Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Queen of Polka Dots, Seniman Yayoi Kusama Wafat di Usia 97 Tahun
instagram.com/yayoikusamamuseum
  • Seniman Jepang Yayoi Kusama meninggal pada 14 Agustus 2026 di rumah sakit Tokyo pada usia 97 tahun; Yayoi Kusama Foundation dan studionya mengumumkan kabar tersebut pada 27 Agustus.
  • Penyebab kematian tidak dirinci secara resmi, tetapi Bloomberg mengutip Kyodo News yang melaporkan gagal organ multipel. Kusama disebut tetap melukis hingga hari-hari terakhir hidupnya.
  • Dikenal lewat polkadot, labu, dan Infinity Mirror Rooms, Kusama menjadikan pengalaman kesehatan mental sebagai inspirasi karya. Pameran KUSAMA's POP di museumnya tetap berlangsung hingga 30 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar duka kembali datang dari dunia seni internasional. Kali ini sosok seniman Yayoi Kusama dikabarkan tutup usia pada 14 Agustus 2026 lalu di sebuah rumah sakit di Tokyo, Jepang. Yayoi sendiri merupakan seniman ikonik asal Jepang yang dijuluki sebagai Queen of Polka Dots. 

Berita duka ini baru disampaikan oleh Yayoi Kusama Foundation dalam situs resminya setelah dua minggu meninggalnya sang legenda. Berikut beberapa fakta kabar duka wafatnya seniman Yayoi Kusama. 

Berpulang di usia 97 tahun

instagram.com/yayoikusamamuseum

Seniman kontemporer asal Jepang, Yayoi Kusama, dikabarkan meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar ini disampaikan resmi melalui situs dan pernyataan studionya pada Kamis, (27-8-2026). Yayoi Kusama Studio menyatakan bahwa sang seniman meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026. 

Studio tersebut juga menyampaikan bahwa mereka akan terus meneruskan visi dan harapan Kusama, yakni membawa semangat dan kekuatan bagi orang-orang di seluruh dunia melalui karya seninya.

“Dengan rasa duka yang mendalam, kami mengumumkan bahwa Yayoi Kusama telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tokyo pada tanggal 14 Agustus 2026, pada usia 97 tahun.

Sepanjang hidupnya yang luar biasa dan sepenuhnya didedikasikan untuk penciptaan seni, Kusama meniti karier yang diakui secara internasional sebagai seniman avant-garde perintis, yang praktik kreatifnya mencakup seni rupa, pertunjukan, fiksi, dan puisi,” tulis pihak studio dan yayasan Yayoi Kusama dalam unggahan Instagram.

Diduga meninggal karena gagal organ multipel

instagram.com/yayoikusamamuseum

Pengumuman resmi dari situs Yayoi Kusama tidak menyebutkan penyebab kematiannya secara spesifik. Namun, media Bloomberg melaporkan, mengutip kantor berita Kyodo News, bahwa penyebabnya adalah gagal organ multipel (multiple organ failure). 

Dalam pernyataan resminya, pihak Yayoi Kusama mengatakan kalau sang artis tetap memegang kuas di hari-hari terakhir hidupnya karena ia percaya bahwa cinta dan seni bisa menyelamatkan dunia. 

“Ia terus melukis hingga hari-hari terakhirnya, tak pernah meletakkan kuasnya, dan tetap teguh pada keyakinannya seumur hidup bahwa cinta dapat menyelamatkan dunia. Kami akan meneruskan keinginan Kusama dan, melalui seni, terus menghadirkan harapan serta kekuatan untuk masa depan bagi orang-orang di seluruh dunia,” tambahnya.

Tema cinta abadi dan jiwa yang kekal merupakan dua motif yang memang menjadi benang merah dalam karya-karya Yayoi Kusama selama puluhan tahun terakhir. Semasa hidupnya, Kusama memang dikenal punya obsesi luar biasa terhadap karya. Ia pernah berkata ingin menciptakan ribuan lukisan, sebanyak yang ia mampu, dan akan terus melukis sampai ia meninggal. Ucapannya pun benar-benar ia tepati.

Pameran Yayoi Kusama tetap berjalan hingga akhir Agustus

instagram.com/yayoikusamamuseum

Hingga saat kabar kematiannya diumumkan pada akhir Agustus 2026 ini, karyanya masih dipamerkan secara aktif di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah pameran "Yayoi Kusama" di Museum Ludwig, Cologne, Jerman, yang menampilkan instalasi ikoniknya dan baru saja berakhir pada awal Agustus 2026. Sementara itu, pameran "KUSAMA's POP" yang digelar di Yayoi Kusama Museum masih dibuka hingga 30 Agustus 2026 mendatang sesuai dengan jadwal. 

Pameran tersebut berada di galeri lantai 2 museum yang memamerkan karya-karya Kusama bergaya “pop” dari tahun 1960-an hingga 2000-an. Beberapa karya tersebut memiliki kesamaan dengan Pop Art, yang berkembang pesat di New York pada tahun 1960-an. Berbagai bahan arsip langka dari tahun 1960-an juga dipamerkan di sana.


Karya seni jadi ekspresi hidup dari penyakit mentalnya

instagram.com/yayoikusamamuseum

Selama hidup, Yayoi kerap terbuka tentang kehidupannya yang sempat berjuang dari penyakit mental. Sejak usia sekitar 10 tahun, Kusama mulai mengalami halusinasi berupa titik-titik (dots) yang seolah memenuhi pandangannya, bunga-bunga, dan kilatan cahaya. Pengalaman inilah yang kelak menjadi inspirasi motif polkadot dalam karyanya yang justru populer serta melekat padanya.

Ia juga tumbuh dalam keluarga yang penuh gesekan dan sempat ditentang saat ingin mendalami seni. Hal ini turut mendorongnya untuk pergi jauh dari Jepang demi mengejar cita-cita sebagai seniman. Pada 1957, di usia 27 tahun, Kusama nekat pindah ke New York, Amerika Serikat dan menjadi salah satu perempuan Jepang pertama yang merantau demi seni.

Kehidupannya di New York pun tak jauh dari berbagai tekanan dan tantangan. Dalam beberapa wawancara, Kusama terbuka berbicara mengenai perjuangannya dengan kesehatan mental. Ia pernah mengatakan bahwa New York-lah yang "memberinya" neurosis, yaitu gangguan mental ringan yang menyebabkan rasa tertekan, cemas, atau emosi negatif, tetapi bisa membedakan kenyataan dengan baik.

Sekitar tahun 1977, sepulangnya ke Jepang, Kusama secara sukarela memilih tinggal di rumah sakit jiwa selama puluhan tahun hingga akhir hayatnya. Setiap pagi, ia pergi ke studionya yang tak jauh dari tempat tinggalnya itu untuk tetap berkarya.

Queen of polkadot dan labu ikonik

instagram.com/yayoikusamamuseum

Yayoi Kusama dikenal dengan ciri khasnya, motif polkadot. Motif tersebut bak "tanda tangan" visualnya di hampir seluruh media, baik lukisan, patung, instalasi, hingga kolaborasi fesyen. Patung labu (pumpkin) bertitik-titik, juga jadi salah satu ikon visualnya yang paling dikenal publik luas. Kamu bisa menemukan karya seni ini di sebuah mall di Jakarta.

Ia juga menciptakan "Infinity Mirror Rooms" atau Ruang Cermin Tak Terhingga, sebuah instalasi berskala besar yang membawa pengunjung merasakan pantulan cahaya dan warna yang seolah tak berujung. Karya ini mulai ia kembangkan sejak 1965 dan menjadi salah satu instalasi seni paling ikonik serta paling ramai difoto di era media sosial. Dalam perjalanan kariernya, Yayoi Kusama pernah berkolaborasi dengan banyak brand, salah satunya dengan rumah mode besar seperti Louis Vuitton.

Atas kiprahnya di dunia seni, ia dianugerahi penghargaan Praemium Imperiale dari Japan Art Association pada 2006, dan karya-karyanya kerap terjual dengan harga fantastis di lelang. Salah satu lukisan "Untitled (Nets)" miliknya terjual hampir 10,5 juta dolar Amerika Serikat pada Mei 2022.

Itulah kabar meninggalnya Yayoi Kusama, seniman asal Jepang yang dikenal sebagai Queen of Polka Dots. Selamat jalan!

Curated For You

Editorial Team

Related Article