Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

8 Resolusi Karier 2026 untuk Usia 30+, Biar Nggak Sekadar Kerja!

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Yaroslav Shuraev
Intinya sih...
  • Mengevaluasi posisi karier saat ini, jujur kepada diri sendiri untuk melihat apa yang perlu dipertahankan dan diubah.
  • Menyesuaikan karier dengan prioritas hidup, seperti keluarga, kesehatan, atau tanggung jawab lain.
  • Memperdalam skill utama yang paling bernilai, fokus pada memperkuat keahlian inti dan personal branding yang autentik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Resolusi karier tahun 2026 akan sangat penting untuk dirancang jika kamu sudah memasuki usia 30-an. Dalam periode usia ini, cara memandang karier biasanya berubah. Meski gaji tetap penting, umumnya mereka mulai menginginkan makna, stabilitas, dan keberlanjutan dalam pekerjaan mereka.

Supaya kamu bisa menghadapi fase ini dengan lebih terarah, Popbela akan memberikan ide resolusi karier 2026 yang realistis. Lanjut scroll buat lihat daftarnya, yuk!

1. Mengevaluasi posisi karier saat ini

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Ketut Subiyanto

Saat memasuki babak usia 30-an, kamu mungkin akan mulai sering bertanya-tanya apakah pilihan hidupmu sekarang sudah tepat? Dari segi karier, kamu mungkin akan berpikir apakah pekerjaan saat ini masih relevan dengan tujuan hidup, nilai pribadi, dan kapasitas energi.

Merancang resolusi karier memang sudah seharusnya dimulai dari jujur kepada diri sendiri. Langkah ini membantu melihat mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diubah. Alih-alih untuk menghakimi diri sendiri, evaluasi ini bisa jadi pijakan sebelum melangkah lebih jauh.

2. Menyesuaikan karier dengan prioritas hidup

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Mikhail Nilov

Perubahan hidup seperti keluarga, kesehatan, atau tanggung jawab lain sering terjadi di usia 30-an. Karier pun perlu menyesuaikan, bukan dipaksakan.

Misal, memasuki usia 30-an kamu mungkin mulai berkeluarga dan memiliki anak. Pilihan bekerja remote atau beralih ke usaha rumahan bisa dipertimbangkan agar punya lebih banyak waktu pengasuhan.

Resolusi ini menekankan fleksibilitas dalam mengambil keputusan. Menyesuaikan arah karier bukan tanda gagal, tapi bentuk kedewasaan.

3. Memperdalam skill utama yang paling bernilai

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Vlada Karpovich

Alih-alih mengejar banyak kemampuan baru, usia 30-an adalah fase memperkuat keahlian inti. Resolusi ini bisa berupa memperdalam spesialisasi, memperkuat portofolio, atau menaikkan level keahlian yang sudah dimiliki.

Agar tetap relevan dengan kebutuhan industri, skill seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, atau digital skill tertentu juga perlu terus diasah. Skill yang tepat akan membuat posisi kamu lebih kuat tanpa harus terus pindah pekerjaan.

4. Membangun personal branding yang autentik

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Karola G

Setelah skill kamu di suatu bidang sudah meningkat, langkah selanjutnya adalah membangun personal branding yang autentik di internet. Cara ini akan membuatmu lebih dikenal sehingga peluang karier baru yang lebih menjanjikan bisa terbuka.

Resolusinya bisa berupa aktif berbagi insight di LinkedIn, membangun portofolio, atau dikenal sebagai sosok yang ahli dan bisa diandalkan. Branding yang kuat bukan soal pencitraan, tapi konsistensi nilai dan kualitas kerja.

5. Memperluas jaringan profesional yang relevan

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Vlada Karpovich

Berbeda dengan di usia 20-an, relasi kerja di usia 30-an tidak lagi soal banyak-banyakan koneksi. Fokus baru kamu sekarang adalah menjalin hubungan profesional yang saling mendukung dan relevan.

Resolusi ini bisa diwujudkan dengan lebih aktif di komunitas industri atau menjaga relasi lama. Networking yang strategis seringkali membuka peluang yang tidak terduga, mulai dari kolaborasi hingga tawaran kerja dengan gaji yang lebih tinggi.

6. Menargetkan stabilitas finansial dari karier

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Vlada Karpovich

Resolusi karier untuk usia 30+ hampir selalu berkaitan dengan finansial. Bukan soal gaya hidup mewah, tetapi tentang rasa aman dan kemampuan mengelola kebutuhan hidup dalam jangka panjang.

Target yang perlu kamu tetapkan bisa berupa kenaikan gaji yang realistis, memperbaiki sistem keuangan, atau menambah penghasilan dari pekerjaan sampingan. Karier yang sehat idealnya mendukung stabilitas, bukan justru memicu stres finansial.

7. Menjaga work-life balance dengan lebih tegas

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Anna Shvets

Banyak orang usia 30-an mulai sadar bahwa kerja berlebihan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil. Oleh karena itu, resolusi karier untuk usia 30+ sebaiknya juga mulai menetapkan batas kerja yang sehat.

Menjaga jam kerja, mengambil cuti tanpa rasa bersalah, dan memberi ruang untuk kehidupan personal justru membantu performa jangka panjang. Karier bukanlah ajang maraton tanpa henti, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan waktu istirahat saat badan membutuhkannya.

8. Mulai memperjelas arah karier dalam jangka yang lebih panjang

Resolusi karier usia 30+
Pexels.com/Zen Chung

Di usia 30+, naik jabatan bukan lagi satu-satunya indikator sukses. Banyak profesional justru mulai fokus memperjelas arah karier, apakah ingin menjadi spesialis, pemimpin tim, atau konsultan di bidang tertentu.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mulai merancang rencana karier untuk jangka waktu yang lebih panjang, seperti 5 atau 10 tahun ke depan. Resolusi ini bisa mencakup peran ideal di masa depan atau alternatif jalur karier.

Menyusun resolusi karier di usia 30-an adalah titik balik agar kamu bisa lebih fokus kepada pertumbuhan diri sendiri alih-alih iri dengan pencapaian orang lain. Semoga daftar resolusi ini bisa membantumu, ya, Bela!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More

Profil Callum Turner yang Diisukan Jadi the Next James Bond

09 Jan 2026, 05:15 WIBCareer