Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Salah Paham, Ini Beda Hotspot dan Kebakaran, Serta Cara Pantaunya
chatgpt
  • Hotspot adalah anomali suhu yang dideteksi satelit, bukan bukti mutlak kebakaran di suatu lokasi.
  • Satu titik panas dapat mewakili lebih dari satu lokasi kebakaran, sementara kebakaran besar dapat terbaca sebagai beberapa hotspot.
  • Karhutla perlu verifikasi lapangan; pemantauan dapat dilakukan melalui SiPongi+, BMKG, portal daerah, dan Google Maps.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir-akhir ini

Media sosial dipenuhi berita soal ribuan titik panas atau hotspot yang muncul di Kalimantan.

kemarin

Tangkapan layar Google Maps dengan indikator kebakaran, termasuk keterangan "severe fire", sempat viral.

sekarang

Jumlah hotspot yang tinggi dan terus meningkat disebut tetap menjadi sinyal peringatan dini, terutama di musim kemarau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hotspot adalah lokasi dengan suhu lebih tinggi dari area sekitarnya yang terdeteksi satelit, sedangkan karhutla adalah kebakaran hutan dan/atau lahan yang terkonfirmasi di lapangan.
  • Who?
    BMKG, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, BPBD, dan petugas terkait terlibat dalam informasi serta verifikasi hotspot dan karhutla.
  • Where?
    Hotspot dibahas muncul di Kalimantan dan dapat dipantau di seluruh Indonesia melalui layanan satelit.
  • When?
    Pengamatan satelit berlangsung siang dan malam. Hotspot di Kalimantan ramai dibicarakan akhir-akhir ini.
  • Why?
    Anomali suhu dapat muncul karena kebakaran, aktivitas industri, pantulan sinar matahari, atau kondisi atmosfer tertentu.
  • How?
    Hotspot dideteksi sensor VIIRS dan MODIS, lalu perlu verifikasi lapangan, citra sebaran asap, laporan warga, drone, atau pantauan udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hotspot itu titik yang terlihat lebih panas dari tempat di sekitarnya saat satelit melihat bumi. Titik panas belum tentu ada api. BMKG dan Kementerian Kehutanan bilang kebakaran harus dicek langsung oleh Manggala Agni, BPBD, atau petugas. Kita bisa melihat titik panas lewat SiPongi+, BMKG, dan Google Maps.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemahaman tentang perbedaan hotspot dan kebakaran membantu masyarakat membaca data satelit secara lebih tepat. Informasi titik panas tetap dapat digunakan sebagai peringatan dini, sementara verifikasi lapangan menjaga penilaian kondisi tetap berdasarkan keadaan riil. Pemantauan melalui layanan resmi juga tersedia gratis bagi masyarakat yang ingin melihat kondisi wilayah tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bela, akhir-akhir ini media sosial dipenuhi dengan berita soal ribuan "titik panas" atau hotspot yang muncul di Kalimantan. Bahkan sempat viral juga, lho, tangkapan layar Google Maps yang penuh titik merah bertuliskan "severe fire" tersebar di seluruh pulau. Banyak netizen yang ikut khawatir langsung karena mengira itu artinya ribuan lokasi sedang kebakaran saat ini juga.

Ternyata hotspot nggak sama dengan kebakaran aktual. Yuk, kenali perbedaan hotspot dan kebakaran nyata biar kamu nggak salah paham dan gampang panik, tapi juga tetap waspada.

Apa Itu Hotspot?

threads.com/@jogjastudent

Jadi, hotspot atau titik panas adalah lokasi di permukaan bumi yang terdeteksi punya suhu yang lebih tinggi dibanding area sekitarnya, ketika satelit melintas dan memindai permukaan bumi. Deteksi ini biasanya dilakukan pakai sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang di satelit-satelit polar seperti NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Prosesnya berlangsung siang dan malam.

Satelit ini seperti "termometer raksasa" yang keliling bumi dan mencatat area mana yang tiba-tiba lebih panas dari sekitarnya. Nah, anomali suhu ini yang kemudian ditandai sebagai hotspot di peta.

Hotspot bukan berarti mutlak kebakaran

Dok. Internet/BPBD Bulungan

BMKG dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa hotspot bukan bukti mutlak sedang terjadi kebakaran di suatu daerah. Satu titik panas juga belum tentu ada satu kejadian kebakaran.

Kalau ada dua lokasi kebakaran yang jaraknya masih dalam radius 500 meter, satelit bisa saja mendeteksinya sebagai satu titik hotspot saja. Sebaliknya, satu kejadian kebakaran yang skalanya besar justru bisa terdeteksi jadi empat titik hotspot atau lebih.

Aktivitas industri, pantulan sinar matahari di permukaan tertentu, atau kondisi atmosfer tertentu kadang juga bisa memicu anomali suhu yang terbaca sebagai hotspot, meski tidak selalu berkaitan dengan api.

Setiap hotspot juga punya klasifikasi kepercayaan (confidence level), biasanya dibagi jadi rendah, sedang, dan tinggi. Semakin tinggi levelnya, semakin besar kemungkinan itu memang benar-benar titik api. Tapi, meskipun levelnya tinggi, itu tetap indikasi awal, bukan konfirmasi final.

Jadi, kalau ada berita "1.487 titik panas terdeteksi di Kalimantan", itu bukan berarti ada 1.487 lokasi yang lagi terbakar bersamaan, ya. Angka itu adalah hasil deteksi anomali suhu, yang masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Beda hotspot vs karhutla

Dok. Internet/Antara Foto

Hotspot adalah indikasi awal dari jarak jauh (via satelit). Karhutla aktual adalah peristiwa kebakaran hutan dan/atau lahan yang benar-benar terjadi dan terkonfirmasi di lapangan.

Untuk memastikan sebuah hotspot itu benar-benar karhutla, biasanya dibutuhkan verifikasi lapangan oleh tim seperti Manggala Agni, BPBD, atau petugas terkait, yang datang langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi, penyebab, dan luas area yang benar-benar terbakar.

Mereka mungkin melakukan pengecekan citra tambahan, misalnya citra sebaran asap, yang bisa membantu mengonfirmasi apakah di titik tersebut memang ada asap atau api aktif. Selain itu, laporan warga, drone, atau pantauan udara juga bisa dilakukan buat memastikan kondisi riil.

Perlu diketahui pula, jumlah hotspot yang tinggi bukan berarti otomatis asapnya makin tebal di suatu lokasi. Sebaran asap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti arah dan kecepatan angin, kelembapan udara, kondisi atmosfer, karakteristik lahan (apakah gambut atau bukan), sampai akumulasi asap dari berbagai wilayah sekaligus.

Maka dari itu, bisa saja suatu daerah yang memiliki hotspot puluhan, kualitas udaranya lebih buruk daripada daerah dengan ratusan hotspot, karena posisinya menjadi tempat menumpuknya asap dari wilayah lain.

Tetap waspada tanpa menyebarkan hoaks

instagram.com

Mengetahui perbedaan ini bukan sekedar fomo, tapi agar kamu bisa tahu bagaimana bersikap terhadap informasi yang beredar.

Dengan mengetahui perbedaannya, kamu jadi nggak gampang panik atau menyebar misinformasi dengan konteks yang dilebih-lebihkan. Kamu tetap bisa waspada dan mengecek keadaan kerabat, keluarga, atau saudara di sana.

Meskipun hotspot bukan bukti mutlak kebakaran, jumlah yang tinggi dan terus meningkat tetap jadi sinyal peringatan dini yang nggak boleh diremehkan, apalagi di musim kemarau seperti sekarang.

Cara pantau hotspot dan karhutla secara online

sipongi.gakkum.kehutanan.go.id

Nah, buat kamu yang penasaran atau memang butuh mantau kondisi di wilayah tertentu, berikut beberapa platform resmi yang bisa diakses secara gratis:

  1. SiPongi+ (Kementerian Kehutanan): Situs ini menyajikan data dan informasi hotspot terkini beserta informasi terkait karhutla lainnya secara real-time, dan memang dirancang supaya masyarakat luas bisa ikut memantau serta mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan.

  1. Citra Polar Hotspot (BMKG): Layanan ini menampilkan citra satelit terbaru untuk melihat sebaran hotspot di seluruh Indonesia, dengan pengamatan yang dilakukan siang dan malam hari via sensor VIIRS dan MODIS. Bedanya dengan SiPongi+, data di sini perlu dibaca dengan pemahaman soal confidence level tadi.

  2. Portal BMKG Daerah: Beberapa stasiun BMKG di daerah, termasuk yang ada di wilayah Kalimantan, juga punya halaman khusus pemantauan titik panas lokal, lengkap dengan indeks tingkat kekeringan bahan bakar (misalnya alang-alang atau daun kering) dan indeks kecepatan penyebaran api, yang berguna buat memperkirakan seberapa berisiko suatu wilayah.

  1. Google Maps (fitur kebakaran): Sempat viral kemarin, Google Maps punya lapisan yang menampilkan indikator kebakaran, termasuk keterangan seperti "severe fire". Ini cukup praktis buat pantauan cepat. Tapi ingat! Fitur tersebut juga berbasis data satelit yang sama, jadi tetap perlu dibaca dengan pemahaman soal hotspot vs kejadian aktual, ya, bukan berarti setiap titik merah itu pasti ada api yang membakar di sana saat ini juga.

Itu dia perbedaan hotspot dan kebakaran. Jangan sampai salah paham lagi, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article