- Venezuela – 303,221
- Arab Saudi – 267,200
- Iran – 208,600
- Kanada – 163,000
- Irak – 145,019
- Uni Emirat Arab – 113,000
- Kuwait – 101,500
- Rusia – 80,000
- Libya – 48,363
- Amerika Serikat – 45,014
- Nigeria – 37,280
- Kazakhstan – 30,000
- China – 28,182
- Qatar – 25,244
- Brasil – 15,894
- Aljazair – 12,200
- Ekuador – 8,273
- Azerbaijan – 7,000
- Norwegia – 6,912
- Meksiko – 5,136
- Sudan – 5,000
- India – 4,981
- Oman – 4,971
- Vietnam – 4,400
- Mesir – 3,300
- Argentina – 2,999
- Malaysia – 2,700
- Angola – 2,550
- Indonesia – 2,410
- Kolombia – 2,019
- Gabon – 2,000
- Kongo – 1,811
- Australia – 1,803
- Britania Raya – 1,500
- Brunei – 1,100
- Guinea Ekuatorial – 1,100
- Turkmenistan – 600
- Uzbekistan – 594
- Ukraina – 395
- Denmark – 365
- Belarus – 198
- Chili – 150
Ada Indonesia, Ini 42 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

- Ketegangan geopolitik global memanas setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro
- Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mengungguli Arab Saudi dan Iran
- Indonesia berada di peringkat ke-29 dengan cadangan 2,4 miliar barel, namun harus impor untuk memenuhi kebutuhan domestik
Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada 3 Januari 2026. Peristiwa yang disebut sebagai puncak agresi Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela ini menyedot perhatian dunia, bukan hanya dari sisi politik dan militer, tetapi juga karena satu faktor krusial yaitu minyak.
Venezuela selama ini dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Di tengah tudingan bahwa perang melawan narkoba hanya dijadikan alasan, isu penguasaan sumber daya energi kembali menguat. Lantas, seberapa besar sebenarnya cadangan minyak Venezuela, dan di mana posisi negara lain—termasuk Indonesia—dalam peta minyak dunia? Berikut ulasan lengkapnya, Bela!
Minyak dalam pusaran geopolitik global

Meski dunia mulai mendorong transisi energi, bahan bakar fosil masih menyumbang hampir 70 persen kebutuhan energi global. Minyak bumi tetap menjadi tulang punggung sistem transportasi, industri, dan perdagangan internasional. Tak heran, negara dengan cadangan minyak besar memiliki pengaruh ekonomi dan geopolitik yang sangat kuat.
Dalam konteks inilah Venezuela kerap menjadi sorotan. Negara pendiri OPEC tersebut memiliki cadangan minyak raksasa, namun selama bertahun-tahun tertekan oleh sanksi ekonomi, krisis politik, dan konflik dengan negara-negara Barat.
Daftar 42 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

Melansir dari Visual Capitalist, data cadangan minyak terbukti global menunjukkan konsentrasi yang sangat tinggi. Hanya empat negara yang menguasai lebih dari separuh cadangan minyak dunia. Venezuela berada di posisi puncak, bahkan mengungguli raksasa Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. Lima besar negara dengan cadangan minyak terbesar dunia adalah Venezuela, Arab Saudi, Iran, Kanada, dan Irak.
Dominasi ini menjelaskan mengapa minyak terus menjadi faktor utama dalam konflik, aliansi, dan intervensi internasional. Berikut daftar 42 negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia berdasarkan data OPEC (dalam miliar barel):
Indonesia menempati peringkat ke-29 dunia dengan cadangan sekitar 2,4 miliar barel. Namun, penurunan produksi lapangan tua dan minimnya investasi eksplorasi membuat Indonesia tak lagi menjadi pengekspor minyak dan bergantung pada impor. Meski begitu, cadangan yang ada tetap menyimpan potensi strategis jika dikelola dengan kebijakan energi yang tepat dan berkelanjutan.
Venezuela di tengah perebutan kepentingan

Venezuela tak pernah lepas dari pusaran konflik geopolitik karena memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat disebut sebagai puncak ketegangan panjang antara Washington dan Caracas sejak periode pertama kepemimpinan Donald Trump.
Meski AS menuding Maduro terlibat jaringan narkoba internasional, banyak pihak menilai tuduhan tersebut hanya menjadi kedok. Cadangan minyak Venezuela yang mencapai ratusan miliar barel diyakini menjadi daya tarik utama bagi AS, terutama setelah Trump secara terbuka menyatakan keinginan terlibat langsung dalam masa depan Venezuela dan industri minyaknya.
Pada saat yang sama, peta minyak dunia menunjukkan dominasi negara-negara OPEC, khususnya di Timur Tengah, yang diuntungkan oleh cadangan besar dan biaya produksi rendah. Kasus Venezuela menegaskan bahwa selama dunia masih bergantung pada energi fosil, minyak akan tetap menjadi komoditas strategis yang berpotensi memicu konflik dan intervensi global.


















