Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

IWAN TIRTA Hidupkan Kembali Memori Budaya Lewat Koleksi 'SMERTI'

3 min read
IWAN TIRTA Hidupkan Kembali Memori Budaya Lewat Koleksi 'SMERTI'
dok. IWAN TIRTA
  • IWAN TIRTA bersama BCA mempersembahkan SMERTI Runway Collection 2027 pada 8 Oktober 2026, menampilkan 50 busana pria dan wanita di Gedung Kesenian Jakarta.

  • Koleksi ini mengolah motif batik IWAN TIRTA melalui skala, repetisi, dan komposisi baru, menerjemahkan memori manusia, tempat, alam, serta kebudayaan.

  • SMERTI memadukan siluet soft structured, batik katun dan TENCEL™ dengan sutra serta denim; presentasinya didukung kolaborator aksesori, alas kaki, dan penampilan Efek Rumah Kaca.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batik dan fashion modern ternyata bisa punya chemistry yang menarik. Lewat SMERTI IWAN TIRTA Runway Collection 2027, IWAN TIRTA menghadirkan cara baru untuk melihat warisan budaya Indonesia tanpa harus terpaku pada gaya yang serba tradisional.

Dipersembahkan bersama BCA pada 8 Oktober 2026, koleksi ini menghadirkan 50 tampilan pakaian pria dan wanita yang terinspirasi dari memori tentang manusia, tempat, alam, dan kebudayaan. Ada permainan material, potongan yang lebih fleksibel, sampai perpaduan batik dengan sutra dan denim.

Menariknya, koleksi ini diperagakan di Gedung Kesenian Jakarta dan menjadi fashion show pertama yang diselenggarakan di gedung bersejarah tersebut.

Screen Shot 2026-10-09 at 13.42.09.png
dok. IWAN TIRTA

Koleksi ini berangkat dari gagasan tentang memori, yaitu hal-hal yang kita simpan dari masa lalu, tetapi terus berubah seiring waktu. Memori tersebut bisa datang dari manusia, tempat, alam, hingga kebudayaan yang membentuk siapa diri kita sekarang.

Gagasan ini kemudian diterjemahkan melalui motif batik yang tidak sekadar direproduksi persis seperti versi aslinya. Beberapa elemen ditampilkan secara utuh, sementara yang lain dipecah, diulang, atau diubah skalanya untuk menciptakan komposisi yang berbeda.

Screen Shot 2026-10-09 at 13.41.42.png
dok. IWAN TIRTA

Salah satu hal menarik dari SMERTI adalah bagaimana koleksi ini menggali kembali motif IWAN TIRTA dan mengolahnya menjadi sesuatu yang terasa baru.

Permainan skala, repetisi, komposisi, dan penempatan motif menciptakan ritme visual yang berbeda dari pendekatan batik konvensional. Elemen yang familiar bisa terlihat lebih dinamis ketika susunan dan proporsinya diubah.

Konsep ini juga terhubung dengan cara memori bekerja. Ada hal yang kita ingat dengan jelas, ada yang hanya tersisa sebagian, dan ada pula yang baru terasa bermakna setelah dilihat kembali dari perspektif berbeda. Dalam koleksi ini, motif batik menjadi semacam bahasa visual untuk menceritakan proses tersebut

Screen Shot 2026-10-09 at 13.42.19.png
dok. IWAN TIRTA

Selain motif, siluet menjadi elemen penting dalam membangun karakter SMERTI. Koleksi ini mengeksplorasi pendekatan soft structured atau soft architectural, yaitu perpaduan antara konstruksi pakaian yang terukur dan garis yang lebih lembut.

Ada struktur yang membangun siluet, sekaligus ruang untuk pergerakan dan kenyamanan. Batik hadir dalam beragam bentuk dengan konstruksi dan proporsi yang lebih modern.

Screen Shot 2026-10-09 at 13.42.28.png
dok. IWAN TIRTA

Eksplorasi material jadi salah satu hal yang bikin koleksi SMERTI terasa menarik. Batik berbahan 100% katun dan TENCEL™ dipadukan dengan styling items berbahan sutra dan denim, sehingga membuat setiap look punya karakter berbeda.

Kehadiran sutra memberikan sentuhan yang lebih elegan, sementara denim membawa vibe kasual yang membuat batik terasa lebih santai dan modern. Detail look juga makin lengkap lewat kolaborasi bersama sejumlah brand. Gelap Ruang Jiwa menghadirkan aksesori, sementara tas dari Filo by Miwsoon melengkapi tampilan. Untuk footwear, Fortuna Shoes melengkapi menswear dan Naked Sol melengkapi womenswear.

Screen Shot 2026-10-09 at 13.42.41.png
dok. IWAN TIRTA

Lokasi presentasinya juga punya makna tersendiri. Untuk pertama kalinya, Gedung Kesenian Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan fashion show. Pemilihan ruang ini didasarkan pada gagasan yang sejalan dengan tema. Sebagai bangunan bersejarah, Gedung Kesenian Jakarta menyimpan jejak perjalanan seni dan budaya yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di bawah arahan artistik Shadtoto Prasetio dari Shadtoto Studio, presentasi ini dirancang dengan mempertimbangkan karakter Gedung Kesenian Jakarta. Tata panggung, pencahayaan, pergerakan model, musik, dan ritme pertunjukan menjadi bagian dari pengalaman yang saling terhubung.

Momen finale menjadi salah satu bagian penting ketika Efek Rumah Kaca tampil secara khusus yang memperkuat narasi hubungan antara koleksi, ruang, dan memori.

Efek Rumah Kaca di Smerti - Iwan Tirta Runway Collection 2027.jpeg
dok. IWAN TIRTA
    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More