Profil Mathilde Favier, Public Relations Dior yang Meninggal Dunia

- Mathilde Favier, Direktur Relations Publiques Christian Dior Couture, meninggal dalam kecelakaan mobil bersama produser film Nicolas Altmayer.
- Kariernya mencakup Chanel, majalah Glamour, Prada, hingga Christian Dior Couture sejak 2010.
- Ia mendirikan Esthétique et Cancer setelah pulih dari kanker payudara dan menerbitkan Living Beautifully in Paris pada Mei 2024.
Kabar duka menyelimuti dunia mode internasional. Mathilde Favier, direktur hubungan masyarakat Dior yang telah lama menjabat dan sosok yang sangat dicintai di industri ini, dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan mobil bersama pasangannya, produser film Nicolas Altmayer.
Dior mengonfirmasi kabar tersebut pada hari Rabu (19-8-2026), setelah muncul laporan sehari sebelumnya bahwa keduanya terlibat dalam tabrakan. Mathilde Favier sendiri merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri mode mewah Prancis. Ia dikenal atas perannya yang sangat vital sebagai Direktur Relations Publiques (PR) di Christian Dior Couture.
Kenalan dengan sosoknya dari profil Mathilde Favier berikut ini.
Table of Content
Biodata Mathilde Favier

Instagram.com/mathildefavier Nama Lengkap: Mathilde Favier
Tahun Lahir: Sekitar 1969
Kebangsaan: Prancis
Jabatan Terakhir: Head of Public Relations / Directrice des Relations Publiques, Christian Dior Couture
Anak: Héloïse Agostinelli dan Carlo Agostinelli
Tanggal Meninggal: 17 Agustus 2026
Dekat dengan mode sejak kecil

Instagram.com/mathildefavier Mathilde Favier tumbuh dalam keluarga yang memiliki keterikatan erat dengan industri mode dan seni di Prancis. Lingkungan keluarga dan pergaulan masa mudanya itu membentuk selera estetika pribadinya dan koneksi di lingkar budaya dan elit Paris. Mathilde dikenal dengan gaya rambutnya yang khas berpotongan pixie warna coklat. Ia juga sosok yang cerita dan hangat, sehingga tak heran kalau dirinya amat disayangi oleh banyak public figure.
Pejuang sekaligus penyintas kanker payudara

Instagram.com/mathildefavier Di luar kariernya, Mathilde juga dikenal sebagai seorang pejuang kanker payudara yang berhasil bangkit. Ia sempat didiagnosis penyakit tersebut pada usia 46 tahun dan berhasil pulih. Pengalaman pribadi ini mendorongnya untuk mendirikan asosiasi sosial bernama Esthétique et Cancer, sebuah wadah yang membantu para penderita kanker menjaga kepercayaan diri dan perawatan estetika selama pengobatan.
Karier di dunia luxury fashion

Instagram.com/mathildefavier Mengutip dari Elle, Mathilde Favier memulai perjalanan kariernya pada tahun 1980-an sebagai intern di Chanel. Ia kemudian beralih ke dunia media mode dan penerbitan majalah di majalah Glamour. Pengalaman ini membentuk pemahamannya tentang jurnalistik mode, citra merek, dan cara membangun komunikasi dengan audiens serta public figure.
Menjadi PR Prada selama 11 tahun

Instagram.com/mathildefavier Setelah berproses di industri majalah, Mathilde beralih ke ranah PR (Public Relations) merek mewah. Ia bergabung dengan Prada dan bekerja di sana selama kurang lebih 11 tahun. Di Prada, Mathilde berperan penting dalam membangun kantor komunikasi dan hubungan masyarakat Prada di Prancis. Ia menangani berbagai momen penting, termasuk momen ikonik saat mengurus busana Prada yang dikenakan oleh Carla Bruni-Sarkozy pada pelantikan presiden.
Puncak karier bersama Dior

Instagram.com/mathildefavier Pada tahun 2010, Mathilde Favier bergabung dengan Christian Dior Couture sebagai Directrice des Relations Publiques (Head of Press Relations & VIP/Celebrity Relations). Sejak ditunjuk Dior, Mathilde langsung menjadi sosok yang tak terpisahkan dari merek tersebut dan dunia mode Paris.
Dalam posisinya, ia bertindak sebagai jembatan utama antara studio desain Dior dan para selebriti, aktris, serta duta merek global, seperti Michelle Yeoh, Jennifer Lawrence, Natalie Portman, Anya Taylor-Joy, hingga Jisoo ‘BLACKPINK’. Dia lah yang mengelola kehadiran Dior di berbagai acara red carpet dunia, festival film, dan peragaan busana haute couture.
Mathilde dikenal luas di kalangan desainer dan direktur kreatif karena keanggunan, kehangatan, serta profesionalismenya. Pimpinan LVMH, Bernard Arnault, dan CEO Dior, Delphine Arnault, mengenangnya sebagai sosok luar biasa yang menjadi simbol semangat haute couture Prancis.
Menulis dan merilis buku

Instagram.com/mathildefavier Mathilde juga merambah ke dunia penulisan. Pada Mei 2024, ia menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul Living Beautifully in Paris yang bekerja sama dengan penerbit Flammarion. Buku ini ditulis bersama Frédérique Dedet, sebagai bentuk "surat cinta" Mathilde untuk kota Paris.
Dalam bukunya, ia mengajak pembaca menjelajahi tempat tinggal, studio kreatif, toko unik, dan dapur pribadi milik para tokoh terkemuka di Paris. Buku ini membagikan sudut pandang tentang art de vivre (seni menikmati hidup) khas Parisian. Makin menarik, bukunya dilengkapi foto-foto eksklusif dan dokumen visual yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dari fotografer Pascal Chevallier.
Kecelakaan mobil yang merenggut nyawa

Instagram.com/mathildefavier Pada Rabu (19-8-2026) waktu Indonesia, kabar duka menyelimuti industri mode dan film Prancis. Mathilde Favier mengalami kecelakaan lalu lintas fatal di wilayah Deux-Sèvres, Prancis Barat, saat dalam perjalanan menuju Île de Ré. Ia berada di dalam mobil bersama kekasihnya, Nicolas Altmayer, seorang produser film terkenal Prancis.
Mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan saat mencoba mendahului kendaraan lain. Keduanya dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian. Kepergian mereka memicu gelombang duka mendalam dari para tokoh industri mode, hiburan, dan jajaran pimpinan rumah mode Dior.
Itulah fakta tentang Mathilde Favier direktur PR Dior yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut.




















