15 Makanan Terakhir Napi Hukuman Mati Paling Kontroversial

Lezat, sih, tetapi simak kisahnya dulu!

15 Makanan Terakhir Napi Hukuman Mati Paling Kontroversial

Saat kejahatan seseorang sudah tidak dapat ditoleransi, maka satu-satunya opsi untuk menegakkan keadilan adalah dengan eksekusi mati. Istilahnya, nyawa dibalas dengan nyawa. Sebelum dihukum mati, umumnya para napi diberikan hak untuk meminta hal-hal terakhir, dan salah satunya adalah makanan.

Tidak jarang, permintaan makanan terakhir ini dijadikan kesempatan untuk melakukan aksi fenomenal terakhir oleh para napi, seperti memesan banyak tetapi tidak menghabiskannya. Inilah 15 napi yang memesan makanan terakhir kontroversial sebelum dihukum mati. Lezat, tapi menakutkan!

1. Steven M. Woods Jr.

15 Makanan Terakhir Napi Hukuman Mati Paling Kontroversial

Pada 2001, Steven M. Woods Jr. ditangkap di Texas akibat membunuh pasutri muda Ronald Whitehead dan Bethena Brosz. Awalnya, rekan Steven, Marcus Rhodes, yang mengaku bersalah. Namun, hukum Texas menyalahkan Steven karena dianggap membantu, mengetahui, dan merencanakan pembunuhan tersebut.

Sementara Marcus dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Steven yang bersikeras tidak bersalah dijatuhi hukuman mati dan harus menunggu di sel Allan B. Polunsky di Texas hingga 2011. Sebelum dihukum mati, Steven memesan makanan berupa:

  • 1 kilogram bacon
  • Pizza empat daging (pepperoni, daging sapi, sosis dan bacon) porsi besar
  • Empat dada ayam goreng
  • Mountain Dew, Pepsi, root beer dan teh manis masing-masing 2 gelas
  • 2 pint es krim
  • 5 steak ayam
  • 2 hamburger dengan tambahan bacon, kentang goreng dan roti bawang putih

Sebelum disuntik mati pada September 2011, Steven mengatakan kalau dunia telah "membunuhnya" dan keadilan telah mengecewakannya dengan tidak mengeksekusi Marcus juga.

2. Marion A. Pruett

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here

























© 2024 Popbela.com by IDN | All Rights Reserved

Follow Us :

© 2024 Popbela.com by IDN | All Rights Reserved