Berbeda dengan industri fast fashion yang mengandalkan pewarna pakaian kimiawi, belakangan banyak brand lokal yang mulai memperhatikan lingkungan sekitar dengan memanfaatkan pewarna alami dari berbagai tumbuhan.

Untunglah Indonesia memiliki beragam tumbuhan, jadi daftar tanaman di bawah inilah yang bisa diandalkan sebagai pewarna tekstil. Cocok buat brand fashion yang ingin memproduksi pakaian ramah lingkungan.

1. Kesumba Keling atau Daun Bixa

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganpexels.com

Tumbuhan kesumba keling atau daun bixa adalah perdu asal Amerika tropis yang menghasilkan warna merah. Selain menjadi bahan baku pewarna lipstik, kesumba juga bisa jadi pewarna tekstil dan daunnya sering digunakan untuk ecoprinting. Sebab, pada akar, daun dan bijinya mengandung zat warna biksin, orelin, glukosida, zat samak dan damar.

2. Secang

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganlazada.co.id

Pernah minum wedang secang? Masih ingat kan warna air seduhan secang yang menghasilkan warna merah? Nah, secang juga jadi salah satu tanaman yang menjadi pewarna tekstil bahkan juga jadi bahan anyaman, lho.

3. Kulit Manggis

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganpexels.com

Kamu tahu nggak kalau kulit buah manggis menjadi pewarna kain batik? Ya, sebab kulit manggis mengandung senyawa tanin atau senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan. Menurut berbagai informasi, senyawa tanin paling baik adalah dari kulit manggis.

4. Kunyit

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganpexels.com

Jika beberapa tumbuhan memerlukan proses ekstrak menggunakan zat Kimia, berbeda dengan kunyit. Pewarna tekstil alami ini sudah menghasilkan warna yang pekat dan dapat melekat dengan sempurna pada kain secara alami.

5. Akar Mengkudu

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah LingkunganFlickr.com/Scot Nelson

Kamu tahu nggak kalau akar mengkudu menghasilkan warna merah kecokelatan? Ya, berkat warna tersebut akar mengkudu jadi pewarna alami tekstil.

6. Daun Ketapang

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganpixabay.com

Daun ketapang punya karakter yang berbeda dengan tumbuhan lainnya. Sebab, daun ketapang menghasilkan tiga warna, yaitu olive green, hitam dan kuning kecokelatan. Namun hasil ketiga warna tersebut bergantung pada saat pengolahan.

7. Daun Rambutan

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah Lingkunganpexels.com

Daun rambutan yang mudah ditemui bisa juga dijadikan pewarna pakaian. Bahkan kamu bisa membuat di rumah untuk membuat natural dye pada kaus polos. Nantinya daun rambutan akan menghasilkan warna abu-abu tua.

8. Kulit Jengkol

8 Pewarna Tekstil Alami Cocok untuk Industri Fashion Ramah LingkunganPixabay.com

Bahkan, kulit jengkol saja punya fungsi sebagai pewarna batik, lho. Warna cokelat adalah warna yang dihasilkan dari kulit jengkol.

Sebetulnya masih banyak lagi tumbuhan yang dapat dijadikan pewarna tekstil alami. Tumbuhan mana yang pernah kamu pakai untuk mewarnai pakaianmu?

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Tie Dye dan Shibori

Baca Juga: DIY Membuat  Kemeja Flannel Tie Dye yang Bikin Kamu Lebih Stylish

Baca Juga: DIY : BLEACH TIE DYE Super Bohemian