Kue Keranjang Terbuat dari Apa? Ini Bahan Utama dan Asal Usulnya!

- Sejarah kue keranjang terkait dengan persembahan kepada Dewa Dapur dan legenda perang
- Makna simbolis kue keranjang dalam tradisi perayaan Imlek sebagai harapan peningkatan kehidupan dan hubungan keluarga yang erat
- Bahan utama kue keranjang adalah tepung beras ketan, gula merah, air, serta tambahan kurma merah, kacang, atau umbi-umbian
Kue keranjang adalah salah satu sajian khas yang identik dengan perayaan Imlek. Setiap tahun saat musim Imlek tiba, kue ini selalu hadir di atas meja sebagai kudapan tradisional yang disantap saat kumpul bersama keluarga di rumah. Teksturnya yang lengket dan rasanya yang manis membuat kue ini digemari semua kalangan. Dibalik tampilannya yang sederhana, tak sedikit orang yang bertanya, kue keranjang terbuat dari apa dan mengapa makanan ini begitu istimewa saat perayaan Imlek? Di artikel kali ini, Popbela sudah merangkum sejarah, makna serta bahan utama kue keranjang untuk menjawab pertanyaan tersebut. Check this out, Bela!
Sejarah kue keranjang

Sejarah kue keranjang tidak lepas dari berbagai kisah dan legenda yang berkembang dalam budaya Tiongkok. Salah satu cerita yang banyak dikenal menyebutkan bahwa kue ketan manis ini awalnya digunakan sebagai persembahan kepada Dewa Dapur, sosok yang diyakini tinggal di setiap rumah. Menjelang pergantian tahun Dewa Dapur dipercaya akan naik ke langit untuk menyampaikan laporan tentang perilaku penghuni rumah kepada Kaisar Giok. Untuk menghindari laporan buruk, masyarakat zaman itu menyiapkan kue keranjang sebagai persembahan simbolis dengan harapan rasa manisnya dapat menahan sang dewa agar hanya menyampaikan hal-hal baik kepada kaisar. Karena alasan inilah, kue keranjang disiapkan menjelang Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari ritual tradisional.
Selain kisah tersebut, terdapat legenda lain yang mengaitkan kue keranjang dengan peristiwa sejarah pada masa perang. Wu Zixu, seorang jenderal dan negarawan dari Negara Wu gugur setelah ibu kota Wu dikepung oleh pasukan Negara Yue. Rakyat dan tentara pun terjebak tanpa persediaan makanan hingga masyarakat teringat pesan Wu Zixu yang menyebut untuk menggali tanah disekitar tembok kota ketika persediaan makanan menipis. Saat digali, ternyata fondasi tembok tersebut terbuat dari beras ketan yang dapat dimakan. Temuan ini menyelamatkan banyak nyawa. Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat kemudian membuat kue beras ketan setiap tahun untuk Wu Zixu. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang hingga kue keranjang dikenal luas sebagai kue khas perayaan Tahun Baru Imlek.
Makna kue keranjang saat perayaan Imlek

Kue keranjang memiliki makna simbolis yang kuat dalam tradisi perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kue keranjang dikenal sebagai nian gao (年糕), yang pengucapannya mirip dengan frasa nian nian gao sheng atau “tahun demi tahun semakin tinggi”. Karena itulah, kue ini dipercaya melambangkan harapan akan peningkatan kehidupan, baik dari segi rezeki, karier, kesehatan, maupun keberuntungan di tahun yang baru. Selain itu, tekstur kue keranjang yang lengket dan kenyal juga sering dimaknai sebagai simbol eratnya hubungan keluarga, agar anggota keluarga tetap rukun, harmonis, dan saling terikat satu sama lain. Tidak heran jika kue keranjang kerap disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau dijadikan hantaran sebagai doa dan harapan baik bagi penerimanya.
Bahan kue keranjang

Secara tradisional, kue keranjang terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, namun menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas. Bahan utama kue keranjang adalah tepung beras ketan atau glutinous rice flour, yang memberikan tekstur lengket dan kenyal setelah dikukus. Tepung ketan ini kemudian dicampur dengan gula, umumnya gula merah atau gula palem yang memberikan rasa manis sekaligus warna kecokelatan pada kue. Air digunakan untuk melarutkan gula dan membentuk adonan sebelum dikukus dalam waktu yang cukup lama hingga padat dan elastis. Dalam beberapa tradisi keluarga atau daerah tertentu, kue keranjang juga dapat diberi tambahan seperti kurma merah, kacang, atau umbi-umbian sebagai variasi rasa, meskipun versi klasiknya tetap mengandalkan tiga bahan utama tersebut.
Itu dia penjelasan mengenai kue keranjang terbuat dari apa beserta asal usulnya. Kue keranjang tidak hanya sekadar kudapan manis yang disantap saat Imlek, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan makna budaya yang kaya. Dengan bahan sederhana seperti tepung beras ketan, gula, dan air, makanan ini telah menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan keberuntungan bagi keluarga yang merayakan tahun baru lunar.


















