Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Film The Odyssey, Mahakarya Terbaru Christopher Nolan yang Ambisius!
Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)
  • Christopher Nolan menghadirkan The Odyssey, adaptasi epik puisi klasik Homer dengan skala produksi besar dan inovasi teknis yang belum pernah dilakukan sebelumnya di industri film.
  • Film ini menjadi proyek komersial pertama yang sepenuhnya direkam menggunakan kamera IMAX, menampilkan lokasi syuting lintas enam negara serta efek praktis untuk menciptakan nuansa autentik Yunani Kuno.
  • Dibintangi aktor papan atas seperti Matt Damon dan Anne Hathaway, The Odyssey menuai kontroversi soal representasi budaya namun tetap digadang sebagai salah satu film terbesar tahun 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Christopher Nolan kembali dengan proyek yang langsung menyita perhatian pecinta film di seluruh dunia. Setelah sukses lewat Oppenheimer, sutradara peraih Academy Award tersebut menghadirkan The Odyssey, sebuah film epik yang mengadaptasi puisi klasik karya Homer. Tak hanya menjanjikan kisah petualangan berskala besar, film ini juga membawa berbagai inovasi teknis yang belum pernah dilakukan sebelumnya di industri perfilman.

Mengusung jajaran pemain papan atas, lokasi syuting lintas negara, hingga penggunaan teknologi IMAX secara penuh, The Odyssey digadang-gadang menjadi salah satu film terbesar pada 2026. Di balik kemegahannya, produksi film ini juga memunculkan sejumlah perbincangan di kalangan penggemar maupun kritikus. Berikut sederet fakta menarik tentang The Odyssey karya terbaru Christopher Nolan.

1. Mengadaptasi kisah klasik karya Homer yang melegenda

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

The Odyssey merupakan adaptasi dari puisi epik Yunani Kuno berjudul Odyssey karya Homer, salah satu karya sastra paling berpengaruh sepanjang sejarah.

Cerita berpusat pada Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha pulang ke kerajaannya setelah berakhirnya Perang Troya. Namun perjalanan tersebut sama sekali tidak mudah. Ia harus menghadapi badai besar, monster mitologi, godaan para makhluk gaib, hingga murka para dewa yang terus menghalangi kepulangannya.

Di tangan Christopher Nolan, kisah klasik ini dikemas menjadi film petualangan berskala epik yang memadukan drama, aksi, fantasi, dan mitologi Yunani dengan pendekatan sinematik khas sang sutradara.

2. Menjadi film komersial pertama yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Salah satu pencapaian terbesar The Odyssey terletak pada proses produksinya. Film ini tercatat sebagai proyek komersial pertama yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX. Selama ini, sebagian besar film hanya menggunakan kamera IMAX untuk adegan tertentu karena ukuran kamera yang besar dan proses pengambilan gambar yang jauh lebih kompleks.

Christopher Nolan memang dikenal sebagai salah satu sutradara yang konsisten memanfaatkan format IMAX demi menghasilkan pengalaman visual yang lebih imersif. Lewat The Odyssey, ia kembali mendorong batas teknologi perfilman dengan menghadirkan kualitas gambar yang maksimal dari awal hingga akhir film.

3. Syuting di enam negara selama lebih dari tiga bulan

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Untuk menghadirkan dunia Yunani Kuno yang terasa autentik, tim produksi melakukan proses syuting selama sekitar 91 hari di enam negara berbeda.

Beberapa lokasi yang dipilih meliputi Maroko, Yunani, Italia, Islandia, Skotlandia, hingga Amerika Serikat. Masing-masing negara dipilih karena memiliki lanskap yang sesuai dengan berbagai babak perjalanan Odysseus.

Tak hanya memanfaatkan lokasi alam, produksi film ini juga membangun replika kapal-kapal kuno, set kerajaan, hingga melibatkan ratusan pemeran tambahan dalam adegan peperangan berskala besar. Pendekatan ini menjadi ciri khas Nolan yang lebih mengutamakan efek praktis dibandingkan computer-generated imagery (CGI) secara berlebihan.

4. Dibintangi deretan aktor papan atas Hollywood

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Selain skala produksinya yang masif, The Odyssey juga menarik perhatian karena menghadirkan jajaran pemain bertabur bintang. Matt Damon dipercaya memerankan Odysseus, sang tokoh utama yang harus menghadapi perjalanan panjang menuju Ithaca. Anne Hathaway memerankan Penelope, istri Odysseus yang setia menunggu kepulangannya selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Tom Holland tampil sebagai Telemachus, putra Odysseus. Film ini juga diperkuat oleh Zendaya sebagai Athena, Robert Pattinson sebagai Antinous, Charlize Theron sebagai Calypso, Samantha Morton sebagai Circe, Jon Bernthal sebagai Menelaus, Benny Safdie sebagai Agamemnon, Mia Goth sebagai Melantho, hingga Lupita Nyong'o yang memerankan dua karakter sekaligus, yakni Helen dari Troya dan Clytemnestra. Kehadiran para aktor tersebut membuat The Odyssey menjadi salah satu film dengan jajaran pemeran paling mewah pada 2026.

5. Menuai kontroversi karena pemilihan pemeran

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Di balik antusiasme yang tinggi, The Odyssey juga memicu berbagai perdebatan sejak pengumumannya. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah minimnya aktor berdarah Yunani dalam jajaran pemeran utama, mengingat film ini mengangkat salah satu karya sastra paling penting dalam budaya Yunani. Beberapa penggemar berharap adaptasi tersebut lebih banyak melibatkan talenta Yunani untuk memperkuat representasi budaya.

Di sisi lain, pemilihan Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya dan Clytemnestra juga memunculkan diskusi panjang di media sosial. Sebagian pihak mempertanyakan keputusan tersebut karena dianggap berbeda dari gambaran visual karakter dalam interpretasi populer, sementara pihak lain menilai mitologi merupakan karya yang terbuka untuk berbagai penafsiran artistik.

Kontroversi ini memicu perdebatan lebih luas mengenai representasi budaya, kebebasan kreatif, dan bagaimana kisah klasik dapat diadaptasi untuk penonton modern.

6. Trailer juga memancing diskusi alot

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Bukan hanya soal casting, dua trailer resmi The Odyssey juga menjadi bahan perbincangan. Sejumlah penggemar menilai beberapa dialog terdengar terlalu modern untuk latar cerita Yunani Kuno. Ada pula yang mempertanyakan sejumlah elemen kostum dan perlengkapan yang dianggap kurang sesuai dengan interpretasi sejarah.

Meski demikian, banyak pula yang berpendapat bahwa Christopher Nolan memang tidak berupaya membuat dokumenter sejarah, melainkan interpretasi sinematik terhadap karya sastra klasik. Pendekatan semacam ini juga pernah dilakukan dalam berbagai adaptasi mitologi lainnya.

7. Digadang-gadang menjadi salah satu film terbesar tahun 2026

Fakta The Odyssey (Dok. IMDB)

Dengan anggaran produksi yang diperkirakan mencapai s ekitar US$250 juta, The Odyssey menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam karier Christopher Nolan.

Skala produksinya yang luar biasa, penggunaan teknologi IMAX secara penuh, cerita yang telah bertahan selama ribuan tahun, serta jajaran pemain kelas dunia membuat film ini menjadi salah satu rilisan paling dinantikan pada 2026.

Banyak pengamat industri juga melihat The Odyssey sebagai upaya Nolan untuk kembali menghadirkan pengalaman menonton layar lebar yang spektakuler, sesuatu yang memang menjadi ciri khas hampir seluruh film garapannya.

The Odyssey bukan sekadar adaptasi dari puisi epik Yunani Kuno, tetapi juga menjadi bukti bagaimana Christopher Nolan terus bereksperimen dalam menyajikan pengalaman sinematik berskala besar. Perpaduan antara teknologi IMAX, lokasi syuting yang megah, serta kisah klasik yang telah dikenal selama ribuan tahun menjadikan film ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang mengiringi proses produksinya, The Odyssey tetap menjadi salah satu film yang paling dinanti pada 2026. Bagi pencinta film epik, mitologi, maupun karya-karya Christopher Nolan, film ini layak untuk kamu tonton.

Curated For You

Editorial Team

Related Article