTube pada 11 September 2026, sebagai perayaan setahun album keempat dan perjalanan satu dekade mereka.
Live session menampilkan 10 dari 13 lagu album keempat dengan aransemen versi studio, ditambah visual, gestur personel, serta energi penampilan langsung untuk memperluas pengalaman mendengarkan.
Diproduksi sehari di Gading Serpong, sesi ini mempertahankan momen gitar Faiz jatuh dan jawaban wawancara spontan sebagai bagian dari energi rawness penampilan Reality Club.
Rasanya ada energi berbeda yang kerap muncul kala sebuah lagu dimainkan secara langsung. Suara instrumen, gerakan para personel, interaksi di dalam ruang, sampai momen-momen kecil yang terjadi tanpa rencana bisa membuat sebuah lagu seakan dekat di hati. Hal-hal spontan seperti itulah yang ingin ditangkap Reality Club lewat proyek terbaru mereka.
Setahun setelah merilis album keempat, Reality Club menghadirkan Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session pada 11 September 2026 melalui kanal Youtube resmi mereka. Live session ini menjadi bagian dari perayaan satu tahun album sekaligus memperlihatkan bagaimana materi tersebut terdengar ketika dibawakan secara langsung.
Lalu, seperti apa konsep yang dibawa Reality Club dalam live session kali ini? Yuk, simak beberapa hal menarik di balik prosesnya!
Table of Content
Membawakan 10 lagu dari album keempat

Reality Club abadikan energi, spontanitas, dan rawness album keempat lewat “Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session”. (Dok. Reality Club) Dalam Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session, Reality Club membawakan 10 dari total 13 lagu yang ada di album keempat mereka. Pemilihan format live ini terasa relevan dengan karakter album yang sejak awal memang dibangun dengan pendekatan yang erat dengan karakteristik sebuah live band.
Proses rekaman album tersebut bahkan dilakukan secara live. Ketika album memasuki usia satu tahun, Reality Club kembali membawa karakter tersebut ke dalam sebuah pertunjukan yang dipersiapkan khusus untuk direkam dan bisa dinikmati oleh penggemar melalui Youtube.
“Kami ingin menunjukkan seluruh album ini, album keempat konsepnya memang sedikit lebih live band, bahkan rekamannya juga live. Jadi kita ingin menjaga format itu, tapi dalam presentasi yang dipersiapkan dengan baik. Jadi, kenapa itulah kita bikin semacam live session, dan kenapa sekarang? Karena mungkin pas juga setelah 10 tahun, dan pas juga setelah satu tahun setelah rilis album ini,” jelas gitaris sekaligus vokalis, Faiz Novascotia Saripudin.
Aransemen tetap sama dengan versi studio

Reality Club abadikan energi, spontanitas, dan rawness album keempat lewat “Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session”. (Dok. Reality Club) Buat kamu yang sudah familliar dengan versi studio album keempat Reality Club, aransemen dalam live session ini tetap terasa sama. Mereka tidak melakukan perubahan besar pada lagu-lagu yang dibawakan.
Perbedaannya justru didapat dari pengalaman visual dan performatif yang menyertainya. Saat lagu dimainkan bersama gestur para personel, suasana ruang, visual, serta energi yang muncul selama proses pengambilan gambar, setiap lagu akan mendapatkan pengalaman baru.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Reality Club memilih format live session untuk memperluas cara pendengar menikmati album keempat mereka.
Visual dan live performance jadi bagian penting

Reality Club abadikan energi, spontanitas, dan rawness album keempat lewat “Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session”. (Dok. Reality Club) Menurut Era Patigo, album keempat Reality Club sudah memiliki materi audio yang mereka percaya diri untuk dibawakan. Namun, energi dari lagu-lagu tersebut juga dirasa perlu diterjemahkan melalui visual dan penampilan langsung.
“Gue merasa untuk album keempat ini, of course kami percaya diri dengan materinya, secara audio. Tapi kami merasa album ini perlu didukung juga dengan kehadiran visual dan live performance. Kami ingin menghadirkan energi membawakan lagu-lagu dalam album ini secara langsung dan pendengar dapat merasakan itu,” ujarnya.
Gitar Faiz yang jatuh, tapi justru dipertahankan

Reality Club abadikan energi, spontanitas, dan rawness album keempat lewat “Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session”. (instagram.com/realityclub) Salah satu momen paling tak terduga dalam proses syuting terjadi ketika gitar Faiz jatuh. Dalam produksi yang sudah dipersiapkan dengan matang, kejadian seperti ini tentu bisa saja diulang menggunakan take lain.
Namun, Reality Club memilih mempertahankan momen tersebut. Bagi mereka, kesalahan kecil itu justru related dengan semangat live session yang ingin memperlihatkan raw energy dan kekacauan kecil yang bisa muncul saat sebuah band tampil.
“Ada juga scene di mana gue salah menaruh gitar terus jatuh. Awalnya kami kayak diskusi gitu, ini di-keep apa kita pakai take yang lain, yang itu nggak jatuh. Kayaknya lucu, deh, kalau itu nunjukin the raw energy and the chaos sometimes in live performance gitu,” jelas Faiz.
Jawaban spontan ikut masuk ke dalam live session
Sisi spontan Reality Club juga muncul dalam bagian wawancara yang disisipkan di antara penampilan musik. Setelah proses syuting selesai, para personel mendapatkan sejumlah pertanyaan dari sutradara.
Menariknya, mereka tidak diberikan daftar pertanyaan sebelumnya. Cara ini dipilih agar jawaban yang muncul terasa lebih natural dan bisa menangkap pandangan para personel mengenai album keempat serta perjalanan Reality Club selama mengerjakannya.
“I think from the live session and the interview, we just wanted to capture us in the most raw form, sebenarnya. Kalau gue inget-inget, correct me if I'm wrong, I think this is one of the first time, ya, kita the first time doing our own live session yang kayak gini. Yang biasanya kita live session di media atau di mana, ini yang kita bikin sendiri, and it's not like a concert live session, it's purely for a live session purpose,” ungkap Faiz.
Direkam sehari di Gading Serpong
Proses produksi Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session bahkan dilakukan dalam satu hari. Lokasinya pun berada di sebuah ruang bergaya minimalis di kawasan Gading Serpong.
Untuk pengerjaan teknis, Reality Club melibatkan tim REALITY CHECK. Sementara itu, proses penyutradaraan dikerjakan oleh tiga sutradara, yaitu Nugie Rian, Abdul Defashah, dan Kariim Risyad.
Menjadi arsip perjalanan Reality Club
Memasuki satu tahun perilisan album keempat dan perjalanan satu dekade Reality Club, live session ini turut menjadi arsip dari fase penting dalam perjalanan mereka.
Ada sesuatu yang terus berkembang setiap kali sebuah band kembali memainkan lagu yang sama dalam situasi berbeda. Reality Club meyakini kalau pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk menemukan hal baru dari musik yang sudah mereka kenal.
“Setiap kali kita live session, rekaman, segala macam, akan selalu ada sesuatu yang baru. Pengalaman dan pelajaran yang belum pernah kami rasakan,” pungkas Era Patigo.
Kini, Who Knows Where Life Will Take You? | Live Session sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube Reality Club. Lewat 10 lagu, visual yang intim, dan berbagai momen spontan selama proses syuting, sesi ini memberikan pengalaman berbeda untuk menikmati kembali album keempat mereka.
Sudah nonton live session-nya belum, Bela?



















