Perkembangan quiet luxury di era digital tidak lepas dari peran media sosial yang secara tidak langsung ikut membentuk selera visual orang.
Di berbagai platform, gaya aesthetic minimalism, tren "old money", hingga figur influencer dengan penampilan sederhana tetapi rapi dan elegan semakin sering muncul.
Di sisi lain, paparan konten yang berlebihan membuat banyak orang merasa lelah secara visual. Dari situ muncul kebutuhan untuk "detoks visual" atau mengurangi stimulasi yang terlalu ramai dan kembali ke sesuatu yang lebih bersih dan tenang.
Kondisi ini membuat quiet luxury semakin diminati karena menawarkan estetika yang rapi, sederhana, dan menenangkan di tengah hiruk pikuk dunia digital.
Sekarang, kamu sudah tahu kan mengapa quiet luxury digemari hingga kini. Dari perubahan cara pandang soal kemewahan, pengaruh gaya hidup minimalis, sampai kejenuhan terhadap tren yang terlalu mencolok, semuanya perlahan membentuk selera baru yang lebih tenang, sederhana, tapi tetap terasa berkelas.