Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

10 Pakaian Tradisional Jepang, Bukan Hanya Kimono Lho!

10 Pakaian Tradisional Jepang, Bukan Hanya Kimono Lho!
scmp.com
Share Article

Nama pakaian pakaian tradisional Jepang kimono tentu sudah tidak asing lagi untukmu. Ya, pakaian ini memang sudah populer sebagai pakaian tradisional negeri sakura itu.

Namun, tahukah kamu kalau pakaian tradisional Jepang ada banyak macamnya? Seperti di Indonesia yang punya banyak pakaian tradisional, Jepang pun juga demikian. Umumnya, pakaian tersebut dipakai pada saat acara atau musim tertentu di sana. 

Supaya kamu nggak penasaran, simak macam-macam pakaian tradisional Jepang dan perbedaannya masing-masing di bawah ini. 

  1. 1. Kimono

    scmp.com
    scmp.com

    Pakaian tradisional Jepang pertama yang paling populer tentu saja kimono. Pada masa lalu, pakaian ini dikenakan berlapis lapis untuk menggambarkan status sosial seseorang.

    Kebanyakan dari mereka memakainya untuk acara formal, seperti pernikahan, pemakaman, maupun upacara tertentu. Nah, bahan dasar baju tradisional satu ini kebanyakan menggunakan rami, sutra, dan linen dengan berbagai pola serta aksesori. 

  2. 2. Yukata

    japanobjects.com
    japanobjects.com

    Kalau kimono terkesan dengan pakaian yang formal, yukata cenderung lebih santai. Umumnya, yukata dikenakan selama festival musim panas di kota bersejarah Jepang, misalnya Kyoto. 

    Bahannya pun cenderung lebih ringan dan nyaman dipakai saat musim panas. Secara harga, yukata juga lebih murah daripada kimono. Namun pada mulanya, pakian ini dipakai tanpa pakaian dalam dan dililit menggunakan obi, lho. 

  3. 3. Haori dan Hakama

    matcha-jp.com
    matcha-jp.com

    Haori dan hakama biasanya memang dipakai bersama-sama antara perempuan dan laki-laki. Pakaian ini banyak dipakai pada pesta pernikahan karena cukup mewah. Haori adalah mantel yang dipakai di atas kimono. 

    Sedangkan hakama adalah celana yang berbentuk seperti rok dan biasanya dipakai di atas kimono. Kamu akan banyak melihat pakaian tradisional satu ini sebagai seragam kerja juga. 

  4. 4. Happi dan Hanten

    japanobjects.com
    japanobjects.com

    Selanjutnya, happi adalah mantel pendek yang punya kesan kasual saat dipakai. Di zaman dulu, pakaian ini dipakai oleh para asisten rumah tangga dengan dilengkapi menggunakan ikat kepala. Namun saat ini, happi banyak dipakai saat festival. 

    Sedangkan hanten adalah mantel musim dingin yang punya lengan pendek dengan kerah khusus dan bantalan katun. Kerah dan bantalan itu digunakan untuk memberikan kehangatan selama musim dingin, baik untuk laki-laki maupun perempuan. 

  5. 5. Uchikake dan Shiromuku

    sakura.co
    sakura.co

    Pakaian tradisional Jepang uchikake dan shiromuku memang jarang diketahui karena merupakan pakaian pengantin. Uchikake dipakai sebagai jaket di atas kimono pada hari pernikahan mereka yang kebanyakan berwarna putih. 

    Nah, di bagian bawahnya, pengantin perempuan memakai shiromuku yang merupakan kimono putih paling formal. Pakaian tersebut biasanya dilengkapi dengan ikat kepala kain putih bernama tsunokakushi. 

  6. 6. Samue dan Jinbei

    sakura.co
    sakura.co

    Samue dan jinbei juga merupakan pakaian santai tradisional yang terbuat dari katun atau rami. Pakaian ini terdiri dari satu set atasan dan celana yang serasi. Mulanya, samue dipakai oleh para biksu Buddha saat bekerja. 

    Sedangkan jinbei dipakai oleh para penduduk kota untuk keperluan sehari-hari. Keduanya memang mirip, tetapi ada perbedaan pada celananya. Celana samue panjang sampai mata kaki, sedangkan jinbei pendek di bawah lutut. 

  7. 7. Michiyuki

    pinterest.com
    pinterest.com

    Kalau pakaian tradisional Jepang sebelumnya ada yang dipakai pada saat santai maupun formal, michiyuki justru dipakai untuk bepergian. Pakaian ini merupakan mantel tradisional yang dipakai di atas kimono untuk menghangatkan. 

    Michiyuki memang mirip dengan haori karena sama-sama dipakai di atas kimono, tetapi michiyuki lebih praktis dan sederhana. Ciri dari pakaian ini adalah garis leher yang berbentuk persegi dan diikat dengan kancing pada bagian depannya. 

  8. 8. Nagajuban

    japanobjects.com
    japanobjects.com

    Saat memakai kimono, ada jubah tipis yang dipakai di bawahnya yang bernama nagajuban. Jubah ini dipakai untuk menjaga kebersihan kimono yang biasanya sulit dibersihkan. 

    Bahan untuk membuat nagajuban biasanya adalah katun atau sutra. Saat dipakai dengan kimono, kamu akan melihat garis tipis nagajuban pada bagian kerahnya. 

  9. 9. Furisode

    wikipedia.org
    wikipedia.org

    Furisode sebenarnya merupakan salah satu jenis kimono yang punya ciri lengan panjang dan lebar. Pakaian ini banyak dipakai oleh para perempuan yang masih lajang dengan warna cerah dan pola dekoratif. 

    Memakai furisode biasanya akan dilengkapi dengan obi pada bagian pinggangnya. Kamu akan banyak menjumpai furisode pada saat acara wisuda atau pada coming of age day (20 Januari). 

  10. 10. Fundoshi

    zenbird.media
    zenbird.media

    Terakhir adalah busana tradisional fundoshi berupa celana dalam yang khusus dipakai oleh laki-laki. Di Jepang, ada beberapa jenis fundoshi yang dipakai untuk berbagai acara. 

    Bahkan, kamu bisa melihat fundoshi dipakai pada saat festival tradisional. Para pegulat sumo pun memakai salah satu jenis fundoshi yang bernama mawashi. 

    Itulah macam-macam pakaian tradisional Jepang yang ternyata banyak jenisnya. Mulai dari pakaian formal sampai santai, semuanya punya karakteristik dan juga fungsi tersendiri. Menarik, ya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More