Koleksi Rupa Sunyata Karya IWAN TIRTA untuk Raya 2026

- IWAN TIRTA meluncurkan koleksi Raya 2026 bertajuk Rupa Sunyata di Jakarta, terinspirasi dari filosofi kekosongan bermakna yang menonjolkan keseimbangan antara bentuk dan ruang dalam batik.
- Koleksi ini menampilkan teknik motif blocking dan lataran Galaran untuk menciptakan tampilan tegas, bersih, serta kontras visual antara bidang kosong dan tekstur garis dinamis.
- Kolaborasi dengan RAJNIK menghadirkan alas kaki wanita berdesain Tepa Slira, sementara lini pakaian pria dan wanita tetap menjaga warisan batik dalam gaya kontemporer.
IWAN TIRTA memperkenalkan koleksi Raya 2026 bertajuk Rupa Sunyata pada 13 Februari 2026 di Jakarta. Koleksi ini terinspirasi dari filosofi Sunyata yang merujuk pada konsep kekosongan yang bermakna dan ruang hening yang melahirkan kesadaran. Melalui Rupa Sunyata, batik dipresentasikan tidak hanya sebagai elemen dekoratif, tetapi sebagai komposisi visual yang memberi ruang pada bentuk, bidang, dan keseimbangan. Koleksi ini juga menghadirkan kolaborasi dengan label alas kaki RAJNIK serta tersedia dalam lini laki-laki dan perempuan.
1. Filosofi Rupa Sunyata

Rupa diartikan sebagai wujud atau bentuk visual, sementara Sunyata merepresentasikan kekosongan yang penuh potensi dan makna. Dalam koleksi ini, keduanya diterjemahkan sebagai pertemuan antara bentuk dan ruang kosong yang membentuk harmoni. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui komposisi batik yang menekankan ketenangan visual dan struktur yang terukur.
2. Teknik Motif Blocking dan Lataran Galaran

Koleksi ini menggunakan teknik batik motif blocking, yaitu penampilan motif tanpa isen-isen atau detail pengisi dalam outline. Hasilnya adalah tampilan yang lebih tegas dan bersih, dengan fokus pada bentuk utama. Pada beberapa desain, motif tersebut dipadukan dengan lataran Galaran berupa garis-garis sebagai elemen tekstur, menciptakan kontras antara bidang kosong dan latar yang dinamis.
3. Kolaborasi RAJNIK x IWAN TIRTA

RAJNIK menghadirkan koleksi alas kaki wanita sebagai bagian dari kolaborasi ini. RAJNIK merespons konsep Rupa Sunyata melalui prinsip Tepa Slira yang menekankan kesadaran dan pengukuran diri dalam desain. Siluet khas Chimera diinterpretasikan ulang menggunakan arsip batik IWAN TIRTA, termasuk motif Sarung Buketan, Blabag Balongan, dan Pagerwesi.
4. Koleksi yang Relate yang Pertahankan Warisan BuDaya

Rupa Sunyata dirancang dalam lini pakaian laki-laki dan perempuan. Siluet yang dihadirkan menampilkan potongan bersih dengan proporsi seimbang serta komposisi motif yang terukur. Koleksi ini dirancang untuk relevan dengan gaya hidup kontemporer sekaligus mempertahankan karakter batik sebagai bagian dari warisan budaya.
5. Koleksi Tersedia di Beberapa Mall Jakarta

Koleksi Rupa Sunyata tersedia di galeri IWAN TIRTA yang berlokasi di Pondok Indah Mall, Plaza Senayan, dan Plaza Indonesia. Melalui koleksi ini, IWAN TIRTA melanjutkan pengembangan batik dalam format kontemporer yang tetap merujuk pada arsip dan proses kriya yang menjadi fondasi brand.


















