5 Perbedaan Vegan Leather dan PU Leather, Sudah Tahu?

Vegan leather dibuat tanpa unsur hewani dan bisa berasal dari bahan alami, seperti buah atau jamur, sedangkan PU leather terbuat dari plastik polyurethane di atas kain sintetis.
Dari segi tekstur dan daya tahan, vegan leather cenderung menyerupai kulit asli dan lebih awet, sementara PU leather bertekstur halus namun mudah retak jika sering terpapar panas.
Vegan leather berbahan alami lebih ramah lingkungan dan mendukung sustainable fashion, sedangkan PU leather masih berbasis plastik sehingga sulit terurai meski perawatannya lebih mudah.
Tahukah kamu bahwa bahan kulit yang digunakan dalam dunia fashion tidak semuanya sama? Ada yang berupa vegan leather, namun tak sedikit juga yang menggunakan PU leather. PU leather sendiri sebenarnya termasuk vegan leather, tapi tidak semua vegan leather adalah PU leather.
Lantas, apa saja perbedaan vegan leather dan PU leather? Sebelum kamu memutuskan membeli item fashion berbahan vegan leather atau PU leather, yuk cari tahu dulu bedanya dua bahan tersebut.
Table of Content
1. Bahan Dasar Vegan Leather vs PU Leather

Perbedaan vegan leather dan PU leather yang pertama terletak pada bahan pembuatannya. Vegan leather adalah istilah untuk bahan pengganti kulit yang tidak menggunakan unsur hewani sama sekali. Material ini biasanya terbuat dari bahan organik berupa serat (gabus, ganggang, daun, selulosa, jamur) atau kulit buah-buahan (nanas, apel, anggur).
Namun, ada juga yang berasal dari kulit non-hewan, yakni berbahan dasar plastik sintetis. Bahan tersebut dikenal dengan istilah faux leather. Faux leather sendiri merujuk pada kulit sintetis berbahan dasar PU atau PVC. Oleh karena itu, PU leather atau polyurethane leather bisa dikatakan sebagai jenis vegan leather yang dibuat dengan lapisan plastik polyurethane di atas bahan dasar kain atau serat sintetis.
2. Tekstur Vegan Leather vs PU Leather

Dari segi tampilan, kedua bahan ini cukup sulit dibedakan oleh mata awam. Namun jika diperhatikan lebih dekat, ada perbedaan yang cukup terasa, Bela. PU leather biasanya memiliki tekstur lebih halus dan seragam karena diproduksi secara sintetis dengan pola tertentu.
Di sisi lain, vegan leather dengan bahan alami cenderung memiliki tekstur menyerupai kulit asli atau genuine leather. Bahkan, beberapa bahan vegan leather bisa memiliki pola alami yang membuatnya terlihat lebih autentik.
3. Daya Tahan Vegan Leather vs PU Leather

Masalah daya tahan juga menjadi perbedaan vegan leather dan PU leather berikutnya. Dikarenakan bahannya yang berkualitas tinggi, vegan leather cukup tahan lama. Meski bukan berasal dari hewan asli, bahan ini mampu meniru kekuatan dan tekstur kulit asli. Bahkan, memiliki warna yang lebih konstan dibandingkan kulit asli.
Sebaliknya, meskipun PU leather juga umumnya tahan lama, tetapi bahan tersebut lebih mudah retak atau mengelupas seiring waktu. Terutama jika sering terpapar panas atau gesekan, sebab bahan dasar poliuretan rentan rusak.
4. Tingkat Ramah Lingkungan Vegan Leather vs PU Leather

Proses produksi vegan leather yang benar-benar alami cenderung lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah kimia berbahaya. Selain itu, vegan leather lebih efisien dalam penggunaan bahan baku karena bisa dibuat dari material daur ulang. Hal ini yang membuat bahan tersebut disebut-sebut mendukung konsep sustainable fashion dan peduli lingkungan.
Sementara itu, walaupun PU leather termasuk vegan leather, bahannya tetap berbasis plastik yang berarti lebih sulit terurai. Proses produksinya juga melibatkan bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan. Meskipun ada versi eco-friendly, sebagian besar PU leather di pasaran belum sepenuhnya ramah lingkungan.
5. Perawatan Vegan Leather vs PU Leather

PU leather relatif mudah dirawat. Kamu hanya perlu membersihkannya dengan kain lembap dan menghindari paparan sinar matahari langsung agar tidak cepat rusak. Hal ini berbeda dengan vegan leather yang memiliki metode perawatan bervariasi tergantung bahannya.
Vegan leather yang berbasis tanaman, biasanya membutuhkan perawatan lebih hati-hati. Mulai dari menghindari kelembapan yang berlebih dan harus menggunakan pembersih tertentu. Namun, kedua bahan ini sebenarnya lebih mudah dirawat dibanding kulit asli.
Itulah lima perbedaan vegan leather dan PU leather. Baik vegan leather maupun PU leather punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, kamu lebih kamu suka, Bela?
FAQ seputar perbedaan vegan leather dan PU leather
| Apakah PU leather selalu vegan? | Tidak selalu. PU leather umumnya vegan karena tidak menggunakan kulit hewan, tetapi istilah vegan leather lebih luas dan tidak hanya terbatas pada PU. |
| Mana yang lebih ramah lingkungan? | Tergantung bahan. PU leather biasanya kurang ramah lingkungan, sedangkan vegan leather berbasis tumbuhan biasanya lebih eco-friendly. |
| Mana yang lebih mahal, vegan leather atau PU leather? | Vegan leather biasanya lebih mahal karena proses produksinya kompleks, sedangkan PU leather cenderung lebih terjangkau. |


















