Kamu dan orang terkasih juga bisa mencoba tradisi Rijsttafel ini di Plataran Menteng. Meski agak sedikit berbeda dari tradisi aslinya, namun menu yang disajikan mirip dengan yang ada di tradisi tersebut. Setiap elemen Rijsttafel disusun dengan mengedepankan resep-resep tradisional dan penggunaan bahan baku lokal.
Mulai dari kesegaran Sambal Matah khas Bali, kelezatan Asinan Juhi Jakarta, hangatnya Soto Banjar dari Kalimantan Selatan, hingga hidangan utama seperti Sate Ayam, Bebek Bumbu Madura, dan Udang Bakar Tapanuli yang mencerminkan karakter rempah dari berbagai daerah.
Perjalanan kuliner tersebut kemudian ditutup dengan sentuhan manis melalui interpretasi modern hidangan penutup tradisional seperti Es Teler Entremet dan Wingko Babat.
Dalam menyajikan menu spesial ini, sang koki, Reiyan Trisanda, berangkat langsung ke setiap daerah untuk mencicipi dan meriset makanan yang akan tersaji dalam menu tersebut agar menghadirkan cita rasa lokal yang autentik.
Setiap menunya dibuat sangat beragam dan bertekstur, mulai dari yang digoreng, berkuah, hingga dipanggang. Plataran juga berkolaborasi bersama pelaku UMKM di berbagai daerah melalui menu khusus ini, sehingga setiap hidangan turut mendukung keberlanjutan ekosistem kuliner Indonesia sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.
Jadi, kamu mau coba cicipi?