Bee Cheng Hiang Hadir di Alam Sutera, Ada Bakkwa Ready to Eat

Bee Cheng Hiang membuka toko keempatnya di Indonesia di The Market, Living World Alam Sutera pada Sabtu (12-9-2026).
Pembukaan gerai diwarnai pemotongan pita, lempar nanas, dan atraksi barongsai.
Gerai menawarkan bakkwa, abon, sosis, crispy pork, lumpia, serta bakkwa ready to eat dalam kemasan individu.
Kalau kamu pencinta camilan gurih dan manis, nama Bee Cheng Hiang pasti sudah nggak asing lagi di telinga. Merek yang terkenal dengan kelezatan bakkwa—olahan daging khas Tionghoa panggang beraroma smoky—ini selalu berhasil memanjakan lidah para penggemarnya.
Berawal dari Singapura, kini Bee Cheng Hiang sudah hadir di beberapa negara termasuk Indonesia. Pada Sabtu 12 September 2026 kemarin, mereka membuka toko keempatnya di Indonesia, tepatnya di The Market, Living World Alam Sutera. Penasaran?
Table of Content
Hadir dengan konsep island

Dok. Bee Cheng Hiang Berbeda dari tiga toko lainnya di Central Park, Mall Kelapa Gading 1, dan Emporium Pluit Mall, yang mengusung konsep inline store tertutup, gerai terbarunya ini hadir dalam konsep island store yang terbuka dan modern. Berada tepat di tengah area lalu lalang pengunjung, konsep island tersebut memberikan pandangan yang bikin kamu bisa memilih deretan produk favorit dengan lebih santai, interaktif, dan pastinya estetis.
Dimeriahkan dengan tradisi a la Tiongkok

Dok. Bee Cheng Hiang Dalam acara opening store pada Sabtu (12-9-2026) kemarin, ada beberapa tradisi a la Tiongkok yang dipercaya untuk mendatangkan hoki. Mulai dari pemotongan pita yang menandai secara resmi dimulainya operasional bisnis. Dalam tradisi Tionghoa, pita atau spanduk yang dipotong (biasanya berwarna merah) melambangkan pemutusan rintangan lama dan pembukaan pintu gerbang rezeki. Warna merah yang digunakan melambangkan kebahagiaan, semangat, dan energi positif.
Selanjutnya ada menggelindingkan atau melempar nanas ke dalam toko. Tradisi ini sangat populer di kalangan masyarakat Tionghoa, khususnya dialek Hokkien. Dalam bahasa Hokkien, nanas disebut "Ong Lai". Kata Ong berarti kemakmuran/keberuntungan dan Lai berarti datang. Menggelindingkan nanas ke dalam tempat usaha menyimbolkan doa agar rezeki, keberuntungan, dan kelancaran bisnis mengalir masuk tanpa henti.
Setelahnya ditutup dengan atraksi barongsai. Dalam budaya Tionghoa, tarian barongsai bukan sekadar hiburan, melainkan ritual untuk mengusir energi negatif (chi buruk) dan roh jahat. Bunyi petasan serta gendingan simbal dan drum yang nyaring dipercaya bisa menyucikan area toko baru. Selain itu, prosesi barongsai yang memakan sayuran (biasanya selada/sawi) dan mengeluarkannya kembali melambangkan penyebaran rezeki dan kemakmuran bagi tempat usaha tersebut.
Produk lengkap dengan kemasan baru yang praktis

Dok. Bee Cheng Hiang Meski bentuknya island store, Bee Cheng Hiang Living World Alam Sutera tetap menawarkan semua jenis produknya, mulai dari dendeng atau bakkwa, abon, sosis, crispy pork, dan lumpia. Menariknya, untuk menjawab gaya hidup anak muda yang makin dinamis, Bee Cheng Hiang mengeluarkan inovasi baru.
Buat Gen-Z yang sukanya praktis, bakkwa Bee Cheng Hiang hadir dengan kemasan ready to eat dalam varian kemasan individu (individually wrapped). Kamu bisa langsung menikmati potong demi potong bakkwa favorit tanpa takut tangan lengket atau repot menyimpannya kembali. Praktis dimasukkan ke dalam tas, cocok banget buat stok snack di meja kerja, teman nonton serial favorit, hingga camilan saat traveling.
Daging juicy yang dipanggang setiap hari

Dok. Bee Cheng Hiang Bakkwa Bee Cheng Hiang punya ciri khas yang juicy dan fresh karena dipanggang langsung setiap hari. Mereka konsisten menyajikan produk berkualitas tinggi tanpa bahan pengawet, pemanis buatan, maupun pewarna sintetis.
Bee Cheng Hiang sendiri didirikan oleh seorang migran bernama Teo Swee Ee pada tahun 1933 lalu. Terinspirasi dari kecintaannya akan kaligrafi dan dunia ramalan, Teo muda memilih secara seksama tiga aksara Tiongkok yang memiliki arti dan filosofi yang dalam sebagai merek dagang produknya.
Rangkaian sembilan goresan kaligrafi yang terdapat di dalam nama tersebut menandakan harapan umur yang panjang untuk merek dagang ini dan sebagai simbol dari bisnis ini. Bee (美 ) bermakna beautiful atau kualitas terbaik, Cheng (珍) yang berarti precious atau lezat, dan Hiang (香) yang bermakna fragrant atau aroma menggugah selera. Saat memakannya, tiga indramu akan langsung dimanjakan, mulai dari teksturnya, rasa hingga aroma yang menggugah selera.
Kamu sudah coba, Bela?




















