Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Resign Tanpa Backup Plan, Ini Pro dan Kontranya!

Resign Tanpa Backup Plan, Ini Pro dan Kontranya!
pexel.com/mart-production
  • Resign tanpa backup plan dapat memberi ruang napas dari lingkungan kerja yang toxic, sekaligus membuka waktu untuk merawat diri.
  • Keputusan ini dapat memberi fokus untuk refleksi karier, upskilling, pencarian kerja, proyek sampingan, atau usaha.
  • Risikonya meliputi tekanan finansial, melemahnya bargaining power, career gap, pekerjaan yang tidak sesuai, serta hilangnya tunjangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan tanpa memiliki backup plan adalah salah satu langkah paling berani sekaligus berisiko. Di satu sisi, langkah ini memberikan ruang napas dari lingkungan kerja yang toxic. Namun, di sisi lain, ketidakpastian finansial dan masa depan karier membayang-bayang di depan mata.

Ada orang yang justru berkembang pesat setelah resign meski tanpa backup plan, sementara ada juga yang harus berjuang. Buat kamu yang lagi di posisi ini, berikut beberapa pro-kontra resign meski tanpa backup plan yang mungkin bisa kamu pertimbangkan.

  1. Sisi positif atau pro resign tanpa backup plan

    Resign Tanpa Backup Plan
    istockphoto
  2. 1. Memulihkan kesehatan mental dan fisik

    resign tanpa backup plan
    istockphoto

    Keluar dari pekerjaan yang tidak sehat dapat memberikan kelegaan seketika dan memberi waktu untuk merawat diri sendiri. Berada di lingkungan kerja yang sangat menekan atau toxic dapat memicu burnout parah. Keluar dari lingkungan tersebut memberikan waktu istirahat total tanpa harus kepikiran beban kerja, tenggat waktu, atau dinamika kantor yang melelahkan.

  3. 2. Waktu dan fokus penuh untuk refleksi diri

    resign tanpa backup plan
    istockphoto

    Saat masih bekerja full-time, energi untuk berpikir jernih tentang arah karier sering kali terkuras habis. Saat kamu resign dan tak lagi terikat pada pekerjaan, kamu akan jadi punya waktu penuh untuk fokus pada diri sendiri dan refleksi diri. Di waktu ini, kamu bisa mengevaluasi kembali minat, melakukan upskilling, hingga mengeksplorasi jalur karier baru.

  4. 3. Dorongan motivasi tinggi akibat urgensi

    resign tanpa backup plan
    pexel.com/ron lach

    Resign tanpa backup plan bisa jadi motivasi untuk memberikan keadaan hidupmu yang lebih baik dengan segera. Rasa urgensi ini sering kali mendorong seseorang untuk lebih aktif melamar, memperluas networking, dan berani keluar dari zona nyaman. Manfaatkan waktu luang untuk meningkatkan keterampilan, mengikuti kursus, atau memperoleh sertifikasi.

  5. 4. Fleksibilitas dalam pencarian kerja

    resign tanpa backup plan
    pexel.com/gustavo-fring

    Saat sudah resign, kamu dapat menghadiri wawancara kerja, tes teknis, atau menghadiri acara networking kapan saja tanpa perlu mencari alasan izin atau memotong cuti di kantor lama. Tanpa kewajiban kerja, kamu dapat mendedikasikan waktu untuk proyek sampingan, bekerja sebagai freelancer atau berwirausaha.

  6. Sisi negatif dan risiko atau kontra resign tanpa backup plan

    Resign Tanpa Backup Plan
    istockphoto
  7. 1. Tekanan finansial dan sosial

    resign tanpa backup plan
    pexel.com/Karola G

    Tanpa penghasilan bulanan yang pasti, tabungan darurat akan tergerus dengan cepat. Jika masa pengangguran berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, tekanan bayaran cicilan, kebutuhan sehari-hari, dan biaya hidup dapat memicu stres finansial. Resign hanya seperti keluar dari satu masalah, tapi masuk ke masalah lain.

  8. 2. Bargaining power jadi melemah saat negosiasi gaji

    resign tanpa backup plan
    womeninaction.eu

    Kandidat yang sedang tidak bekerja sering kali dianggap membutuhkan pekerjaan secara mendesak oleh perekrut. Kondisi ini dapat menurunkan bargaining power-mu atau kekuasaan untuk menawar gaji atau benefit dengan perusahaan baru.

  9. 3. Risiko mengambil pekerjaan yang salah karena terdesak

    resign tanpa backup plan
    pexel.com/Karola G

    Ketika masa pengangguran makin panjang dan tabungan menipis, kamu berisiko menerima penawaran kerja apa saja yang datang pertama kali, bahkan jika budaya perusahaan tersebut sama buruknya atau gajinya di bawah standar.

  10. 4. Adanya career gap pada resume

    resign tanpa backup plan
    pexel.com/Karola G

    Meskipun career gap belakangan ini tidak terlalu dipermasalahkan, sebagian perekrut atau HRD masih mempertanyakan jeda waktu kerja yang kosong. Apalagi jika kekosongan ini cukup lama. Kamu harus siap memberikan alasan yang rasional dan profesional terkait keputusan tersebut. Masa tanpa pekerjaan yang lama dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon pemberi kerja.

  11. 5. Stress dan kehilangan tunjangan

    resign tanpa backup plan
    pexels.com/energepic-com

    Tanpa penghasilan tetap, mengelola pengeluaran bisa menjadi sumber stres. Mencari pekerjaan bisa memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga menimbulkan kecemasan dan keraguan diri. Hilangnya tunjangan kerja, seperti asuransi kesehatan, iuran pensiun, dan tunjangan lainnya mungkin juga bisa membuatkan overthinking yang akhirnya malah jadi stres.

  12. Hal yang wajib dipersiapkan jika tetap ingin resign

    Resign Tanpa Backup Plan
    pexel.com/Karola G

    Jika kamu memang tetap ingin resign, ada beberapa hal yang wajib kamu persiapkan agar kondisi kehidupanmu tetap stabil. Beberapa di antaranya, yaitu:

    • Dana darurat minimum 3-6 bulan: Pastikan kamu memiliki dana tunai yang dapat menutup seluruh biaya hidup pokok selama 3–6 bulan sebelum berhenti bekerja
    • Rencana kegiatan harian: Buat jadwal rutin untuk upskilling, memperbaiki portofolio/CV, dan melamar pekerjaan agar hari-harimu tetap produktif
    • Kanal penghasilan sampingan: Pertimbangkan pekerjaan freelance atau usaha kecil guna menjaga arus kas (cashflow) tetap berjalan
    • Mencari pekerjaan saat masih bekerja: Carilah peluang baru secara diam-diam sebelum mengundurkan diri
    • Negosiasikan cuti karier: Coba ajukan cuti sabbatical tanpa gaji atau cuti sementara untuk memulihkan diri, jika perusahaanmu menawarkannya.Negosiasikan cuti karier: Coba ajukan cuti sabbatical tanpa gaji atau cuti sementara untuk memulihkan diri, jika perusahaanmu menawarkannya

    Itulah beberapa pro dan kontra untuk mempertimbangkan resign tanpa backup plan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More